
Desain Musim Gugur
Keima POV
Audisi pencarian desainer berbakat yang akan membuat YH fashion kembali bersinar menjadi brand fashon no.1 di UK. Proses seleksi online telah dilakukan. Tentu bukan aku yang menyeleksinya. Aku menggaet 2 desainer senior untuk menjadi juri. Namun, hari ini adalah presentasi dari 10 orang desainer terbaik. Untuk kemudian dipilih satu yang terbaik. Seluruh anggota tim memutuskan menjadikanku salah satu juri hari ini. Mungkin aku yang tidak terlalu tau fashion ini hanya bisa menilai dari segi estetikanya saja.
"TokTokTok"
Kei: "Masuk"
Lila: "Bos, presentasi dari peserta pertama akan dimulai 10 menit lagi. Juri lainnya telah stand by, anda dimohon segera menuju ruang penjurian."
Lila adalah sekretarisku. Dia cukup cantik. Tapi sayangnya dia sudah menikah. Usianyapun 5 tahun di atasku. Aku tak suka sekretaris muda dan singel, kerjaannya bersolek dan menggoda, itu berdasarkan pengalamanku sih.
Kei: "Baiklah. Daftar peserta, sketsa desainnya dan seluruh kelengkapannya sudah kau siapkan?" /berjalan kekuar ruangan menuju ruang penjurian/
Lila: "Sudah bos. Dijamin tak ada yang terlewat." /menyerahkan berkas2nya kepadaku/
Kei: "Oh iya, apakah aku ada meeting hari ini? Kalau tidak terlalu penting tolong dipending."
Lila: "Sy sudah memending beberapa pak. Nanti coba sy cek sisanya."
Kei: "Segera kabari saja kalau ada meeting yang tidak bisa di pending."
Lila: "Baik pak."
Kei: "Kembalilah ke mejamu." /dari tadi Lila mengikutiku berjalan ke arah ruang pemjurian/
Akupun masuk ke ruang penjurian. Dua juri lainnya benar2 sudah stand by, yaitu Berta dan Vivian.
__ADS_1
Tak lama kemudian, presentasi pertamapun di mulai. Aku berusaha menyimak, tapi tetap saja kekurang tertarikanku, membuatku bosan. Akhirnya, aku banyak memberikan pertanyaan mematikan ke peserta. "Jika ternyata pakaian yang kau desain tidak laku di pasaran, apa yang akan kau lakukan?" "Bagaimana kau tau orang akan menyukai baju buatanmu, padahal aku saja geli dan tak suka melihatnya." "Apakah kau sudah mencoba mengenakan baju desainanmu itu?" Dan lain lainnya...
Aku mulai menguap karena bosan. Kutundukkan kepalaku sedikit, kupencet-pencet pangkal hidungku berusaha menghilangkan kantuk.
Peserta ke-10: "Perkenalkan nama saya Kanata Yagami, saat ini sy tengah berkuliah di University of Kent. Saya sudah menyelesaikan tugas akhir sy dan sedang mempersiapkan fashoin show untuk desain sy sendiri."
Rasanya aku mendengar suara yang tak asing bagiku. Tapi karena aku mengantuk, suaranya hanya sayup2 terdengar. Kuarahkan pandanganku ke arah suara tersebut. 'Kana?' /gumamku/. Tidak-tidak. Pasti hanya orang yang mirip, seperti Karin. Kulihat daftar peserta. Dan ternyata benar nama peserta ke-10 ini adalah Kanata Yagami. Kana yang kukenal. Kana yang kucintai. Kana yang ingin kukejar sekali lagi.
Kana: /tidak menyadari kehadiranku, ia fokus menyampaikan presentasinya/ "Ini adalah desain ke 7 sy. Ini desain baju pria. Sy buat tidak terlalu banyak tambahan atribut karena biasanya pria cenderung lebih suka yang simpel. Stelan ini sy rasa akan sangat nyaman digunakan saat jalan2, hang out bersama teman, bahkan berkencan."
Kei: /mengangkat tangan, ingin mengajukan pertanyaan/ "Bagaimana anda tau kalau pakaian itu nyaman dikenakan?"
Kana: "Kei-ma?" /saking kagetnya ia sampai menjatuhkan pointernya/ "Maafkan sy." /segera mengambil pointernya, dia terlihat sangat gugup. Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskannya iapun melanjutkan paparannya/ "Sy membawa contoh pakaiannya, jika anda tak keberatan, anda bisa mencoba mengenakannya."
Aku tak mengira ia bisa memberikan jawaban seperti itu. Akupun berdiskusi kepada 2 juri lainnya. mereka mengizinkanku mencoba pakaiannya jika aku memang mau. Kuputuskan untuk mencobanya. Akupun mengganti pakaianku di ruang ganti dengan pakaian yang kana berikan.
Kei: "Kurasa ini memang sangat nyaman. Aku merasa senang mengenakan pakaian ini di musim gugur nanti."
Kana: "Tapi bukan begitu cara memakai syalnya." /sepertinya dia refleks langsung mendekatiku dan membenarkan syalku/
Oh God, apakah ia merasakan jantungku yang berdebar tak biasa ini? Apa ia sadar telah mebuat pipiku merah dan agak salah tingkah.
Kana: "Ok. Sekarang sempurna. Sekian presentasi dari saya. Terima kasih atas kesempatannya." /membungkukkan badannya memberi hormat/
Dua juri lainnya pun telah pindah ke ruangan sebelah untuk berdiskusi terkait pemenangnya. Sementara aku rasanya aku belum bisa berpaling dari Kana saat ini.
Kana: /membereskan semua barang2nya/ "maaf, apakah anda bisa mengembalikan pakaian itu padaku?"
Kei: "Aku akan membayar pakaian ini, berikanlah pakaian ini untukku. Aku sangat menyukai pakaian ini."
__ADS_1
Kana: "Anda bisa mengambilnya secara gratis."
Kei: "Terima kasih. Kau baik sekali. Sebagai gantinya. Aku akan mentraktirmu makan malam. Tunggu aku di lobi. Aku akan menyelesaikan urusanku sebentar."
Kana: "Tidak perlu repot2. Sy buru." /bergegas meninggalkan ruangan./
Kei: /menyambar tangan Kana/ "Beri aku kesempatan sekali ini saja. Kumahon..." /kumenampakan wajah memelas/
Kana: /berfikir sejenak/ "Ok. Hanya sekali ya. Lepaskan tanganku."
Kei: /melepaskan tangan Kana/ "Terima kasih."
Kana POV
Di loby perusahaan
Bodohnya aku. Kenapa aku memberinya kesempatan lagi. Bagaimana jika aku kecewa lagi? Bagaimana jika dia tak bisa memenuhi ekspektasiku? Dan sekarang? Apa yang kulakukan di sini? Kenapa aku benar2 menunggunya? Sebelum terlambat, sebaiknya aku pergi saja.
/berjalan ke luar loby/
Tiba2 keima muncul di hadapanku.
Kei: "Hendak ke mana?"
Kana: "Hanya keluar mencari angin." /jawabku beralasan/
Kei: "Ok. Kita makan steak ya."
Entah bagaimana aku sudah di mobil bersamanya.
__ADS_1