
Cuplikan chap sebelumnya ~
Dan setelah pembicaraan itu, aku segera menyuruh anggota kelompokku untuk melakukan penyamaran lagi.
Tapi sepertinya aku pernah mendengar suara ini selain yang di pelelangan waktu itu. Oh iya suara Dewi Fei sama dengan suara pemimpin organisasi Bloody Rose Mafia.
Aku mulai curiga kalau mereka adalah orang yang sama. Akan tetapi itu tidak mungkin. Tapi sudahlah lebih baik aku memikirkan masalah ini.
•••••••••
Normal Pov
Setelah Lin Zhen Bei memberi perintah, terjadi keheningan yang cukup lama.
Baik Fei Li maupun Lin Zhen Bei tidak ada yang membuka pembicaraan. Tapi tiba-tiba aura Fei Li yang semula tenang menjadi dingin dan tajam.
Lin Zhen Bei dan 2 orang dewa pendamping Fei Li yang berada di dekat Fei Li pun terkejut akan perubahan aura Fei Li yang tiba-tiba itu.
Baik Lin Zhen Bei maupun 2 orang dewa itu bahkan merinding dan tentu saja mereka bertiga yang terkena dampak langsung dari aura Fei Li.
Setelah 3 menit tertekan dibawah aura dingin Fei Li, Lin Zhen Bei pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Ada apa, Dewi? Kenapa aura Dewi tiba-tiba berubah?" Tanya Lin Zhen Bei. Fei Li pun cuma tersenyum kecil lalu menstabilkan aura nya kembali.
"Panggil saja aku Fei Li. Dan itu karena tadi ada yang menguping tapi sekarang sudah aman." Ucap Fei Li sambil mengecek keadaan diluar ruangan dengan kekuatan elemen suara nya.
Ada beberapa keuntungan menjadi pengguna elemen suara :
__ADS_1
1) Pengguna elemen suara itu bisa mendeteksi keberadaan seseorang dalam radius lebih dari 1 Km.
2) Mereka juga bisa mendengar suara detak jantung seseorang untuk mendeteksi apakah orang itu berbohong atau tidak.
3) Mereka bisa menghilangkan suara langkah kaki mereka dan biasanya digunakan untuk menjadi mata-mata
4) Pengguna elemen suara juga bisa mendengar suara sekecil apa pun.
Maka dari itu, Fei Li bisa tau kalau ada yang menguping pembicaraan mereka.
Tapi untung saja Fei Li sudah menyiapkan sebuah pelindung agar pembicaraan mereka tidak bisa didengar oleh orang diluar ruangan.
Dan Fei Li tinggal mengeluarkan aura nya agar orang yang menguping tadi ketakutan dan pergi.
Tapi sepertinya Fei Li melupakan orang-orang yang berada di dekatnya. Untung saja tadi Lin Zhen Bei bertanya.
"Sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagikan? Kalau tidak ada, aku mau kembali membaca berkas-berkas kesayanganku." Ucap Fei Li sambil tersenyum.
"Tidak ada, De... eh Fei Li." Ucap Lin Zhen Bei. Lalu Fei Li pun berpamitan pada Lin Zhen Bei dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Dan Fei Li pun memanggil Miao Li dan menaikinya ke bangunan tempat ruang kerjanya di Kerajaan Petir.
Diikuti juga oleh 2 orang dewa pendamping nya. Lalu saat sampai, Fei Li mengerjakan berkas-berkas yang baru saja diantar oleh asisten nya.
Lalu hanya dalam 30 menit atau setengah jam, Fei Li selesai mengerjakan semua berkas-berkas yang baru diantar asisten nya.
Fei Li Pov
__ADS_1
Aku sudah menyelesaikan semua berkas-berkas nya. Berkas mall dan permintaan untuk mafia juga sudah selesai.
Aku bosan. Aku bingung mau melakukan apa sekarang. Ah aku lebih baik membaca buku yang kupinjam di perpustakaan kemarin-kemarin.
Aku pun membaca sekilas dan semua buku tebal itu sudah selesai kubaca dalam 1 jam.
Lalu aku pun langsung saja teleportasi ke perpustakaan. Dan aku pun mengembalikan buku-buku yang kupinjam.
Kemudian, aku berkeliling ke ibu kota. Mulai dari pasar, rumah kesenian, pertarungan bebas, dan lain-lain.
Lalu aku pun teringat dengan botol porselen putih corak biru kuminta Geraldio untuk diteliti.
Aku pun segera teleportasi ke markas. Dan langsung saja aku ke ruang penelitian Geraldio.
Dan seperti biasa ada Geraldio disana. Aku pun menghampiri Si ahli racun itu dan bertanya,
"Apa isi botol porselen putih corak biru itu sudah selesai kau teliti, Geraldio?"
Lalu Geraldio pun mengangguk dan berjalan menuju komputer tempat data-data penelitian disimpan.
Geraldio mengetik semacam kode di komputer. Lalu muncul lah data-data dan Geraldio langsung mengeprint data-data penelitian isi dari botol porselen putih corak biru itu.
Saat selesai di print, Geraldio langsung saja menyodorkan kertas berisi cetakan tulisan itu padaku.
Aku langsung saja mengambil kertas bertulis data-data yang diberikan Geraldio dengan santai lalu membacanya dengan seksama.
Dan ternyata isi dari botol putih porselen itu adalah semacam cairan. Cairan itu adalah......
__ADS_1
Halo semuanya apa kabar? Seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian boleh kasih vote. Yaudah deh segini aja. See you soon. Byeeeeee