Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Pelatihan


__ADS_3

Setelah kejadian memalukan itu, keempat kakaknya bersiap siap dan mereka langsung keluar dari kamar menuju halaman belakang.


Dan memang sudah banyak sekali orang disana karena 5 menit lagi pelatihan dan latih tanding akan dimulai.


Saat itu karena pelatihan belum dimulai, Fei Li langsung melakukan pemanasannya meski hanya sekitar 3 menit.


Sedangkan keempat kakaknya juga mengikuti gerakan pemanasan yang dilakukan Fei Li. Kemudian 3 menit yang singkat itu pun berlalu.


Jendral Besar Ahn sebagai tuan rumah langsung memulai acara agar berhajalan seperti biasa.


Mereka memulai pemanasan bersama sama. Setelah selesai, mereka masuk ke dalam suatu ruangan yang mirip stadion bola tapi lapangan rumputnya itu bisa dibilang ring.


Tapi bukan ring basket ya. Ring buat arena tinju itu loh. Di penggir ring itu terdapat pembatas yang berfungsi untuk melindungi penonton dari sisa-sisa material yang terlempar keluar.


Saat mereka masuk ke stadion itu, mereka masing-masing mendapatkan kertas kecil berisi nomor undian mereka.


Setelah semua orang masuk, Jendral Besar Ahn langsung mengambil sebuah gulungan dari sebuah kotak kayu dan Jendral Besar Ahn memberi gulungan itu ke Sang pembawa acara.


Oh iya lupa kasih tau. Saat dibagikan, nomor itu diacak. Fei Li dapat nomor 153. Fang Xi dapat nomor 206. Nang Xin dapat nomor 54. Lin Guai dapat nomor 232. Sedangkan An Rei dapat nomor 39.

__ADS_1


Setelah itu, Jendral Besar Ahn mengambil sebuah gulungan lagi dari dalam kotak lagi. Lalu memberikan gulungan itu ke pembawa acara.


Terdengar suara pembawa acara yang menyebutkan angka yang tertulis di gulungan tersebut.


"Nomor 153 melawan nomor 296." Ucap Sang pembawa acara yang menggunakan kekuatan elemen suaranya untuk memperbesar suara yang dihasilkannya.


Fei Li Pov


Yes ini menarik. Baru pertama aku langsung dipanggil sepertinya hari ini aku beruntung ya. Sudah lama aku tak bersenang senang. Semoga aku bertemu lawan yang kuat.


Aku langsung berdiri dan berjalan ke arena. Di arena, aku sudah melihat lawanku yang berdiri dengan angkuh disana.


"Baiklah sepertinya hari ini akan seru. Pertandingan pertama nona kedua keluarga Ming melawan nona tertua kediaman ini." Ucap Sang pembawa acara dengan semangat.


Padahal aku tak pernah mengundang musuh. Mereka sendiri yang menganggapku sebagai musuh. Aku tak tahu kenapa mereka menganggapku sebagai musuh.


Padahal aku tak pernah menyakiti mereka atau mengganggu mereka. Yasudahlah aku tak peduli. Aku hanya menanggapi perempuan itu dengan wajah datarku seperti biasanya.


"Menyerahlah sekarang. Kau tak akan menang melawanku." Ucapnya lagi dan aku melihat kearah keempat kakakku yang sudah memerah.

__ADS_1


Mereka terlihat sangat marah karena memang perempuan itu bebicara meremehkanku dengan suara yang bisa dibilang cukup keras.


"Bersiap." Ucap Sang pembawa acara ke kami berdua yang berada di arena.


"Aku tak akan menyerah." Ucapku dengan nada sedatar datarnya.


"Siap." Ucap Si pembawa acara lagi.


"Mulai." Dan perempuan itu langsung menyerangku menggunakan elemen angin yang dipadatkannya menjadi sebuah pedang.


Dia menyerangku dengan brutal namun gerakannya sangat lambat menurutku. Aku langsung menendang perutnya dan booommmm.


Dia menabrak ke pembatas arena dengan keras dan memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


Kemudian Ia menyerangku lagi dan aku hanya menghindar karena Ia hanya serangga kecil bagiku.


Perbedaan kultivasi kami sangat banyak. Kultivasiku sekarang bahkan lebih tinggi dari kakek.


Ia terus menyerang lagi dan lagi dan aku menghindar bahkan sesekali menangkis menggunakan tangan kosong karena memang tubuhku sekeras baja bahkan anak panah, pisau, dan pedang tak bisa menembus kulitku.

__ADS_1


Karena aku bosan, aku langsung menyudahi pertandingan dengan berteleportasi dibelakangnya dan memukul tengkuknya dan itu membuatnya pingsan dan pertandingan selesai.


Hola sorry aku lama up nya hari ni soalnya tugasku menumpuk. BTW Fei Li hebat banget yak. Aku aja ngak kebayang kalau kulit sekeras baja. Seperti biasa jangan lupa like sama jadiin favorite. Kalau kalian mau kalian boleh kasih vote untuk novel ini. Yaudah lah segini dulu buat chap kali ini. See you soon. Byeeeee


__ADS_2