
Cuplikan chap sebelumnya ~
Fei Li yang mengingat tujuan nya ke taman belakang pun langsung berdiri.
Lalu Fei Li menarik kakak kakak nya ke ruang kerja kakek nya soalnya para kakak kakak nya itu seperti tidak ada tulang.
Tapi kakak kakak nya langsung berdiri tegap saat berada di depan ruang kerja Mantan Jendral Besar Ahn.
•••••••
Lalu Fei Li masuk ke dalam di ikuti oleh kelima kakak laki laki nya itu. Mantan Jendral Besar Ahn pun langsung melihat ke arah Fei Li dan kakak kakak nya.
Tapi Mantan Jendral Besar Ahn bingung. Sepertinya ada yang aneh. Dan pria yang sudah berusia sekitar 70 an itu pun akhirnya menyadari kalau ada seorang pria yang terlihat tidak asing tepat di belakang Fei Li.
"Kek. Perkenalkan ini Gu Zhao Xiang, saudara kembar ku." Terang Fei Li saat melihat wajah kakek nya yang terlihat bingung.
Mantan Jendral Besar Ahn pun langsung menganggukkan kepala nya. Zhao Xiang pun cuma tersenyum kecil.
Lalu Fei Li yang sudah mulai lapar pun bertanya pada kakek nya.
"Apa kakek sudah makan?" Tanya Fei Li dan kakek nya cuma menggelengkan kepala ke kanan dan kiri.
Lalu Fei Li memerintahkan para pelayan menyiapkan makan siang untuk mereka semua.
Sambil menunggu makanan, mereka semua berbincang bincang sambil berjalan ke ruang makan.
__ADS_1
Saat sampai di ruang makan, mereka pun duduk tanpa ada pertengkaran seperti sebelumnya.
Karena Lin Guai, Nang Xin, dan An Rei sudah trauma dengan hukuman yang diberikan Fei Li bahkan mereka sampai pingsan.
Beberapa saat kemudian, makanan pun disajikan di atas meja makan. Mereka semua pun makan seperti biasa.
Setelah makan, Mantan Jendral Besar Ahn kembali mengerjakan berkas berkas di ruang kerja nya sendiri.
Sedangkan Fei Li dan kakak kakak nya langsung terbang ke markas pertama Fei Li untuk mengambil pakaian Fei Li.
Soalnya Fei Li akan kembali ke kediaman nya dan kakak kakak nya di Kerajaan Dewi Yama. Fei Li membereskan semua pakaian nya dan berpamitan pada seluruh anggota nya.
Lalu mereka berenam terbang menggunakan sayap masing masing ke Kerajaan Dewi Yama. Mereka langsung menghadap Sang Ibunda.
Dan Dewi Yama sendiri sangat terkejut saat melihat putra nya yang sudah lama menghilang kini telah kembali.
Kakak kakak nya Fei Li langsung saja berjalan masuk ke kamar Fei Li dan berjalan menuju beberapa tempat di ruangan itu.
Kemudian, mereka duduk di karpet dengan santai nya. Dan sebenarnya yang mereka ambil itu cemilan Fei Li yang di letakkan Fei Li secara sembarang di kamar nya.
Fei Li sendiri juga ikut makan cemilan dengan santai nya. Zhao Xiang yang baru pertama kali melihat cemilan milik Fei Li pun langsung mencoba nya.
Dan mulai saat itu, Zhao Xiang tergila gila dengan snack Fei Li. Dan Fei Li juga rutin mengirimkan snack ke kamar Zhao Xiang setiap pagi nya.
Dan beberapa minggu kemudian, Fei Li mendengar kabar kalau kakek nya sudah sekarat.
__ADS_1
Dengan cepat, Fei Li turun ke Kediaman Keluarga Ahn. Fei Li langsung saja mendarat tepat di depan kamar kakek nya itu.
Dan dengan perasaan cemas dan panik, Fei Li membuka pintu kamar kakek nya itu. Di atas kasur, terlihat Mantan Jendral Besar Ahn yang sudah menutup mata nya.
Fei Li langsung saja berlari dan duduk di pinggiran kasur tempat kakek nya sedang memejamkan mata nya.
Fei Li memanggil manggil kakek nya dan akhirnya kakek nya pun membuka mata nya. Fei Li pun langsung mengecek keadaan kakek nya itu.
Dan kakek nya ternyata terkena semcam penyakit yang belum diketahui nama nya. Fei Li pun panik dan mencoba menyembuhkan kakek nya dengan kekuatan elemen cahaya nya.
Tapi tidak berefek sama sekali. Kakek nya Fei Li yang sudah akan meninggal pun langsung memberikan seamplop surat wasiat ke Fei Li.
Dan tak lama, Mantan Jendral Besar Ahn pun tutup usia di umur yang ke 78 tahun. Fei Li mengadakan pemakaman yang sangat mewah untuk menghargai kepergian kakek nya itu.
Fei Li sendiri tidak berhenti menangis selama 2 hari berturut turut. Fei Li menyalahkan diri nya sendiri karena tidak cukup kuat untuk menyembuhkan kakek nya.
Kelima kakak nya Fei Li yang tidak tega melihat adik mereka terus terusan menangis pun mencoba segala cara untuk mengembalikan senyum adik mereka itu.
Sekitar 2 hari kemudian tepat di 5 hari setelah kematian kakek nya, Fei Li pun sudah mulai tersenyum dan melakukan pekerjaan nya lagi seperti biasa nya.
Dan akhirnya, sekitar sebulan kemudian, Fei Li memberanikan diri untuk membuka surat wasiat yang ditulis kakek nya itu.
Fei Li membuka laci kedua meja rias di kamar nya dan mengambil amplop berukuran sedang dari sana.
Lalu Fei Li pun membacanya. Isinya adalah......
__ADS_1
Hola apa kabar semuanya? Seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian boleh kasih vote. Yaudah deh ya segini dulu aja chap kali ini. See you soon. Byeeeeee.