
13 Maret 3000
Terjadi baku tembak di sebuah mall di Seoul, ibu kota Korea Selatan antara geng Bloody Rose Mafia dan Deadly Mamba Mafia.
"Mari kita akhiri disini." Teriak seorang gadis yang pemimpin Bloody Rose Mafia yang bernama Qin Mei Fu. Gadis berdarah campuran Korsel-China.
"Ayo kita akhiri. Aku sudah muakmelihat jal*ng sepertimu." Teriak seorang pria yang merupakan pemimpin Deadly Mamba yang bernama Alfano Kennan Xeviar. Pria berdarah Indonesia-Korea-London.
Mereka berdua adalah sepasang kekasih dan hari ini adalah hari pernikahan mereka berdua. Tetapi kenapa bisa baku hantam sampai tembak tembakkan seperti ini? Mari kita simak.
Flashback
London, Inggris.
1 bulan yang lalu
Disuatu pagi yang indah terdapat sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Mereka melepas rindu karena telah sang pria akan pergi ke luar negeri selama 2 minggu.
Seperti biasa sang pria pergi ke luar negeri untuk mengurus perusahaan dan sang gadis? Tentu saja mengurus mafia.
Tepat sekali mereka berdua adalah pasangan mafia ter-romantis di dunia. Lalu sang pria kecelakaan saat berada di jet pribadi pria itu.
Jet sang pria yang tak lain adalah Alfano di tembak oleh musuh mafianya. Dan pesawat pun jatuh.
Alfano selamat namun ia mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya hingga ia mengalami amnesia sementara. Ingatannya masih pada saat 2 tahun yang lalu saat saat dia masih bersama mantan jal*ngnya yang hanya menginginkan hartanya.
Alfano hanya mengingat nama, perusahaan, serta mafianya. Alfano bahkan tak mengingat kekasihnya hatinya yang menanti kepulangannya. Dia hanya merasa harus mendatangi seseorang.
Berita jatuhnya jet Alfano sudah tersebar ke seluruh dunia. Sang gadis yang tak lain dan tak bukan bernama Qin Mei Fu yang biasa dipanggil Fu'er panik dan dengan kecepatan penuh mengendarai mobil ke rumah sakit tempat kekasih hatinya dirawat.
Namun saat sampai di rumah sakit dia langsung sakit hati. Karena dia melihat kekasihnya sendiri sedang berpelukan mesra dengan seorang perempuan yang bukan keluarganya.
Ya. Perempuan yang sedang berpelukan dengan Alfano adalah mantannya Alfano. Isabella Courtzia, wanita seksi berdarah Meksiko - Perancis.
Kenapa Isabella disebut wanita sedangkan Fu'er disebut gadis? Tentu saja karena Fu'er masih polos. Belum tersentuh. Sedangkan Isabella? Alfano memergokinya berselingkuh saat Isabella sedang melakukan hubungan badan dengan orang kepercayaan Alfano, Galvin.
__ADS_1
Ok back to The Hospital.
Fu'er yang melihat hal itu langsung naik darah. Beraninya wanita itu menggoda kekasihnya lagi.
Bahkan sekarang kekasihnya memeluk wanita jal*ng itu dengan erat seakan tak ingin melepaskannya lagi.
Fu'er langsung mengambil pistol dari balik rok yang dikenakannya dan menembak Isabella 3 kali dipunggung.
Peluru tersebut hanya sedikit menggores Alfano dan tentu saja membunuh Isabella. Alfano yang melihat Isabella meninggal pun langsung marah.
Dia berteriak memanggil bodyguardnya yang berada diluar ruangan karena kondisinya saat ini tak memungkinkan untuk melawan musuh dihadapannya ini.
"Kau...beraninya kau membunuh kekasihku dasar jal*ng." Teriak Alfano.
Fu'er yang mendengar kekasihnya memanggilnya jal*ng pun langsung menitikkan air mata dan berkata, " Kau... Apa kau tak ingat aku?"
Hal tersebut pun tak luput dari pandangan Alfano. Alfano hanya merasa bersalah telah membuat gadis ini menangis. Tapi rasa marah nya menutupi semuanya.
Bodyguard yang berada diluar ruangan pun langsung mengecek keadaan tuan nya.
