Qu LiWey

Qu LiWey
Bagian 20 : The Power of Light II


__ADS_3

Klik 👍 sebelum membaca dan klik 💜 untuk menjadikan Qu Liwey di list favoritmu


\=\=\=\=\=\=\=


Ailin tengah menikmati sesapan dari cawan giok berisi teh jasmine kesukaannya. Matanya menatap lurus kehadapan. Memperhatikan bunga mawar yang mulai melayu didalam guci.


"Sudah hampir setengah hari semenjak si Jal*ng itu keluar dari kediaman. Bagaimana keadaannya sekarang?" Ailin bergumam. Diteguknya tetes terakhir teh dari dalam cawan.


Melangkah perlahan kearah jendela kamar. Membukanya. Ailin tersenyum sinis.


"Kurasa dia sudah kehilangan kehormatannya sekarang, haha." Ailin tertawa lepas. "Pangeran ke-4 akan menjadi milikku bagaimanapun caranya."


Mendongak. Ailin memerhatikan langit. Betapa terkejutnya ia, saat mendapati langit yang awalnya cerah tiba-tiba menggelap disertai angin yang berhembus begitu kencang. Namun keterkejutannya tak berlangsung lama, seulas senyum sinis tercipta disudut bibirnya.


"Heh ... lihatlah, bahkan dewa saja memihakku. Badai akan datang, dan ini akan menjadi hari terakhirmu, Qu Liwey."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kau." Liwey berujar rendah, telunjuknya terarah pada si lelaki, "akan mati."


Sontak seluruh bulu di tubuh lelaki tersebut berdiri, tak sanggup menghadapi aura kuat yang dikeluarkan oleh Liwey.


Liwey berdiri tegak. Rasa sakit dari bagian pinggang tidak lagi ia rasakan. Matanya menatap lurus dan tajam kehadapan lelaki yang kini sudah menggeletar ketakutan.


"K ... Kau ... Ke ... kenapa ...." sang lelaki tak sanggup untuk melanjutkan perkataannya. Entah bagaimana bisa, kaki si lelaki tak lagi bisa digerakkan bahkan sedikitpun. Mata si lelaki menatap Liwey yang masih setia dengan sorot tajamnya.


"Ingin melecehkanku, eoh?" Liwey menyeringai seram. "Bahkan jika kau berani meletakkan ujung kukumu di kulitku .... " Liwey menyingkap lengan hanfunya, memperlihatkan kulit tangannya yang putih, mengusapnya dari ujung kuku hingga siku. Kini mata Liwey kembali menatap nyalang lelaki yang kini sudah berlutut karena tak kuat menopang badannya, "maka kau akan berubah jadi abu."


Setelah mengatakan itu, Liwey menutup matanya. Sedetik kemudian, iris bulat miliknya yang berwarna amber keemasan berubah. Cahaya putih menyelimuti seluruh retina bola matanya.


Alam seolah mendukung Liwey. Langit yang awalnya cerah berubah gelap. Awan-awan hitam berarak menutupi bibir8 langit seutuhnya.

__ADS_1


"Tamatlah riwayatmu." Liwey berujar rendah. Tangan putihnya diarahkan kedepan, jari-jari mungilnya meliuk dan dalam sekejap sulur-sulur cahaya putih ke-emasan keluar dari ujung kukunya. Membelit si lelaki, menciptakan teriakan dan raungan kuat darinya.


Liwey tersenyum miring. "Kau telah membangunkanku ..." Liwey masih setia dengan intonasi rendahnya yang menyeramkan. "Sekarang nikmatilah kematianmu."


Si lelaki masih sibuk berteriak dan meraung kesakitan. Sulur-sulur cahaya yang melilit tubuhnya menciptakan hawa panas membakar yang amat menyakitkan. Lelaki itu yakin, kulitnya sudah terbakar sekarang.


Kembali si lelaki itu meraung. Memohon kepada Liwey agar diampuni. Namun Liwey acuh.


Kembali sulur cahaya ia lemparkan kepada si lelaki yang semakin meraung keras. "Ah ... aku benci raunganmu." Liwey memutus sulur cahaya miliknya. Membiarkan si lelaki sedikit menghirup udara dengan tenang tanpa harus bertabrakan dengan teriakannya.


