
Cuplikan chap sebelumnya ~
Karena berkeliling mall sebesar itu cukup melelahkan. Maka dari itu, mereka langsung tidur di kamar masing-masing.
Mereka sudah makan malam di mall tadi jadi mereka tidak perlu makan lagi.
••••••••
Keesokan harinya, Fei Li bangun pukul 5. Fei Li mandi dan bersiap siap seperti biasa.
Lalu pukul 7 pagi, Fei Li sarapan bersama keluarga nya. Setelah sarapan, Fei Li berpamitan pada orang tua nya.
Hari ini, rencana nya Fei Li akan turun langsung untuk mengatasi beberapa masalah di daerah kekuasaan nya sebagai seorang dewi.
Lalu Fei Li pun ke ruang kerjanya di Kerajaan Petir terlebih dahulu karena ada beberapa berkas yang harus ditangani terlebih dahulu.
Setelah 15 menit menangani berkas, Fei Li pun memutuskan untuk menangani sekelompok preman yang selama ini menggangu ketenangan warga.
Kelompok preman itu tinggal di tengah ibu kota Kerajaan Petir. Pihak Kerajaan Petir sendiri sudah mencoba membubarkan dan menangkap anggota dari kelompok preman itu.
Tapi semua yang upaya mereka lakukan tidak ada yang berhasil. Maka dari itu, mereka meminta bantuan dari kekaisaran.
Tetapi ternyata kelompok preman itu memiliki latar belakang yang cukup kuat. Dan akhirnya mereka meminta anak buah dari dewi penguasa Kekaisaran Petir.
Nama kelompok preman itu adalah Perisai Kelam. Tapi bukan nya anak buah nya yang datang. Melainkan Sang Dewi sendiri yang ikut turun tangan.
Fei Li langsung saja keluar dari ruang kerjanya dan memanggil 2 orang dewa atau bisa dibilang anak buah Fei Li untuk mendampingi nya.
Karena bagaimana pun Fei Li itu seorang Dewi. Pasti ada yang mengincar nyawa Fei Li.
__ADS_1
Apa lagi Fei Li itu penerus dari pemilik seluruh alam semesta ini. Lalu Fei Li pun memanggil Miao Li dan menaiki Miao Li.
Dan memang jarak nya lumayan dekat. Kira kira begini petanya.
Karena bangunan ruang kerja Fei Li berada di ibu kota Kerajaan Petir, jadi Fei Li dan 2 orang dewa yang lain hanya perlu pergi ke pasar.
Kenapa pasar? Karena di pasar ibu kota Kerajaan Petir ini lah tempat para preman itu beraksi.
Dan mungkin karena Fei Li itu cukup beruntung, tiba tiba ada sekelompok preman yang menghalangi jalan Fei Li.
Sontak 2 orang dewa tadi pasang badan guna melindungi Fei Li. Dan orang orang di kelompok preman itu mulai berpencar dan mengepung Fei Li dan 2 orang dewa yang mendampingi nya.
Saat 2 orang dewa yang mendampingi Fei Li tadi melawan para preman, ada seorang preman yang datang dari belakang Fei Li dan mengarahkan pisau di dekat leher bagian depan Fei Li.
Saat 2 orang dewa itu melihat Fei Li dijadikan sandera, mereka pun berhenti menyerang dan meminta mereka untuk melepaskan Fei Li.
Dan dengan cekatan, Fei Li menjauhkan tangan preman yang terdapat pisau tadi dari leher nya.
Lalu Fei Li melompat cukup tinggi masih dengan memegang tangan preman tadi dan mendarat tepat di belakang preman itu.
Jadi tangan preman itu sudah terputar 360° dan tangan kanan preman tadi yang memegang pisau sudah patah.
Dan Fei Li langsung mengambil tangan kiri preman itu lalu menarik tangan itu kebelakang secara paksa dan mencengkeram tangan kiri preman itu hingga patah.
Lalu Fei Li menendang preman itu ke depan. Alhasil, preman itu merintih kesakitan sambil memegang kedua lengan nya di tanah.
Sedangkan preman lain yang melihat Fei Li menjatuhkan teman mereka langsung marah dan menyerbu Fei Li juga 2 orang dewa itu.
__ADS_1
Fei Li menumbangkan 10 preman yang mengepung nya dalam 3 menit. Dan Fei Li hanya memakai ilmu bela diri nya saja.
Tapi setelah 11 preman tadi tumbang, ada bala bantuan yang datang. Fei Li langsung saja menghabisi semua nya dan bertanya,
"Dari kelompok mana kalian?" Para preman yang belum dihajar Fei Li langsung menyeringai dan berkata,
"Kami dari Perisai Kelam. Kenapa? Kau takut, Nona? Begini saja kau kami ampuni kalau kau bersedia ikut kami. Soalnya kau cukup berbakat." Fei Li pun berpikir sejenak lalu menganggukan kepala nya dan berkata,
"Baiklah aku masuk ke kelompok kalian."
Sebenarnya, Fei Li ingin menyusup ke dalam kelompok itu dan menghancurkan nya berkeping-keping dari dalam.
Dan akhirnya Fei Li pun ikut pergi bersama preman tadi. Begitu pula dengan 2 orang dewa yang mendampingi nya tadi.
Lalu sekitar 10 menit berjalan, Fei Li sudah berada di sebuah lorong sempit dan gelap. Dan di depan Fei Li sudah ada sebuah pintu kayu.
Dan preman tadi langsung membuka pintu kayu itu. Di balik pintu kayu itu ada 3 buah cabang jalan lagi.
Preman itu langsung berjalan menuju jalan yang paling ujung kanan. Fei Li pun hanya mengikuti saja.
Setelah melalui jalan berkelok-kelok, akhirnya mereka semua sampai di sebuah markas yang bisa dibilang modern seperti markas Fei Li.
Fei Li sekarang jadi penasaran akan pemimpin markas ini. Mereka semua masuk ke dalam sana.
Fei Li dan 2 orang dewa tadi langsung. dibawa menuju ruangan pemimpin kelompok preman Perisai Kelam.
Dan saat pintu terbuka, Fei Li terkejut. Di dalam ruangan ada seorang pria yang cukup dikenal nya.
Pria itu juga pernah menjadi klien nya. Yah orang itu adalah Lin Zhen Bei, pangeran mahkota Kerajaan Petir.
__ADS_1
Tapi kenapa bisa preman-preman ini mengganggu kenyamanan para rakyat.
Jawabannya ada di chapter selanjutnya hehe. Yaudah deh seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian beh kasih vote. Yaudah deh segini dulu aja chapter kali ini. See you soon. Byeeeeeeee.