"No...nona. Maaf kami lupa memberi tau. Tuan Alfano mengalami amnesia dan tuan tak mengingat nona sama sekali. Tapi nona jangan khawatir. Tuan hanya amnesia sementara dan pernikahan anda akan berjalan seperti biasa tanpa ada hambatan." Ucap salah seorang bodyguard.
"Batalkan pernikahan itu dan bawa wanita ****** ini keluar. Kremasikan juga tubuh Isabella, kekasihku." Ucap Alfano dengan nada yang dingin.
"Maaf tuan, kami tak bisa melakukan itu." Ucap bodyguard itu.
"Lakukan sekarang atau kau kupecat." Ancam Alfano. Sedangkan Fu'er hanya diam mematung.
"Kami siap dipecat tuan." Ucap kedua bodyguard itu secara bersamaan. Kedua bodyguard itu tak berani menyentuh tubuh nonanya itu barang sehelai rambut pun. Karena mereka tau siapa nonanya itu.
Alfano yang marah pun langsung ingin memecat kedua bodyguard itu. Namun Fu'er langsung berkata dengan suara seraknya, "Tak perlu memecat mereka aku akan keluar sendiri."
Namun kedua bodyguard itu berkata, "Biarkan kami mengabdikan diri kami kepada anda nona."
Fu'er hanya mengangguk dan meninggalkan ruangan itu beserta kedua bodyguardnya. Alfano tambah marah melihat kedua bodyguard itu malah pergi mengkhianatinya.
__ADS_1
Sejak saat itu, Alfano memerintahkan seluruh anak buah mafianya untuk memburu Fu'er. Tapi para anak buah mafianya masih sayang nyawa mereka. mereka pun tak melakukan perintah Alfano.
Jadi, Alfano sendirilah yang turun tangan untuk memburu kekasihnya sendiri tapi yah begitulah itu semua berawal karena dia amnesia.
End Flashback
Yap. Alfano terus memburu Fu'er sampai hari ini. Hari pernikahannya. Dan saat ini mereka berdua malah beradu pedang.
Mereka berdua sama sama kelelahan dan kehabisan darah karena goresan sana sini entah itu dalam ataupun hanya goresan biasa, itu tak mempengaruhi keduanya.
Bahkan sekarang mereka saling menodongkan pistol. Dan,
DORRR
Fu'er terjatuh dengan dua timah panas. Satu dikepalanya dan satu lagi di jantungnya. Namun ia meninggal dalam keadaan tersenyum.
Karena apa? Tentu saja karena ia menembakkan peluru pistolnya sendiri yang telah berlapiskan racun butannya sendiri ke arah jantungnya.
Ia menembak dirinya sendiri bukan menembak Alfano. Bahkan setelah Alfano menembaknya pun, Alfano langsung memegang kepalanya sendiri dan berteriak kesakitan.
Yah. Itulah satu satunya cara agar Alfano mengingat dirinya. Dan tepat sekali Alfano tiba tiba mendapatkan memorinya kembali dan langsung menangis dengan keras di depan tubuh kekasihnya yang sekarat.
"Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku. Jika saja waktu itu aku tak pergi ke luar negeri, hari ini kita akan menikah. Maafkan aku, Sayang."
Tangis Alfano.
"Hmmmm ja...jangan...me...menangis...hah...hah....Sayang....sa....sampai...jumpa....di akhirat nati." Setelah mengatakan itu Fu'er menghembuskan nafas terakhirnya.
Meninggalkan Alfano yang terus menerus memanggil namanya dan menangis dengan keras.
"FU'ER. JANGAN TINGGALKAN AKU. KUMOHON JANGAN TINGGALKAN AKU." Teriak Alfano.
Sedangkan roh Fu'er sudah meninggalkan raganya dan pergi ke alam kematian.
Haloooooo. Apa kabar? Baik kan. Nah ketemu lagi sama aku pembuat cerita ini. Nah dari cerita cerita aku yang lain, yang ini yang paling menarik sih menurut aku ya. Soalnya aku sering baca yang time travell gitu. Nah dia time travell ke zaman China kuno. Jadi aku kepengen buat cerita yang kaya gitu jadi...... muncullah cerita ini. Nah penasaran ngak nih. Untuk visual bakal aku tunjukin minimal 1 visual di setiap chapter. Sekian dan terima kasih. Byeeeee
__ADS_1