
Setelah selesai bersiap Fei Li langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama ibunda dan kakaknya.
•NOTE : Fei Li panggil orang tua rohnya ibunda dan ayahanda kalau orang tua raganya nati dipanggil ibu dan ayah
Saat di depan ruang makan, kedatangan Li'er langsung diumumkan oleh kasim.
"TUAN PUTRI MEMASUKI RUANGAN." Ucap seorang kasim yang berdiri di depan pintu lalu mempersilakan Fei Li atau Li'er masuk.
Fei Li pun memasuki ruang makan disana Ia melihat ibunda dan kakak laki lakinya tapi Ia merasa ada aneh.
Ya. Ada 3 orang laki laki muda dan seorang laki laki yang terlihat masih muda namun tak menutupi umurnya yang bisa dikatakan lumayan tua yaitu sekitar 30 puluh tahunan.
"Fei Li mengucapkan salam kepada ibunda dan kakak." Ucap Fei Li dengan nada datarnya dan senyuman tipisnya.
"Kemarilah, Putriku. Ibundamu ini ingin memperkenalkan siapa orang orang ini kepadamu." Ucap Dewi Yama sambil menunjuk orang orang yang tak lain suami dan ketiga anak laki lakinya itu.
"Baik, Ibunda." Jawab Fei Li masih dengan nada yang sama, SANGAT DATAR.
Sedangkan Lin Guai hanya menggelengkan kepala mendengar nada dari adik perempuannya yang amat datar.
'Padahal kemarin bawelnya minta ampun.' Batin Lin Guai tapi Ia salah orang. Karena yang diejeknya bisa mendengar perkataan batinnya.
__ADS_1
"Aku mendengar semuanya, Kak." Ucap Fei Li dengan aura mematikannya dan itu membuat semua orang di ruangan itu bergidik ngeri.
"Me...mendengar a...apa?" Tanya Lin Guai sambil terbata bata.
"Batinmu." Ucap Fei Li singkat, padat, dan jelas.
"Eh.." Kejut Lin Guai. Dewi Yama yang masih merasa sedikit ketakutan pun mencairkan suasana
"Li'er sini duduk sebelah ibunda." Ucap Dewi Yama dan benar sekali. Keadaan kembali tenang.
Fei Li pun hanya menganggukan kepalanya dan duduk di sebelah Dewi Yama.
"Li'er perkenalkan ini ayahandamu lalu itu kakak pertamamu. Itu kakak keduamu dan itu kakak ketigamu." Ucap Dewi Yama sambil menunjuk suaminya kemudian anak pertama, anak kedua dan anak ketiganya.
"Eh..Be...benarkah?" Tanya Fei Li sambil terbata bata.
"Tentu saja benar. Sini peluk ayahandamu ini, Putriku sayang." Ucap Dewa semesta, Dewa penguasa seluruh dimensi. sambil merentangkan tangannya guna mengajak putri bungsunya itu untuk memeluknya.
Dan mereka berdua pun berpelukan seperti teletubies. Lalu semua ikut berpelukan mulai dari Dewi Yama lalu Gu an Rei dan yang lain lain.
Setelah berpelukan selama beberapa menit, mereka kembali ke pekerjaan masing masing seperti Dewi Yama dan Dewa semesta, suaminya.
__ADS_1
Sedangkan Fei Li dan keempat kakak laki lakinya pergi berlatih di arena pelatihan. Mereka bertaruh. Siapa yang menang semua ronde boleh meminta apapun dari yang kalah.
Mereka berduel mulai dari panahan, main pedang, tembak tembakkan, dan lain lain. Kalian sudah tau bukan siapa yang menang.
Siapa lagi selain Queen. Fei Li menang telak dan sesuai taruhan, Fei Li boleh meminta apapun dari keempat kakaknya itu.
Namun Fei Li tak ingin meminta apapapun dari kakak kakaknya sehingga nanti Fei Li boleh meminta apapun dari kakaknya saat Ia sudah menginginkan sesuatu.
**Loha welcome back. Sorry kalau lama up nya karena aku banyak tugas. Jadi aku minta maaf karena up semalam ini. Besok masih tetap up kok. Jadi tunggu ya. Jangan lupa like sama jadiin favorite. Kalau kalian mau boleh juga kalian vote cerita ini. Ya udah segini dulu buat kali ini. See you soon. Byeee ; )
Untuk visual anak pertama dan ketiganya aku cari dulu ya.
Ini ada visual suaminya Dewi Yama, Gu Ni Yang.
Ini visual dari anak keduanya Dewi Yama, Gu an Rei.
**
__ADS_1