
Aku Mencintaimu
Kana POV
Yang kupikirkan adalah aku ingin bertemu dengan Kei. Aku harus mememuinya. Maka aku teleport langsung ke kamar Kei yang ada di UK.
Aku langsung memeluknya dari belakang. Kei sedang asyik membaca buku.
Kei: "Sayang? kenapa begitu tiba? Bukankah sayang bilang akan pulang ke jepang hari ini?"
Aku tak mengatakan apapun, aku hanya mengeratkan pelukanku. Rasanya aku tak ingin melepaskannya lagi. Aku sangat mencintainya.
Kana: "Aku mencintaimu sayang... aku sangat mencintaimu. Tetnyata aku memang sangat mencintaimu."
Kei: /berdiri, melepaskan pelukan Kana, membalik badannya jadi berhadapan dengan Kana/ "Iya aku tahu kau sangat mencintaiku. Tapi kenapa tiba2 datang dan berkata seperti itu ha? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
Kana: "Ternyata kau adalah pangeran petir yang kucari selama ini..."
Kei: "Pangeran petir?" /bingung/
__ADS_1
Kana: "Coba gunakan kekuatan petirmu."
Kei: "Bagaimana kau tahu aku bisa menggunakan kekuatan petir? Aku bahkan tak pernah menunjukkannya. Aku lebih sering menggunakan kekuatan api."
Kana: "Karena kekuatan petir itu yang pernah menyelamatkanku... kau adalah pangeran petir, anak laki2 yang sudah kucintai sejak aku berumur 5 tahun." /memeluk ke erat/
Kei: "Bagaimana kau bisa tahu kalau itu aku?"
Kana: "Aku tak sengaja mendengarnya dari pembicaraan ayah dan ibu. Jadi kau sudah tau bahwa aku adalah gadis yang kau selamatkan?"
Kei: "Tentu. Aku langsung mengenalimu saat pertama kali bertemu di asrama. Karena auramu masihlah sama walau sekarang jauh lebih kuat."
Kei: "Aku tak ingin kau mau bersamaku hanya karena aku pernah menyelamatkanmu. Aku ingin cinta yang tulus darimu sayang..." /membalas pelukanku/
Kana: "Syukurlah itu kamu sayang... kalau tidak berarti ada seseorang yanf lain yang kucintai."
Kei: "Oh gitu... lebih cinta mana sama aku atau pangeran petir?"
Kana: "Tentu saja aku tak bisa memilih. Karena kalian berdua orang yang sama." /kembali mengeratkan pelukannya/
__ADS_1
Aku tiba2 ingat sesuatu
Kana: "Sayang, kau harus ikut bersamaku ke rumah. Kalau tidak, ibuku akan benar2 membuatku bertunangan dengan Kak Dani. Kak Dani dan keluarganya sedang ada di rumahku. Bahkan Karin-nee dan ayah angkatnya tadi juga datang. Oh iya aku lupa... bagaimana jadinya jika ibu bertemu kembali dengan prof. Tatsuya? Apakah ayah dan ibuku akan benar2 bercerai?"
Kei: "Bercerai? ah iya, ayahmu pernah bilang akan segera menceraikan ibumu."
Kana: "Jadi ayah sudah bercerita kepadamu dan kau tak menceritakannya kepadaku?!" /langsung melepas pelukannya/ "Kau memang
Keterlaluan! Rahasia apa lagi yang kau simpan dariku ha? Tega kau kei..."
Kei: "Maaf2... aku hanya sudah berjanji tak akan menceritakannya kepadamu."
Ingin rasanya aku terus mengorek rahasia dari Kei. tapi rasanya waktunya kurang tepat. Kami harus segera pulang. Bisa2 ibu akan menyalahkan ayah atas kepergianku dan hubungan mereka akan semakin renggang.
Kana: "Baiklah. kali ini kumaafkan. Kau ikut aku pulang ya... berpakaianlah yang rapi. Hari ini juga kau harus punya keberanian untuk memintaku dari ibuku..."
Kei: "Apa? secepat ini? bahkan aku masih punya hutamg dengan ayahmu. aku harus mengabulkan satu permintaannya. bagaimana jika permintaannya adalah agar aku meninggalkanmu? aku tak mungkin ingkar janji. tapi aku juga tak mungkin meninggalkanmu. Apa yang harus kulakukan sayang?" /membenamkan wajahnya di belahan dadaku/
Kana: "Jangan begitu risau. Kau harus yakin. Karena aku tak akan menikah selain denganmu sayang..." /kuletakkan kedua tanganku dipipi keima, kiarahkan wajahhya untuk menatapku/ "Semua akan baik2 saja."/mengecup bibir Kei/ "Kita pasti bisa melewati semua ini" /menatap Kei, berusaha untuk meyakinkannya/
__ADS_1