
...Tolong jangan jadi siders...
...Klik 👍 sebelum membaca sebagi bentuk apresiasi kalian...
...Dan klik 💜 agar kalian mendapat notif Qu Liwey jika update....
...Hehe...
...Salam...
...AudhiKim...
...🤓...
..._____________________...
"Hongli."
Liwey menahan nafas saat nama itu disebut. Entah mengapa, Liwey merasa ada sesuatu yang tak beres dengan nama itu, ditambah lagi dengan raut wajah Tan'er yang tiba-tiba saja menyendu saat nama itu keluar dari bibir Liancheng. Apa apa sebenarnya?
Liwey mengerutkan kening sembari menggelung surai panjang kecoklatan miliknya. "Apa ada yang kalian sembunyikan?" tanya Liwey tanpa tedeng aling aling ataupun berbasa-basi. Jujur, sejak kedatangan kedua sosok itu yang tak tahu waktu sudah membuat Liwey merasakan firasat buruk.
Hei, lihatlah! Matahari saja masih asik menikmati waktu tidurnya, tapi dua sosok ini datang secara tiba-tiba. Pantaskan jika Liwey curiga?! Dan juga, bukankah mereka dapat menarik jiwa Liwey untuk datang ke dunia atas seperti biasanya, tapi kenapa mereka malah repot datang, yah walaupun sebelumnya mereka pernah datang kedunia bawah juga. Tapi, tetap saja, situasi saat ini berbeda.
Tan'er menghembuskan nafas berat, kedua tangannya saling mengait satu sama lain. Dapat Liwey lihat ada raut gelisah di wajah Tan'er, dan itu semakin membuat Liwey percaya jika ada sesuatu yang telah terjadi dan tujuan mereka kemari tak tahu waktu adalah untuk memberitahukan yang sebenarnya. Tapi, kenapa mereka malah bertele-tele seperti ini? Seolah berita yang akan mereka sampaikan menyimpan ketakutan yang besar.
Liancheng mengenggam lembut tangan Tan'er yang jemarinya bertaut, berusaha menenangkan istrinya itu. "Tenanglah, semua akan baik-baik saja."
Mendengar itu, baik Liwey maupun Jing Xuan saling tatap. Tak berbeda dengan Liwey, Jing Xuan juga merasakan hal yang sama. Jika dua orang yang tengah berdiri di hadapannya sekarang ini memiliki sesuatu yang masih belum Jing Xuan mengerti.
"Hongli ... dia akan membunuh kalian," ujar Tan'er, iris amber miliknya bergerak gelisah. Tersirat jelas rasa gelisah dan ketakutan yang amat besar di wajahnya. Liancheng yang menyadari itu berusaha untuk menenangkan istrinya, dengan menggenggam kedua tangan Tan'er.
__ADS_1
Liwey tersentak mendengar perkataan Tan'er. Membunuh? Apa artinya hidup dirinya dan Jing Xuan tak akan aman saat ini? Apalagi mereka mengatakan jika sosok Hongli itu sudah bebas 'kan. Itu artinya kehidupan mereka tidak akan tenang mulai sekarang?
Liwey menatap Jing Xuan yang juga tengah menatapnya. Seperempat siku timbul di dahi pria itu, pertanda jika pria itu tidak mengerti apa maksud dari perkataan dua sosok di hadapannya.
Jing Xuan kembali menolehkan pandangannya pada dua sosok yang masih berdiri disana. "Apa maksudnya dengan akan membunuh kami?"
"Aku tak bisa mengatakannya sekarang, itu melanggar peraturan. Kau hanya perlu membawa istrimu ke kuil itu, Jing Xuan. Aku sudah memberitahumu sejak awal." Liangcheng menunjukkan raut geram saat menatap sosok yang merupakan cerminan dirinya itu. Dia sudah mewanti-wanti sejak awal, agar segera membawa Liwey ke kuil, namun pria itu tak segera melakukannya. Dan malah membiarkan waktu terus berjalan dan berakhir dengan kejadian yang tidak pernah terduga di dalam otaknya. Yaitu kebebasan Hongli.
Liwey menatap Jing Xuan, memang dirinya pernah mengatakan jika ingin pergi ku kuil dan Jing Xuan berjanji akan membawa dirinya jika sedang luang. Tapi dia tak tahu, kapan Liancheng menemui suaminya itu dan meminta langsung kepada Jing Xuan untuk membawanya. Tapi, yang masih terus menjadi beban pikiran Liwey adalah, untuk apa dirinya datang kesana? Ah ... Tan'er pernah mengatakan jika dirinya akan menemukan tujuannya sampai kedunia ini jika sudah berada di kuil itu. Tapi tetap saja, bagaimana caranya? Apa Liwey akan diberi penglihatan? Mukjizat? atau apa?
"Aku sudah mengatakan akan membawa istriku setelah pesta bertambah umur kaisar, jika kau lupa. Jadi jangan tunjukkan ekspresi seperti itu padaku." Jing Xuan berujar dingin. Matanya terpaku pada mata Liancheng, saling menatap tajam penuh permusuhan.
"Dan sampai sekarang kau belum membawanya?"
"Itu dikarenakan istriku baru saja pulih."
