
Setelah mendengar cerita dari Dewi Yama, semua orang terkejut. Mereka tak menyangka bahwa Tuan Putri mereka akan mengalami kesusahan yang kentara seperti itu.
Sedangkan Li'er yang tak lain adalah putri itu sendiri sudah berusaha keras membendung air matanya.
"Berarti kau... kau adalah ibu kandung ku. Ba...bagaima bisa seperti ini?" Ucap Li'er yang masih berusaha membendung air matanya.
"Kemarilah, Nak. Peluklah ibundamu ini. Bukankah kau selalu ingin bertemu denganku." Ucap Dewi Yama dengan suara lembutnya.
Semua orang pun langsung meninggalkan ruangan kecuali Li'er, Dewi Yama, juga Lin Guai.
Li'er langsung memeluk Dewi Yama dan tangisannya tumpah. Tak dapat terbendung lagi. Sedangkan Lin Guai langsung melayangkan cibiran kepada Li'er.
"Giliran tadi ketemu aku biasa aja malah jutek banget. Tapi sekali ketemu ibunda langsung nangis. Huuu cengeng." Sindir Lin Guai ke Li'er.
Dewi Yama langsung melototkan matanya dan menatap sangar ke putra ke 4 nya itu. Saat saat yang berharga bersama putri bungsunya telah diganggu oleh putranya satu ini yang petakilan minta ampun.
Sedangkan Li'er? Dia sangat senang kini Ia telah bertemu keluarga rohnya. Hanya saja Ia belum menemukan keluarga dari raga yang ditempatinya.
Lalu setelah beberala saat berpelukan, mereka melepaskan pelukan dan Dewi Yama langsung mengecup puncak kepala putri bungsu kesayangannya yang telah terpisah selama 26 tahun lebih.
Lalu Dewi Yama menyuruh Lin Guai mengantar Li'er ke kamar. Yap kamar Li'er berada di sebelah kamar Lin Guai.
Kerajaan Dewi Yama terdapat 4 kediaman :
~] Kediaman Lotus Putih -> Tempat tinggal Dewi Yama bersama suaminya.
~] Kediaman Lotus Biru -> Tempat tinggal para Putri dan Pangeran.
~] Kediaman Lotus Merah -> Tempat tinggal para tamu.
~] Kediaman Lotus Hitam -> Tempat tinggal para penjaga dan pembantu.
__ADS_1
•
•
Setelah mereka berdua masuk ke kamar masing masing, anak pertama, anak kedua, dan anak ketiga serta suami dari Dewi Yama kembali ke kerajaan Dewi Yama.
"DIMANA PUTRIKU KATANYA UDAH DATANG." Tanya suami Dewi Yama dengan panik.
"Dia udah tidur dikamarnya. Tapi emangnya ngak gapapa dia menginap disini." Tanya Dewi Yama.
"Ngak apa apa aku udah utus anak buahku buat ke rumah kakeknya." Ucap Anak Kedua Dewi Yama yantak lain adalah Gu An Rei, Dewa Penguasa Dunia Manusia.
"Baguslah kalau begitu." Lega Dewi Yama.
"Tapi aku kangen putriku." Ucap Suami dari Dewi Yama.
"Kan nanti ketemu juga saat makan pagi. " Ucap Dewi Yama ke suaminya. Sedangkan anak pertama dan keduanya sudah pergi ke kamar putrinya sedari tadi.
Saat ini langit sudah sedikit terang karena memang ada perbedaan waktu. Di dunia manusia sekarang sudah siang hari sedangkan bila disini sekarang masih fajar hendak ke pagi.
Beberapa jam kemudian
Matahari telah terbit dari timur melunturkan kegelapan yang merajalela pada langit menyisakan awan awan yang putih dan lembut seperti kapas.
Burung burung bernyanyi merdu diaertai dengan angin sepoi sepoi yang menggerakan daun daun pada pohon.
Suasana yang sangat asri. Di kerajaan Dewi Yama, tak sembarang orang dapat masuk. Suasana di Kerajaan Dewi Yama pun sangat berbeda dengan kediaman kediaman yang berada di dunia manusia.
Manusia selalu serakah. Mengambil milik orang lain. Saling merebut, berkelahi, bahkan membunuh. Sungguh berkebalikan dengan Kerajaan Dewi Yama yang damai.
Terlihat seorang gadis yang sangat cantik sedang duduk di atas pohon. Melihat lihat semua pemandangan dari atas pohon.
__ADS_1
Gadis tersebut tak lain adalah Ahn Fei Li, Tuan Putri pewaris daerah kekuasaan Dewi Yama.
Fei Li mengamati pemandangan dengan sangat antusias sampai sampai Ia tak menyadari bahwa seseorang sedang menatapnya dengan intens dan penuh kerinduan.
Disisi lain di Kediaman Jendral Besar Ahn.
Sebelumnya Jendral Besar Ahn pergi berperang sehingga tak tahu menahu tentang kepergian Li'er ke kerajaan dunia atas.
Saat sampai di kediaman Jendral Besar Ahn langsung berlutut satu kaki mendapati seorang anak buah Dewa Penguasa Dunia Manusia, Dunia yang ditinggalinya saat ini.
Ia sangat terkejut mendengar bahwa roh Li'er merupakan anak dari Dewi Yama. Kemudian Ia merasa tersanjung karena telah merawat putri dari Dewi Yama selama ini.
Meskipun begitu Jendral Besar Ahn tetap menganggap Li'er sebagai cucu perempuan semata wayangnya yang cantik serta cerdik.
Back to kerajaan Dewi Yama
Di Kerajaan Dewi Yama sekarang para pelayan sedang berlalu lalang menyiapkan sarapan pagi bagi junjungan mereka.
Mereka juga menyiapkan pesta penyambutan bagi Tuan Putri mereka yang telah menghilang selama 26 tahun.
Putri yang telah menyelamatkan nyawa mereka dari taotie. Putri yang mereka rindukan dan mereka idam idamkan.
Mereka selama ini hanya melayani para pangeran. Mereka menjadi antusias dengan Tuan Putri mereka.
Sedangkan Tuan Putri mereka sekarang sedang didandani oleh beberapa dayang yang baru ditunjuk untuk melayani Sang Putri oleh Dewi Yama sendiri.
"Anda sangat cantik putri. Saya sangat kagum." Ucap seorang dayang yang melayani Li'er.
Hola everybody. Gimana kabarnya? Sekarang lagi marak virus corona. Jangan lupa jaga kesehatan ya. Jangan lupa cuci tangan yang bersih. Jangan lupa makan makanan bergizi. Jaga imunitas tubuh. Pokoknya jaga kesehatan ya teman teman. Sekian dulu buat chap kali ini. See you in the next chapter. Byeeeeee.
__ADS_1