
Cuplikan chap sebelumnya~~~~
"Ooo begitu yasudah ayo kita turun ke sana." Ajak Fang Xi ke Fei Li sambil membentangkan sayap putih besarnya.
"Oke. Ayo, Kak." Ucap Fei Li lalu ikut membentangkan sayapnya lalu turun ke kekaisaran Tanah bersama kakak ketiganya itu."
>>>>>>>>>
Kekaisaran Tanah
Fei Li dan Fang Xi langsung mendarat di hutan yang berada di sebelah timur kekaisaran tanah.
Mereka tak ingin membuat keributan jadi mereka mendarat di hutan bukan di tengah aula.
Setelah mendarat mereka menggunakan cadar yang tipis untuk menutupi wajah rupawan mereka dan juga saat turun dari dunia atas, rambut Fei Li berubah kembali menjadi warna hitam.
Fang Xi pun terkejut melihat perubahan warna rambut dari adiknya.
"Fei Li?!" Panggil Fang Xi ke Fei Li.
"Ya, Kak? Kenapa?" Tanya Fei Li dengan senyum manisnya walau tak terlihat karena memakai cadar.
__ADS_1
Meski tipis, cadar itu berwarna hitam sehingga setengah wajah Fei Li tidak terlihat sama sekali.
"Rambutmu! Kenapa berubah warna?" Tanya Fang Xi dengan raut terkejutnya meski tertutup cadar yang sama seperti milik Fei Li.
"Ooo rambut ya? Saat di dunia atas, rupa asliku akan muncul sedangkan bila aku turun ke dunia bawah, rupaku menjadi wajah ragaku di dunia ini." Jelas Fei Li menerangkan dan tentu saja dibalas anggukkan dari Fang Xi.
"Yasudah, Kak. Ayo!" Ucap Fei Li mengajak kakaknya yang satu ini.
Mereka Pun berjalan berdampingan keluar dari hutan. Saat keluar dari hutan, mereka tentu saja mendapat pandangan terkejut dari para warga yang menempati desa di dekat hutan itu.
'Lihatlah ada seorang pria dan seorang gadis keluar dari hutan.' Bisik seorang perempuan dwarf dengan suara yang cukup besar (yang tampak seperti ibu ibu komplek yang suka gosip itu lho) yang sepertinya warga desa tersebut.
'Jangan jangan mereka melakukan hal tak senonoh didalam sana.' bisik perempuan disebelah ibu ibu yang juga seperti dwarf tadi dan nada bicaranya sama seperti ibu ibu tadi.
Tentu saja Fang Xi tidak terima adik perempuan kesayangannya dihina oleh ibu ibu tak tau malu itu.
NOTE : •Dwarf yang paling tinggi itu hanya sampai perut perempuan bangsa manusia biasa.
•Tinggi Dewa Dewi biasanya lebih tinggi daripada manusia normal minimal 190 Cm untuk Dewa Dewi berumur 20 tahunan seperti Fei Li.
•Umur Fei Li diukur dari waktu Ia dilahirkan bukan saat Ia bereinkarnasi.
"Sudahlah, Kak. Biarkan saja orang orang yang suka nyinyir itu bicara yang ta****k penting. Lebih baik kita segera temui kaisar." Teriak Fei Li dengan suara yang sengaja dikeraskan.
__ADS_1
Setelah mendengar teriakan Fei Li tadi, kedua ibu ibu tadi langsung menggigil ketakutan mendengar kata kaisar yang disebutkan oleh Fei Li tadi.
Fang Xi yang mendengar teriakan adiknya tadi langsung segera berlari kecil menyusul adiknya yang telah berjalan mendahuluinya.
Setelah Fang Xi berhasil menyusul Fei Li yang sudah jauh, mereka pun berjalan berdampingan menuju kekaisaran.
Saat hampir sampai ke kekaisaran, ada angin lumayan besar yang menerpa wilayah yang dilalui oleh mereka berdua.
Tentu saja hal itu membuat cadar yang dipakai dua bersaudara itu berterbangan hingga lepas tapi tak disadari oleh mereka berdua.
Setelah angin itu hilang, semua orang langsung melirik ke arah dua bersaudara itu. Tentu saja karena wajah rupawan mereka berdua.
Mereka yang tiba tiba menjadi pusat perhatian hanya bingung tapi mereka menajamkan pendengaran mereka dan akhirnya mereka tau alasannya.
'Lihatlah gadis itu wajahnya sangat cantik ya. Seperti bidadari yang turun dari khayangan.' Ucap seorang warga yang berbisik ke orang sebelahnya.
Mereka langsung melihat satu sama lain dan terkejut.
"OH TIDAK. CADARNYA LEPAS!" Teriak mereka secara bersamaan yan gmakin membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.
Akhirnya mereka pun berlari ke kekaisaran secepat mungkin dan tentu saja karena lari mereka berdua sangat cepat, mereka menjadi tak terlihat.
Hola welcome back. Sekian buat chap kali ini. So jangan lupa klik like juga jadiin favorite ya. Jangan lupa kasih rating juga. So seeyou soon guys. Byeeeee ; )
__ADS_1