Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Penyerangan tiba tiba


__ADS_3

Karena sudah hampir 3 minggu sejak Fei Li pergi dari kediaman nya yang berada Kerajaan Dewi Yama.


Dan juga rencana nya hari ini Fei Li akan menginap di Kediaman Keluarga Ahn hari ini. Fei Li langsung saja mengabari para anggota nya dan pergi ke Kediaman Keluarga Ahn.


Dan saat sampai, Fei Li langsung saja pergi ke ruang kerja milik Mantan Jendral Besar Ahn. Karena biasanya Mantan Jendral Besar Ahn berada di ruang kerja nya di jam jam seperti ini.


Dan tepat sekali. Mantan Jendral Besar Ahn ada di ruang kerja nya sambil mengerjakan banyak berkas berkas.


Karena Mantan Jendral Besar yang wajahnya tak kunjung menua itu merasa ada yang masuk ke ruang kerja nya, Mantan Jendral Besar Ahn pun mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang memasuki ruang kerja nya tanpa mengetuk pintu sama sekali.


Dan saat melihat ke arah pintu ruang kerja nya yang telah terbuka itu, Mantan Jendral Besar Ahn langsung dengan cekatan memeluk Fei Li dan memutar badan nya.


Dan jlebbb


Ada sebilah pedang menusuk di punggung Mantan Jendral Besar Ahn. Fei Li yang merasa ada yang aneh langsung melepaskan pelukan kakek nya dan melihat ke wajah kakek nya.


Dan kakek nya langsung terbatuk batuk. Fei Li yang mulai curiga pun melihat ke arah telapak tangan kakek nya itu.


Mata Fei Li langsung membola saat melihat darah di telapak tangan kakek nya itu dan tak lama ada darah keluar dari mulut Mantan Jendral Besar Ahn.


Fei Li pun mulai cemas dan bertanya pada kakek nya itu.


"Kakek ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Fei Li dengan nada cemas nya sedangkan orang yang ditanya cuma tersenyum.


Fei Li pun mulai tambah cemas dan Fei Li pun membalikkan tubuh kakek nya itu. Dan Fei Li melihat dengan mata kepala nya sendiri, sebilah pedang perak menusuk ke punggung kakek nya.


Dan ada bercak darah yang masih basah di pakaian dekat pedang itu tertusuk. Dan tiba tiba tubuh dari Mantan Jendral Besar Ahn langsung merosot ke bawah dan jatuh.


Fei Li langsung memangku kepala kakek nya yang sudah kehilangan kesadaran dan langsung teriak teriak ke pelayan untuk memanggil tabib secepatnya.

__ADS_1


Fei Li mencabut pedang yang menancap di punggung kakek nya dengan tangan bergetar. Saat pedang itu sudah terlepas, Fei Li langsung menggunakan kekuatan cahaya nya untuk menyembuhkan luka itu.


Dan beberapa menit kemudian tabib datang. Luka Mantan Jendral Besar Ahn sudah membaik karena kekuatan cahaya Fei Li yang dahsyat.


Tapi tetap saja Mantan Jendral Besar Ahn kekurangan darah. Sang Tabib pun langsung memberikan sebotol obat untuk di minumkan ke Mantan Jendral Besar Ahn.


Lalu setelah meminum obat itu, wajah Mantan Jendral Besar Ahn yang semula sangat pucat secara perlahan kembali seperti semula.


Setelah itu, Fei Li menyuruh dua orang penjaga pintu laki laki menggendong kakek nya ke kamar.


Sedangkan Fei Li sendiri memberi upah untuk Sang Tabib dan tak lupa mengucapkan terima kasih.


Sang tabib juga memberikan sebotol obat untuk di oleskan di luka Sang Mantan Jendral Besar yang efek nya untuk mencegah infeksi pada luka.


Fei Li pun hanya mengangguk kan kepala nya dan mengantar Sang tabib ke pintu gerbang. Setelah Sang Tabib pergi, Fei Li langsung berlari ke kamar kakek nya.


