
Untuk hari kedua, ketiga, keempat, dan kelima mereka dibebaskan. Fei Li juga sudah mengelilingi ibu kota beberapa kali selama itu.
Dan saat hari keenam, mereka pergi ke pasar lagi untuk membeli lampion. Di ibu kota Kerajaan Angin ini, ada festival penerbangan lampion seminggu sekali.
Lebih tepatnya setiap hari Sabtu. Jadi mereka membeli lampion masing masing satu dan menuliskan permohonan mereka pada salah satu sisi lampion yang kosong.
Dan pada saat malam hari setelah makan malam, mereka semua pergi ke luar penginapan dan berjalan menuju halaman pengianapan yang bisa dibilang cukup luas dan menerbangkan lampion masing masing dengan senyuman yang tidak luntur dari wajah mading masing.
Tak terkecuali Fei Li, Jonathan, Fan Fan, dan Fen Fen. Dan semua lampion pun terbang ke langit. Semakin kecil, lebih kecil lagi dan akhirnya menghilang di kegelapan langit malam.
Setelah itu, mereka kembali masuk ke dalam penginapan dan tidur di kamar masing masing.
•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~~•~•
Pagi hari pun tiba. Matahari menunjukan dirinya malu malu. Berbeda dengan markas Fei Li. Di ibu kota Kerajaan Angin tidak ada kicauan burung burung yang bernyanyi merdu.
Di ibu kota Kerajaan Angin ini hanya ada orang orang yang berlalu lalang di jalanan. Mereka juga sudah bangun pukul 5 pagi. Pemilik penginapan sendiri sampai terkagum kagum dengan kedisiplinan mereka.
Karena hari ini hari liburan terakhir mereka, mereka diperbolehkan pergi sesuka mereka dan kembal iberkumpul sebelum pukul 2 siang.
Sebenarnya anak buah Fei Li sudah tak sabar menjalankan misi. Saat pukul 2 siang, mereka sudah berkumpul di penginapan dan sudah menyiapkan elang masing masing.
Lalu mereka pun kembali ke markas pertama sedangkan Fei Li pergi ke markas keduanya atau mall milik nya. Fei Li masuk ke mall sebagai pengunjung dan bukan sebagai pemilik untuk melihat kinerja dan kesopanan para anak buah nya.
Semua berjalan lancar sampai ada seorang perempuan membentak pegawai perempuan Fei Li di salah satu toko pakaian. Fei Li pun pergi menghampiri toko itu karena penasaran.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanya Fei Li ke pegawai nya itu. Karena pegawai perempuan nya yang satu itu mengenali Fei Li, pegawai itu langsung menundukan kepala nya dan menceritakan semuanya.
Ternyata perempuan itu marah karena pegawai itu berpapasan secara tidak sengaja dengan perempuan itu bahkan perempuan itu mengaku kalau dia lah pemilik mall itu.
Fei Li yang mendengar itu hanya tertawa kecil. Lalu Fei Li berjalan mendekat ke arah perempuan itu.
"Pemilik mall ini heh? Setahuku pemilik mall ini itu cucu perempuan dari Mantan Jendral Besar Ahn." Ujar Fei Li dengan nada meremehkan nya.
"Kau sudah tau he? Ya itu aku. Aku adalah cucu perempuan Mantan Jendral Besar Ahn." Ucap perempuan itu dengan angkuhnya.
Sedangkan pengunjung lain langsung tertawa karena mereka sudah tau wajah cucu perempuan Mantan Jendral Besar Ahn.
Karena yang lain menertawainya, perempuan itu mulai menggertak dengan menggunakan nama Mantan Jendral Besar Ahn dan sungguh kebetulan.
Pada saat itu tiba tiba Mantan Jendral Besar Ahn muncul. Mantan Jendral Besar Ahn yang melihat Fei Li langsung tersenyum ke arah cucunya itu.
Perempuan itu dengan tidak tau malunya langsung mendekat ke arah Mantan Jendral Besar Ahn. Para pengunjung yang lain cuma meratapi nasib perempuan itu nantinya.
Mereka sangat tau watak Mantan Jendral Besar Ahn. Beliau sangat tidak suka disentuh oleh oleh orang tidak dikenal.
Fei Li juga cuma berjalan mendekat kearah Mantan Jendral Besar Ahn dan berhenti tepat di depan kakeknya itu.
Mantan Jendral Besar Ahn yang melihat Fei Li berhenti tepat di depannya langsung merentangkan tangannya untuk memeluk cucu perempuannya itu.
Tapi Si perempuan tak tau malu itu langsung memeluk Mantan Jendral Besar Ahn dengan erat. Fei Li yang melihat itu langsung tertawa dengan terbahak bahak.
__ADS_1
Wajah Mantan Jendral Ahn langsung berubah warna menjadi merah kehitaman karena merasa marah pada perempuan yang dengan tidak tau malunya mengaku sebagai cucu perempuan nya yang sangat cantik itu.
Para pengunjung laki laki langsung terpana melihat Fei Li yang tertawa. Tanpa Fei Li dan kakeknya ketahui, Semua pria muda di Kerajaan Air sudah memberikan Fei Li gelar calon istri idaman.
Sedangkan para ibu ibu dan bapak bapak sudah memberi Fei Li gelar calon menantu idaman. Terlepas dari kecantikan nya, Fei Li itu pandai memasak dan bersih bersih.
Ok back to topic~
Mantan Jendral Besar Ahn langsung melepas pelukan perempuan tidak tak tau malu dengan paksa dan memeluk Fei Li dengan erat.
Sudah hampir sebulan Fei Li tidak bertemu dengan kakek yang membesarkan nya selama 17 tahun ini.
"Apa kabar, Kek?" Tanya Fei Li sambil melepas pelukan kakeknya.
"Kakek baik baik saja. Menginaplah ke kediaman sekali atau dua kali seminggu." Ucap Mantan Jendral Besar Ahn ke Fei Li dengan tatapan sendu nya.
"Baiklah, Kek." Ucap Fei Li dengan nada santai nya.
Lalu Fei Li dan kakeknya pu nberkeliling mall bersama sama. Setelah puas berkeliling, Fei Li mengantar kakeknya ke Kediaman Keluarga Ahn lalu kembali ke markasnya.
Besok Fei Li harus mengikuti liburan gelombang 2 jadi Fei Li harus segera istirahat.
Lalu keesokan harinya Fei Li berangkat naik phoenix dan yang lain naik elang seperti biasa. Lalu urutan acaranya sama saja seperti gelombang pertama.
Dan seminggu kemudian mereka kembali ke markas dan istirahat. Dan keesokan harinya mereka kembali ke misi.
__ADS_1
Dan kalau ada yang bertanya tentang bagaimana nasib perempuan tadi, jawaban nya adalah para penjaga menyeret paksa perempuan itu karena telah membuat keributan.
Hola apa kabar semuanya? Ketemu lagi sama aku di novel ini dan seperti biasa jangan lupa like sama jadikan favorite. Dan kalau kalian mau, kalian boleh kasih vote. Yaudah deh segini dulu aja ya. See you soon. Byeeeeee.