
Membatalkan Rencana Pertunangan
Author POV
Seminggu setelah kembali dari UK, Kana pulang ke jepang untuk menyelesaikan masalahnya dengan Arai. Awalnya kana berfikir untuk berkorban saja demi keberlanjutan keturunan keluarganya. namun mengetahui kenyataan bahwa Arai sebenarnya sudah memiliki orang yang dicintai, kurasa kami berdua sama2 layak untuk saling berbahagia.
di rumah kana
Ibu: "Ibu masih tidak percaya Arai seperti itu Kana. Kalau memang ia tak ingin menikahimu, seharusnya ia berterus terang kepada kami. Lagipua ia sendiri yang dulu berjanji akan menikahi anak kami."
Kana: "justru itu bu. ia tak ingin terkesan menjilat lidahnya sendiri. makanya ia tak enak membatalkan rencananya."
Ayah: "Syukurlah kita tahu kenyataannya lebih awal. Jadi tidak ada yang perlu dikorbankan di sini."
Ibu: "Ayah, bagaimana kalau kita menjodohkan kana dengan Daniel saja. bukankah Jeng Rose bilang Daniel belum memdapatkan calon yang tepat?"
Tiba2 HP ibu kana berdering.
Ibu: "Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan ini nanti. Ibu pergi meeting dulu. Ibu pergi dulu ya sayang..." /mengecup pipi kana lalu bergegas pergi/
Setelah ibu kana pergi...
__ADS_1
Ayah: "Jadi, ada yang ingin kana ceritakan pada ayah? Terkait Keima Takashi?"
Kana: "ummm ummm... bagaimana pendapat ayah tentangnya?"
Ayah: "Tidak buruk. Sepertinya matamu cukup jeli sayang. Kecuali tentang darahnya. Ibumu tak akan setuju."
Kana: "Makanya ayah bantulah aku untuk membujuk ibu. Please Yah, aku hanya ingin menikah dengannya..."
Ayah: "Tak semudah itu sayang. Priamu itu belum lulus dari ujian ayah."
Kana: "Ujian? Ujian apa?"
Ayah: "Dia harus bisa mengalahkan ayah, barulah akan ayah pertimbangkan untuk menjadi menantu."
Ayah: "Tunggu dulu. Dia harus mengalahkan ayah dalam permainan catur."
Kana: "Hah catur? Aku tak tau kei jago main catur atau tidak. tapi kurasa itu lebih memungkinkan dari adu fisik."
Ayah: "kita lihat saja nanti. Sejauh apa kehebatannya. Tapi tetap saja. Ayah tak punya cara untuk meyakinkan ibumu."
Kana: "ayah sih. makanya buatkan aku adik laki2, sehingga bukan aku lagi yang menjadi harapan utama keluarga."
__ADS_1
Ayah: "Seandainya saja ayah bisa menyentuh ibumu, pasti bisa ada suatu keajaiban. Tapi tetap saja, hampir 30 tahun cinta ayahmu ini hanya bertepuk sebelah tangan sayang..."
Kana: "Ayah jangan menyerah. Aku akan mencari cara agar ayah dan ibu bisa hidup selayaknya suami istri pada umumnya. Ayah fokus saja untuk menguji kelayakan keima. Ok?"
Ayah: "Hahaha... rasanya ayah tak berani berharap. bahkan 30 tahun saja ayah tak bisa berbuat banyak."
malam harinya, kana menemui Arai di kediamannya Arai
Tamparan keras dari kana melayang ke pipi Arai. Dua kali kana menamparnya.
Kana: "Tamparan pertama untuk ketidak jujuranmu. Tamparan kedua untuk usahamu menjeratkanku pada cinta Kei."
Arai: "Pasti Kei yang menceritakan semua ini kepadamu."
Kana: "Tak penting siapa yang bercerita. Yang jelas aku tak mengira bahwa kau akan setega ini kepadaku. sekarang juga kukatakan bawa, anggap aku tak pernah menjadi calon istrimu. Aku nenolak perjodohan kita. Aku tak ingin melihatmu lagi. Carilah kebahagiaan untukmu sendiri. Begitupun aku, aku akan mencari kebahagiaanku."
kanapun segera pergi meninggalkan rumah Arai begitu saja. Siapa mengira, keima telah menunggu di depan gerbang rumah Arai.
Kebetulan keima membawa motor, tadi kana datang hanya dengan teleportasi.
Kana: "Bagaimana kau tau aku ada di sini? Bukankah kau sudah kembali ke UK?"
__ADS_1
Kei: "Kejutan... Mau jalan2 denganku sebentar?"
Kana: "Bo-leh." /naik ke mobil Kei/