Si Lelaki sontak bersujud di hadapan Liwey. Menyatukan kedua telapak tangannya, memohon ampun. "Ampuni hamba Putri, hamba bersalah. Ampuni hamba."


"Kau sudah mengetahui letak kesalahanmu, eoh?" Si lelaki mengangguk kuat. Menyakinkan Liwey bahwa dirinya bersalah.


"Orang yang bersalah harus dihukum bukan?" Liwey tersenyum menyeramkan membuat si lelaki mendongak, menatap Liwey dengan tatapan minta ampun.


Namun seolah hatinya sudah tertutupi oleh emosi, Liwey menjadi tidak kenal ampun. Kembali diulurkannya tangannya kedepan, meliuk-liukkan jarinya di udara kosong. Menciptakan sulur cahaya dan membiarkan sulur itu membelit si lelaki.


Kembali teriakan dan raungan terdengar pilu. Tubuh lelaki itu sudah sepenuhnya di penuhi oleh sulur-sulur ciptaan Liwey.


Liwey menatap abu itu tanpa minat sebelum matanya kembali mendapati satu sosok yang juga bersekongkol untuk melecehkannya hari ini.


Lelaki yang baru keluar dari persembunyian akibat tertangkap basah hanya bisa menunduk takut sembari memohon ampun pada Liwey.


Tapi, sudah dikatakan. Hati Liwey sudah tertutupi emosi.


Liwey menelengkan kepalanya ke samping kiri dengan senyum mengerikan yang beberapa waktu ini ia tunjukan. "Kau ..." Liwey menunjuk tepat pada lelaki yang tengah bersujud di depannya, "akan menjadi yang selanjutnya."


\=\=\=\=\=\=


Jing Xuan dan Yubo masih menyisiri seisi pasar dengan kuda mereka. Sudah hampir seisi pasar mereka lewati, namun keberadaan Liwey dan juga pelayan pribadinya tak juga mereka temukan.

__ADS_1


Angin bersepoi kencang. Awan hitam menutupi keseluruhan langit cerah pada sore itu. Badai akan segera datang, itu yang terpikir di otak orang-orang yang berlalu lalang di sana. Bahkan para pedagang sudah sibuk membereskan dagangan mereka sebelum badai benar-benar menerpa dan membuat kekacauan yang merugikan mereka.


Jing Xuan menengadahkan kepalanya ke atas, menatap gumpalan awan hitam disana.


"Badai akan benar-benar datang, haruskah kita kembali ke kediaman Pangeran? Mungkin Putri Liwey sudah kembali ke kediaman." Saran Yubo. Melihat cuaca sore itu yang tidak bersahabat.


Jing Xuan diam, tidak menolak ataupun mengiyakan saran Yubo. Otaknya sependapat dengan Yubo yang mengatakan kemungkinan Liwey sudah pulang sedari tadi. Namun hatinya berkata lain.


"Periksalah kediaman, pastikan Putri Liwey sudah berada di sana dan aman. Aku ingin berjalan-jalan sebentar," perintah Jing Xuan.


Yubo mengangguk, lalu menarik pelana kuda miliknya untuk berjalan menuju kediaman. Jing Xuan menatap Yubo sampai benar-benar menghilang di telan kerumunan orang, kemudian menatap kearah depan.


"Aku yakin kau masih di sini, dan entah kenapa ... aku memiliki firasat buruk tentangmu."


\=\=\=\=\=\=\=


Tbc ...


Maafkan Audhi teman2 ...


Audhi tidak update lebih dari 3 hari.


ini diakibatkan kesehatan Audhi yang kurang baik. Itu sebabnya Audhi harus banyak istirahat dan tak sempat untuk update.


dan maafkan juga jika part ini sedikit dan tak sesuai dengan harapan kalian.


Jujur, ini Audhi paksakan buat update. Jika ada typo mohon periksa ya ...


Audhi tak sempat untuk revisi ...


sekian dari Audhi ...

__ADS_1


mohon doa dari kalian agar audhi cepat sembuh ...


Salam AudhiKim


__ADS_2