
Mulai Ada Titik Terang
Author POV
Kini mereka sudang dalam perjalanan, yang belum diketahui hendak ke mana.
Kana: "Kei? Kenapa kei suka naik motor?" /tanyanya tiba2/
Kei: "Karena dengan naik motor aku lebih bisa melihat banyak hal. Selain itu, aku memang menyukai angin yang berhembus ke arahku saat sedang mengendarai motor."
Kana: "Bukankah itu akan membuatmu masuk angin?"
Kei: "Aku kan selalu memakai jaket."
Kana: "Ah iya. Kei bahkan membawakanku jaket juga. Jadi kita mau ke mana?"
Kei: "Kita pergi makan ya, lalu habis itu aku akan mengantarmu pulang."
Kana: "Baiklah"
Merekapun berhenti di sebuah restoran steak seperti biasa.
Sambil menunggu pesanan...
Kana: "Apa persiapanmu untuk melawan ayah?"
Kei: "Tak ada persiapan khusus. Dari dulu aku memang sering main catur, sekedar menemani ayah atau menemani Arai."
Kana: "Apa kau cukup jago?"
Kei: "Ada kalanya aku menang dan ada kalanya aku kalah."
Kana: "Sepertinya kita harus punya plan B ya?"
Kei: "Plan B? Apa?"
Kana: " Ada kemungkinan aku masih memiliki seorang saudara perempuan. Jika aku bisa menemukannya, mungkin aku bisa membuatnya menikah dengan seorang pure blood sehingga aku tak memiliki beban untuk melanjutkan kemurnian darah keluarga. Atau akan kubuat ayah dan ibu memberikan adik untukku. Biar dia saja yang menangung beban keluarga."
Kei: "Kau benar2 punya saudara perempuan? Tapi dimanakah dia sekarang?"
__ADS_1
Kana: "Kemungkinan tak di Jepang. Tapi mengingat ia punya kelainan dan membutuhkan perlakuan khusus pastilah ia berada di Eropa atau Amerika."
Kei: "Siapa yang memberimu informasi itu?"
Kana: "Bu Is. Pengasuhku dari kecil, ia juga pengasuh kakakku dulu.
Kei: "Kau bilang kakakmu itu butuh perawatan khusus, tapi kenapa malah tidak tinggal bersama orang tuamu?"
Kana: "Karena orang tuakupun tak bisa berbuat apa2 untuknya. Dan orang yang bisa memnyembuhkannya meminta syarat untuk dapat membawanya."
Kei: "Oh begitu..."
Kana: "Kemungkinan kakakku hidup sebagai manusia. Jadi akan cukup sulit mencarinya."
Ketika kana bilang bahwa kemungkin kakaknya hidup sebagai manusia, Kei mengingat sesuatu.
Kei: "Kana, mungkinkah kakakmu di Inggris?"
Kana: "Bagaimana bisa?"
Kei: "Aku memang tak terlalu yakin, tapi aku pernah bertemu dengan seseorang yang sangat mirip denganmu. Tapi aku tak bisa mengenalinya vampir atau manusia."
Kana: "Benarkah? Apakah ini serius? Kei tidak sedang bercanda kan?"
Kana: "Bisakah kau membawaku untuk menemuinya? Aku ingin memastikan apakah ia benar kakakku. Atau hanya sosok yang mirip denganku."
Kei: "Bagaimana kalau besok kita pastikan ke Inggris? Sekalian kau menyelesaikan projectmu di perusahaanku.".
Oh iya, ternyata dalam kompetisi desain, Kana menjadi runner up, sehingga ada 3 desain pakaiannya yang digunakan. Jadi Kana beberapa kali harus ke Inggris memang.
Kana: "Ummm... boleh. Biar aku ada alasan untuk menghindari perjodohanku."
Kei: "Perjodohan lagi? Apakah orang tuamu belum menyerah juga?"
Kana: "Entahlah. Ibuku begitu gigih ingin menjodohkanku."
Kei: "Pria mana lagi kali ini sayang?"
Kana: "Pria blasteran Jepang-Italy. Namanya Daniel Rinaldy."
__ADS_1
Kei: "Dari namanya ia tampak sangat keren. Kali ini apa kau mengenal prianya?"
Kana: "Pria kali ini aku sangat mengenalnya. Dia kakak tingkatku di kampus. Dia sudah seperti kakakku sendiri."
Kei: /mukanya tampak masam, karena kei merasa kana sangat antusias menceritakannya/ "Bo-leh aku melihat fotonya? Aku penasaran wajahnya seperti apa."
Kana: /menscroll Hpnya mencari foto Dani/ "Ini dia, lihatlah."
Kei: /melihat fotonya dari HP kana, terus mengambil HP kana dan langsung memilih tombol delete/
Kana: "Apa yang kau lakukan, kenapa kau mendeletenya? Di foto itu Kak Dani kelihatan sangat tampan."
Kei: "Sangat tampan kau bilang? Lebih tampan mana aku atau kakak Danimu itu?"
Kana: "Tentu Kak Dani" /menyahut HPnya dari tangan Kei sebelum lebih banyak lagi foto yang Kei hapus/
Kei: "Oh jadi dia memang lebih tampan dariku. Ya sudah menikahlah dengannya."
Kana: "eh?" /kaget dengan reaksi Kei/ "Ku mingkin akan memilih untuk menikah dengannya jika aku tak pernah bertemu denganmu."
Kei: "Kenapa memangnya kana berubah pikiran?"
Kana: "Karena aku sudah mencintaimu." /dengan cepatnya mengecup bibit kei sekilas/
Kei: /terkejut sampai tercengang sekian detik/ "Kurang... yuk kita ke hotel dekat sini, bagaimana?"
Kana: "Memangnya kau mau apa?"
Kei: "memakanmu tentu saja." /tersenyum genit/
Kana: "Dasar mesum!"
Kei: /berbicara pelan2 agak berbisik/ "Apa kau tau bahwa setengah isi otak lelaki itu adalah seks?"
Kana: /blush/ "Berhentilah mengatakan hal2 seperti itu. Atau aku akan pulang."
Kei: /tertawa renyah/ "hahahaha... jangan2. Aku hanya bercanda."
Kana: "Pokoknya nikahi aku dulu. Setelah itu kau bebas mau apapun juga."
__ADS_1
Kei: "Apapun dengan gaya apapun juga?"
Kana: /menyumpal mulut kei dengan kemtang goreng yang memang sudah diantar bersama makanan lainnya/ Tutup mulutmu keima Takashi!