Putri Vampir

Putri Vampir
12. Kau Memang Sangat Bodoh


__ADS_3

Kau Memang Sangat Bodoh


Lea POV


Ta-tapi kenapa? Kenapa Kana tiba-tiba pergi? Ada masalah apa sebenarnya. Aku harus segera menyerahkan surat untuk Arai ini. Aku harus ke kediaman pribadi Arai.


/berteleportasi tepat di halaman depan rumah Arai/


Seperti biasa, ada beberapa pelayan menyambut dan mengarahkanku ke ruangan Arai.


Lea: "Maaf, mengganggu waktumu Arai. Tapi Kana telah meninggalkan asrama. Ini surat darinya." /menyerahkan surat ke Arai/


Arai: "Sekarang pergilah. Cobalah menghubungi Kana, bujuklah ia untuk kembali ke asrama."


Lea: "Baik." /menunduk hormat lalu pergi/


Author POV


Arai: /membaca surat dari Kana/


Arai,

__ADS_1


Mungkin kau sebenarnya tau apa yang terjadi padaku, tidak mungkin kau membiarkan hal seperti ini terjadi padaku jika memang itu bukan kehendakmu. Kurasa kau mengatur Kei untuk mendekatiku bukan? Entah apa yang kau inginkan, mungkin kau ingin mengujiku sebagai calon istrimu atau kau ingin aku membatalkan pertunangan ini. Tenang saja. Aku tak akan membatalkannya. Karena aku sangat menghormati keputusan orang tuaku. Tapi aku tak bisa hidup di tengah2 kau dan Kei. Aku akan kembali ke Paris, jangan cegah aku, jangan temui aku. Ketika aku sudah siap, aku akan kembali.


~ Kanata Yagami ~


Arai: /menendang kursi yang ada di hadapannya hingga kursi tersebut terpental ke dinding dan tercerai berai/


"Hal bodoh apa yang kau lakukan Kei sehingga Kana seperti ini?" /*** keras surat dari Kana, lalu mengambil HPnya dan langsung menelfon Kei/


Kei yang tertidur setelah begitu frustasi akhirnya terbangun karena dering HPnya. Ia melihat itu nomor HP Arai, ia paham jika Arai menelfonnya dengan menggunakan nomer yang itu artinya 'menghadap sekarang juga, ke rumahku'


Kei: /dengan berat ia berdiri dan berteleportasi ke rumah Arai dengan penampilan kusut dan begitu berantakan/


di ruangan Arai


Kei: /mengukuti begitu saja perintah dari Arai, tatapannya kosong, seperti orang yang jiwanya hilang, tapi begitu terkena guyuran air, rasanya kesadarannya kembali/


'Untuk apa aku terpuruk seperti ini? Bukankah aku sudah berjanji untuk memperjuangkan cintaku? Aku tak boleh menyerah.' /batinnya/


Begitu selesai mandi dan berpakaian rapi. Kei langsung kembali ke ruangan Arai.


Kei: "Sepertinya aku gagal."

__ADS_1


Arai: "Kau memang sangat bodoh, semua berjalan lancar sampai saat ini. Tapi dalam semalam kau menghancurkan rencana yang sudah kita susun selama ini. Apakah bibir calon istriku itu begitu menggodamu sehingga kau tak bisa menahan dirimu?" /tiba2 menampar pipi Kei/ "tamparan ini untuk kegagalan menjadi bidak yang baik"


Kei: "Ma-af kan aku." /Kei sadar betul kalau ketika Arai marah, sangat tidak tepat baginya untuk melawan, karena ya memang tak ada peluang untuk menang/


Arai: "Sekarang, apakah kau punya rencana cadangan untukku?"


Kei: "Aku tidak tau. Aku mundur dari rencana ini. Aku akan keluar dari asrama dan fokus mengurus bisnis ayahku." /jawab Kei lugas/


Arai: "Setelah menghancurkan rencana sempurnaku, sekarang kau ingin meninggalkanku? Hah?" /menarik kerah kemeja Kei dan hendak meninju muka Kei/


Kei: "Pukullah aku sesukamu, bahkan jika kau ingin membunuhku lakukan saja jika memang itu membuatmu puas."


Arai: /langsung melepaskan kerah baju Kei dan akan menjauh dari tubuh Kei/


Arai tidak tau jika Kei memang mulai jatuh cinta pada Kana.


Arai: "Pergilah!"


Kei: /berlutut di hadapan Arai/ "Aku mohon, berhentilah untuk mempermainkan Kana. Jika kau memang tak menginginkan dia untuk menjadi permaisurimu maka putuskanlah perjanjianmu dengan orang tuanya secara gentle. Jangan membuat Kana begitu menderita. Ia wanita terhormat yang begitu patuh kepada orang tuanya. Ia tak mungkin menolak pertunangannya denganmu."


Arai: "Kubilang PERGI!"

__ADS_1


Tanpa babibu lagi, Kei pun segera menteleportasikan dirinya ke rumah ke dua orang tuanya. Di saat seperti ini, dia harus melampiaskan segala emosinya dengan memanah atau menembak.


__ADS_2