
Pangeran Petir
Kana POV
Dua bulan telah berlalu sejak aku menemui Karin-nee, bahkan aku telah menyelesaikan kuliahku. Aku sudah wisuda sebulan yang lalu. Tapi karena aku masih ada proyek di sini terkait fahsion showku sendiri, ku jadi punya alasan untuk tidak segera pulang ke Jepang. Aku sangat malas pulang ke Jepang. Aku hanya akan lelah menjawab pertanyaan ibu terkait perjodohan.
Tapi hari ini aku mendapat kabar bahwa ibu sakit. Jadi aku memutuskan untuk pulang sebentar. Biar cepat, ku sengaja menggunakan teleportasi.
Sesampainya di rumah, aku malah heran, karena di rumahku tampak agak ramai, epertinya ada tamu. Walau tidak banyak, tapi mungkin 3-5 orang. Dan mungkin orang penting karena pengawalnya cukup banyak.
Tunggu, kurasa aku mengenal auranya. Ini... aura kak dani. Akupun langsung berlari memasuki rumah.
Ibu: /masih tampak sedikit pucat duduk menyambut tamu yang datang/ "Tuh kan benar Jeng, Kana pulang hari ini" /ibu berbicara dengan mama Kak Dani/
Kana: /mencium tangan ayah, ibu dan orang tua dani/ "Senang bertemu om dan tante di sini."
Dani: "Kana tak senang bertemu denganku?"
Kana: "Tentu aku sangat senang. Oh iya, aku punya kabar baik untuk Kak Dani. Nanti kita bicarakan ya kak."
Dani: "Iya2 nanti setelah makan malam kita ngobrol di halaman belakang"
Kana: "Sip2"
__ADS_1
Tiba2 mama papanya Kak Dani tertawa. aku dan kak dani menjadi bingung.
Mama: "Jeng sepertinya keputusan kita tepat ya. Meraka bahkan kalau sudah bertemu seperti ini, mengabaikan kita semua. Mungkin kita hanya dianggap benda mati saja."
Ibu: "Iya ya Jeng. Mereka ternyata memang sangat cocok satu sama lain."
Kana: "Apa maksudnya ini bu?"
Ibu: "Nah mumpung kamu pulang dan mumpung kekuarga Rinaldy sdang ada di Jepang, ibu dan mama papa Daniel sudah memutuskan untuk mempertunangkan kalian hari ini."
Kana dan Dan: /bersamaan/ "Apa???"
Kana: "Tidak tidak. aku tak mencintai Kak Dani. Kak Danipun telah memiliki orang yang ia cintai."
Author POV
Ibu: "Lepaskan aku! Kenapa kau tiba2 seperti ini?"
Ayah: "Kana adalah anakku juga, ku berhak turut mengambil keputusan tentangnya. Bagaimana mungkin kau hendak mempertunangkannya tanpa persetujuanku?"
Ibu: "Kaupun pernah mengambil keputusan sepihak terhadap Karin tanpa persetujuanku."
Ayah: "Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Karin. Aku ingin dia bisa hidup dengan baik."
__ADS_1
Ibu: "Akupun sama. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk Kana, aku ingin Kana hidup dengan baik."
Ayah: "Bukankah kau tau bahwa Kana tak mencintai Daniel. Kana mencintai Keima. Aku sudah berulang kali berbicara kepadamu bukan? Kenapa kau tak juga mengerti?"
Ibu: "Kau membiarkan Kana bersama Keima itu dan kau membuat pengorbananku selama 27 tahun ini sia2? Begitu?"
Kei: "Bukan begitu maksudku. Aku tak ingin kana menderita sepertimu. Biarkan ia bahagia. Biarkan ia bersama orang yang ia cintai."
Ibu: "Kana akan bisa bahagia bersama Daniel. Dari dulu kana dan daniel sangat dekat, pasti mudah bagi mereka untuk saling mencintai. Mereka akan jauh lebih baik dari kita."
Ayah: "Tak ada jaminan hal seperti itu akan terjadi. Bagaimana jika kana akan terus merana sepertimu ha? Berhentilah menjadi wanita yang begitu egois. Pikirkanlah kebahagiaan Kana. Jangan karena engkau tak bisa meraih cinta, kau buat kana juga tak bisa meraih cintanya. Jangan begitu egois. Kau adalah ibunya. Jika ibunya saja tak peduli dengan perasaannya, kau pikir bagaimana ia akan hidup?"
Ayah: "Apa kau ingat kejadian 15 tahun yang lalu, saat kana berumur 5 tahun. Kita hampit kehilangan Kana. Kana diculik oleh vampir jahat di tengah hujan dan petir yang menyambar2. Kau ingat bukan bahwa saat aku menemukan Kana di bawah sebuah pohon besar, ada seorang anak berumur 10 tahun yang tengah memeluknya? Kana kecil yang begitu ketakutan, merasa tenang di dekapan anak itu. Kau tau anak itu siapa? Anak itu adalah Keima. Seorang anak yang tanoa hentinya diceritakan oleh Kana senagai pangeran petir, itulah Pria yang dicintai Kana sejak ia berumur 5 tahun. Keima memiliki kekuatan utama berupa petir, sehingga saat hujan lebat dan petir menyambar2 kekuatannya memjadi berlipat ganda. Sehingga ia bisa mengalahkan penculik Kana."
Ibu: /terdiam, masih tidak percaya/ "Ba-gaimana bisa sekebetulan itu? Pasti kau hanya mengarang cerita bukan?"
Ayah: "Itulah benang takdir, bagaimanapun jodoh pasti akan dipersatukan"
Ibu: "Tidak2. Lalu bagaimana dengan 27 tahunku yang sia2 penuh derita? Bagaimana kau akan menggantinya."
Ayah: "Setelah Kana menikah aku akan memnenaskanmu. Aku akan menceraikanmu. Hidup bebaslah... Kembalilah kepada Tatsu jika perlu."
PYAR...
__ADS_1
Suara guci hiasan depan kamar ayah kana pecah berkeping. Sebenarnya dari tadi Kana sudah berada dibalik pintu mendengarkan semua obrolan ayah dan ibunya. Kana sangat terkejut hingga ia menyenggol guci saat menteleportasikan dirinya untuk pergi.