
Cuplikan chap sebelumnya ~
Dan saat pintu terbuka, Fei Li terkejut. Di dalam ruangan ada seorang pria yang cukup dikenal nya.
Pria itu juga pernah menjadi klien nya. Yah orang itu adalah Lin Zhen Bei, pangeran mahkota Kerajaan Petir.
Tapi kenapa bisa preman-preman ini mengganggu kenyamanan para rakyat.
•••••••
Lin Zhen Bei Pov
Hari ini, aku menghabiskan waktuku di markas kelompokku. Akhir-akhir ini ada sekelompok preman yang menyebut diri mereka sebagai anghota kelompokku, Perisau Kelam.
Aku tidak tau kalian sudah tau atau belum.Akan tetapi, aku ini seseorang yang mengalami reinkarnasi.
Dunia tempat aku hidup sebelumnya adalah dunia modern. Aku mengingat semua yang terjadi saat masih hidup di duniaku sebelumnya.
Baiklah ayo kita kembali bicara tentang kelompok imitasi tadi. Aku sudah berusaha menangkap mereka sampai kekaisaran juga sudah turun tangan.
Akan tetapi, kelompok imitasi itu sepertinya memiliki pendukung yang sangat kuat dibelakang nya.
Aku sudah mencoba mencari tau hal itu, Tapi aku tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Tapi kalau begini terus, kelompokku yang akan disalahkan. Maka dari itu, aku mencoba meminta bantuan dari Dewi penguasa Kekaisaran Petir ini.
Dan bukan sombong ya tapi aku sudah pernah melihat dewi sebelum pengangkatan dewi menjadi seorang penguasa.
Kalau tidak salah namanya ada 2. Ahn Fei Li dan Gu Fei Xiang. Dan aku bingung bagaimana memanggilnya.
Jadi aku putuskan untuk memanggil dengan sebutan Dewi Fei. Cukup mudah diingat dan kedua nama dewi memiliki kata Fei.
__ADS_1
Lalu aku pun mengenang saat-saat di pelelangan itu. Jujur saja sepulang dari pelelangan, gambaran tentang dirinya sellau muncul di benakku.
Dan jantungku selalu berdetak dengan sangat cepat. Aku juga merasa kalau aku jadi lebih sering tersenyum dari pada biasanya.
Saat aku sedang tenggelam dalam lamunanku, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruanganku.
Aku pun menyuruh nya masuk. Dan ternyata itu salah satu anggota kelompokku yang tadi kusuruh untuk memata matai kelompok imitasi itu.
Mereka kusuruh menyamar dan berperilaku seperti anggota kelompok imitasi itu tapi tidak memalak orang seperti mereka tentu nya.
Dan ternyata, anggota kelompokku itu membawa 3 orang asing bagiku. Eh tunggu dulu.
Bukankah itu Dewi Fei? Kenapa ada disini? Dan siapa 2 orang pria itu? Kenapa mereka bertiga ada disini?
Aku pun bingung dan bertanya pada anggota kelompokku yang membawa mereka kesini tadi,
"Apa apaan ini?" Lalu anggotaku tadi langsung menundukan kepala nya dan berkata,
"Nah tadi, kami menghadang orang yang lewat seperti kelompok imitasi itu. Dan waktu itu, kami menghadang nona dan 2 orang pengawalnya ini...
"Dan waktu itu, kami hanya berusaha menggertak mereka agar meninggalkan daerah pasar karena berbahaya...
"Akan tetapi, 2 orang pria ini malah melawan. Jadi kami terpaksa melawan mereka juga. Dan pada akhirnya kami kalah...
"Maka dari itu tadi kami memanggil bantuan. Akan tetapi, kami tidak tau kalau ada sekitar 10 orang preman yang ada di kelompok imitasi itu yang menyusup ke kelompok kami dan mengarahkan pisau ke depan leher nona ini...
"Tapi syukurlah nona ini bisa menghadapinya dan ketua tadi nona ini keren sekali. Nona ini juga sangat kuat dan berbakat hingga mampu menjatuhkan semua preman dari kelompok imitasi yang menyerangnya...
"Maka dari itu, aku mencoba mengajak nona ini masuk ke kelompok kita dan membawa nona ini dan kedua kelompoknya kesini." Ucap anggotaku itu.
Aku pun hanya menganggukkan kepala ku saat mendengar ceritanya. Sebenarnya aku tidak masalah kalau anggotaku ingin merekrut anggota baru.
__ADS_1
Tetapi kali ini masalah nya beda. Yang dibawanya itu seorang Putri Dewi. Ingin ku teriak.
"Astaga, kau sudah melakukan hal yang cukup gila. Apa kau tau siapa yang kau bawa?" Ucapku pada anggotaku yang satu itu.
Anggotaku itu cuma menggeleng dan tambah menundukkan kepalanya. Lalu aku pun berkata,
"Kau membawa seorang Putri Dewi." Ucapku dan anggotaku itu langsung menegakkan kepalanya.
Dan terlihat sekali kalau dia terkejut. Sedangkan Dewi Fei cuma tersenyum mendengar perkataanku.
Eh aku tersadar akan sesuatu. Apakah Dewi Fei mengira kalau kelompokku adalah kelompok imitasi itu.
"Sebenarnya aku yang melaporkan perihal kelompok preman itu pada Dewi." Ucapku.
Lalu aku bangkit dari duduk ku dan mengajak Dewi Fei ke sebuah ruangan rapat di markas atau bisa dibilang mansion ini.
Disana, aku menjelaskan semuanya mulai dari awal. Sampai yang perintahku untuk menyamar tadi.
Dewi Fei pun cuma menganggukkan kepalanya. Lalu Dewi Fei pun mengajak kelompokku untuk bekerja sama menangkap kelompok imitasi itu.
Dan tentu saja aku menyetujui nya. Kan siapa tau kami bisa berduaan eh maksudnya menyelesaikan masalah ini.
Kan siapa tau nanti aku bisa pdkt. Berhubung aku jarang bertemu dengan Dewi Fei. Jadi aku manfaatkan saja.
Dan setelah pembicaraan itu, aku segera menyuruh anggota kelompokku untuk melakukan penyamaran lagi.
Tapi sepertinya aku pernah mendengar suara ini selain yang di pelelangan waktu itu. Oh iya suara Dewi Fei sama dengan suara pemimpin organisasi Bloody Rose Mafia.
Aku mulai curiga kalau mereka adalah orang yang sama. Akan tetapi itu tidak mungkin. Tapi sudahlah lebih baik aku memikirkan masalah ini.
Halo semuanya apa kabar? Seperti biasa jangan lupa like dan jadika favorite. Kalau mau kalian boleh kasih vote. Yaudah deh segini dulu aja chapter kali ini. See you soon. Byeeeeee
__ADS_1