Sebenarnya tadi para pelayan melihat insiden itu tapi tidak ada satu pun dari mereka yang melihat wajah Sang Tersangka.


Mereka cuma tau kalau Sang Tersangka itu memiliki tinggi sekitar 187 Cm. Tersangka itu memakai kain yang menutupi mulut dan hidung nya.


Sang tersangka juga tidak memiliki alis. Dan warna kulitnya putih kecoklatan. Dengan informasi seperti itu sudah cukup untuk penyelidikan.


Fei Li langsung pergi kembali ke markas nya dan langsung menemui Rixana dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan di ruang para penyelidik (ruangan para informan).


Fei Li langsung mengutus Rixana dan anak buahnya menyelidiki orang itu. Fei Li menginginkan secara detail mulai dari nama, latar belakang, alamat kediaman, dan lain nya.


Rixana juga langsung melaksanakan tugas itu. Setelah dari ruangan Rixana, Fei Li langsung teleportasi kembali ke Kediaman Keluarga Ahn lagi untuk meninjau keadaan kakek nya.


Fei Li duduk di pinggir kasur tempat kakek nya sedang terbaring lemah. Fei Li menyalahkan diri nya sendiri atas insiden kali ini. Jika saja kakek nya tidak melindungi nya.

__ADS_1


Jika saja Ia tidak pergi ke Kediaman kakek nya hari ini. Jika saja. Hanya jika saja. Tapi yang terjadi hari ini juga tidak di prediksi sama sekali.


Karena Fei Li terua menerus menyalahkan dirinya, para pelayan mulai cemas. Karena biasanya nona nya ini bersikap tenang tapi sekarang nona nya itu sungguh berbeda.


Para pelayan pun membujuk Fei Li untuk istirahat dan mengganti pakaiannya. Fei Li pun akhirnya menurut dan kembali ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.


Tapi setelah mengganti pakaiannya, Fei Li langsung turun tangan menyelidiki orang itu. Berita tentang Mantan Jendral Besar Ahn diserang sudah tersebar kemana mana.


Karena Mantan Jendral Besar Ahn adalah seorang tiran perang yang tangguh. Para pejabat seperti para menteri, dll langsung berkunjung ke Kediaman Keluarga Ahn.


Mereka bertanya tentang keberadaan cucu Mantan Jendral Besar Ahn. Sedangkan para pelayang cuam menjawab seadanya.


Para pejabat kagum pada keberanian Fei Li yang langsung turun tangan menyelidiki insiden itu.


Lalu pada saat malam hari, Fei Li pun akhirnya istirahat di kamar nya sendiri di Kediaman Keluarga Ahn.


Karena Fei Li tidak bisa tertidur, Fei Li pun pergi ke halaman belakang Kediaman Keluarga Ahn dan duduk di bawah pohon.


Angin sepoi sepoi pun mulai menerpa wajah cantik Fei Li dan Fei Li pun mulai bernyanyi dengan suara merdu nya.


Fei Li bernyanyi menggunakan bahasa yang dipakai di dunia tempat Ia hidup sebelumnya. Lagu itu terdengar menyayat hati bagi orang yang mengerti arti lagu itu.


Intinya lagu itu mengandung arti kesedihan dan penyesalan. Fei Li terus bernyanyi sambil meneteskan air mata sedikit demi sedikit sampai akhirnya tertidur karena kelelahan tepat di bawah pohon.


Tanpa Fei Li sadari, ada seorang pria yang mendengar nya bernyanyi sedari tadi dan pria itu mengerti arti lagu yang dinyanyikan Fei Li.


Pria itu menggendong Fei Li yang tertidur dengan bridal style ke kamar milik Fei Li. Lalu pria itu membaringkan Fei Li di kasur Fei Li dengan lembut dan menghilang begitu saja.


Hola apa kabar semuanya? Oh iya aku kasih spoileran ya , orang itu bukan Alfano. Dan seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian juga boleh kasih vote. Yaudah deh segini dulu aja buat chap kali ini. See you soon. Byeeeeee.

__ADS_1


__ADS_2