"Tetaplah keras kepala Jing Xuan, aku tak akan memperdulikannya lagi. Kurasa aku akan menerima kematian ini dengan lebih cepat." Liancheng menoleh kearah istrinya yang juga tengah menatapnya seolah mengatakan 'kenapa kau sepasrah itu', Liancheng menghela nafas berat. Di tariknya tangan sang istri untuk masuk kedalam lubang cahaya yang entah sejak kapan berada di sampingnya.
"Kami telah membawa jiwamu kemari untuk menyelamatkan kami dan juga ketujuh reinkernasi kami. Dengan mengambil risiko untuk mati dan tak dapat bereinkernasi jika saja kami gagal."
Liwey mengerutkan dahinya. Gagal? Gagal dalam apa? Kenapa Tan'er tak menceritakan keseluruhan saja.
Tan'er melepaskan pegangan tangannya dari Liancheng yang disambut dengan tatapan tak suka dari pria itu. Namun Tan'er tak peduli, wanita itu kini tengah mendekati kearah Liwey. "Hongli, dia dewa kemakmuran yang mempunyai tingkat keegoisan tinggi. Karena aku menolak untuk menjadi pasangannya, dia bersekutu dengan iblis dan berniat untuk membalaskan dendam pada kami...."
Tan'er mengelus lembut wajah Liwey. ".... aku tak bisa mengatakan keseluruhannya, kau perlu ke kuil itu jika ingin mengetahuinya." Tan'er tersenyum lembut, iris ambernya menatap Jing Xuan yang juga tengah menatapnya dengan dingin, dapat Tan'er tangkap jika pria itu masih tak percaya akan apa yang dikatakan oleh dirinya dan Liancheng.
Karena memang Jing Xuan tidak mudah untuk percaya. Apalagi saat mengetahui fakta bahwa mereka berdua adalah dewa namun menampakkan diri pada manusia sepertinya. Walaupun dia juga sedikit bingung karena dua orang itu memiliki rupa yang sama dengan dirinya dan Liwey, tapi bisa saja itu ulah sihir bukan?
Dan juga, jika orang-orang mengatakan Jing Xuan adalah anak kesayangan dewa karena memiliki kemampuan yang tak dimiliki oleh orang lain. Maka Jing Xuan sendiri, mengatakan kalau keistimewaan yang ia punya adalah sebuah kutukan. Ditambah lagi dengan warna matanya yang berbeda dari para manusia lainnya.
"Akan sangat sulit bagimu untuk percaya, tapi kali ini tolong bawa Liwey ke kuil itu, Jing Xuan." Itulah perkataan terakhir yang diucapkan Tan'er sebelum keduanya menghilang dibalik portal cahaya. Baiklah, Jing Xuan akan melakukan keinginan mereka dengan pergi ke kuil itu bersama Liwey.
__ADS_1
Liwey masih mematung akan apa yang baru saja ia lihat dan dengar. Kematian? Pembunuh? Hongli?
Argh ... Liwey masih tidak mengerti, dari semua perkataan dua dewa itu tadi seolah menjurus kepada Liwey. Seolah telah mengubah warna tujuan Liwey yang awalnya berwarna gelap tak memiliki apa-apa, hanya ruang hampa di dalam pikiran Liwey. Kini sudah berubah warna menjadi abu-abu memperlihatkan sedikit demi sedikit akan tujuan sebenarnya dirinya berada di sini.
Apakah tujuannya kemari adalah membunuh Hongli? Tapi untuk apa?
Hah. Liwey menghela nafas, dia tidak mengerti apa maksud sebenarnya.
"Tidurlah kembali." Suara berat Jing Xuan mengalun lembut ke indra pendengarannya. "Jangan pikirkan jika itu membuatmu bingung, aku akan membawamu ke kuil itu besok pagi," jelas Jing Xuan yang kini sudah membaringkan Liwey kedalam dekapannya.
"Jadi sekarang tidurlah." Jing Xuan mengelus surai coklat istrinya itu lembut. Dari sekian banyaknya ketidak percayaan dirinya akan perkataan dua orang itu, ada satu yang mengusik pikirannya saat ini. Yaitu perkataan Tan'er yang mengatakan jika mereka mengambil jiwa Liwey untuk membantu mereka.
Apa maksudnya? Apa, jiwa yang ada dalam diri Liwey bukan Liwey yang asli? Jadi, kemana perginya jiwa yang asli itu, dan jiwa siapa yang sebenarnya berada di tubuh Liwey sekarang ini.
Hanya ada satu kunci jawaban yang akan menjawab semua pertanyaan Jing Xuan. Yaitu kuil di Timur Dong Yuo.
Jing Xuan menarik nafas berat, berusaha untuk menepikan semua pertanyaan yang bersarang di otaknya. Baginya sekarang, jiwa Liwey yang melekat di tubuh wanita itulah jiwa yang ia cintai. Tidak dengan jiwa yang lain. Semoga saja kebahagian akan menyapa mereka kelak.
...°♡°♡°♡°...
Tbc ...
Tolong Like and komennya.
Usahakan tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian kepada tulisan Audhi yang gak seberapa ini.
Dan ya ... Audhi cuman mau bilang, jika cerita ini akan segera memasuki klimaks, dan itu artinya cerita ini akan segera tamat.
Tapi Audhi gak akan sebutin berapa banyak tepatnya chapter untuk Qu Liwey nantinya.
So, tetap nantikan cerita dari Audhi
__ADS_1
happy reading 🤓