
Keesokan paginya, Fei Li bangun pukul 7 pagi kali ini. Tidak seperti biasanya yang bangun pukul 5 pagi.
Apakah yang terjadi kemarin malam? Yah begini ceritanya.
Flash back beberapa kemarin malam
Fei Li sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan tidur dengan damai saat pukul 10 malam. Awalnya suasana damai-damai saja.
Akan tetapi saat pukul 1 lewat 12 menit, tiba-tiba saja ada angin yang sangat kencang kencang menerpa kediaman nya.
Angin itu berhasil mendobrak jendela kamar Fei Li. Dan Fei Li yang mendengar suara gebrakan yang cukup keras pun terbangun dalam posisi bingung.
Fei Li yang bingung pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan santai untuk menutup jendela nya.
Dan saat Fei Li sudah menutup jendela kamar nya, tiba tiba melihat kakak ketiga nya, Fang Xi langsung menerobos masuk ke dalam kamar Fei Li.
Fei Li pun bingung karena pintu kamar Fei Li tadinya sudah dikunci oleh Fei Li. Tapi Fei Li tidak terlalu peduli akan hal itu.
Mungkin saja pintu itu menjadi tidak terkunci tidak terkunci setelah angin besar tadi menerpa kamarnya.
Entah apa yang terjadi sampai Fang Xi yang selalu tenang menjadi panik seperti ini.
Fei Li pun cemas juga penasaran saat melihat ekspresi kakak nya ini. Lalu saat Fei Li ingin bertanya, kakak nya yang satu itu langsung berkata.
"Fei....i...i...itu....a..." Ucap Fang Xi sambil tersendat-sendat karena lelah sehabis berlari-larian.
__ADS_1
"Normal kan nafasmu dulu, Kak." Ujar Fei Li sambil menepuk pundak kakak ketiga nya itu.
Fang Xi yang sudah di hadapan Fei Li pun langsung melakukan seperti yang dikatakan oleh adik bungsunya itu.
Dan saat nafas Fang Xi sudah normal, Fei Li lanhsung bertanya kepada kakak ketiganya akan keributan yang terjadi barusan.
"Jadi apa yang terjadi, Kak?" Tanya Fei Li. Lalu Fang Xi pun langsung berkata,
"Ada sekelompok musuh yang menyerang. Dan mereka terdiri dari beberapa ras yang bergabung." Ucap Fang Xi.
Mata Fei Li pun membulat seketika. Kalau terdiri dari beberapa ras, artinya pemimpin mereka itu sangat kuat.
Karena memang ada beberapa ras yang tidak cocok satu sama lain. Seperti ras raksasa dan ras werewolf.
Ras elf dan ras iblis. Dan banyak yang lain nya. Maka dari itu, daerah tinggal mereka di pisah.
Tentu saja ras iblis dan malaikat itu pengecualian ya. Karena kedua ras tersebut sudah menyadari.
Kalau peperangan antar ras cuma membawa mala petaka bagi kedua belah pihak bahkan pihak yang tidak bersalah juga bisa terlibat.
Maka dari itu, setidaknya pemimpin rombongan musuh setara dengan Fei Li atau mungkin lebih kuat.
Karena penasaran, Fei Li langsung mengganti pakaian tidur nya dengan setelan latihan nya yang berwarna ungu-putih di kamar mandi tentu nya.
Fang Xi pun bingung saat melihat adik nya yang tiba tiba berganti baju dengan setelan khas adik nya saat sedang latihan.
__ADS_1
Fei Li sangat jarang menggunakan setelan warna putih. Biasanya Fei Li memakai setelan berwarna hitam atau merah campur hitam.
Pokoknya ada warna hitam nya. Akan tetapi kali ini setelan Fei Li berwarna ungu muda dengan garis garis putih.
Setelah selesai bersiap, Fei Li pun mengajak kakak nya ke pertempuran. Padahal Fang Xi disuruh untuk melindungi Fei Li di kamar.
Fang Xi yang tidak bisa melawan keinginan Fei Li pun segera menunjukan lokasi nya pada Fei Li.
Dan setelah terbang selama 3 menit, mereka berdua tiba di tempat pertempuran. Lokasi nya masih di dunia atas.
Tapi bukan di Kerajaan Dewi Yama melainkan di suatu taman hias di tengah kota tempat para dewa dan dewi tinggal.
Bahkan parah nya, musuh menyandera beberapa anak kecil yang merupakan anak dari para dewa dewi yang tinggal disana.
Sebenarnya Dewi Yama dan Dewa Semesta sedang menyeberang ke dimensi lain bersama Nang Xin.
Maka dari itu di lokasi pertempuran hanya ada An Rei, Lin Guai, juga Zhao Xiang. Lalu Fei Li pun berjalan santai ke arah ketiga kakak nya yang sedang panik.
Kenapa panik? Karena musuh mendekatkan pisau kecil ke leher salah satu anak sebagai ancaman.
Fei Li pun muak melihat seorang raksasa yang begitu pengecut sampai menggunakan anak kecil yang bahkan masih polos sebagai sandera.
Dan saat pisau itu hampir menyentuh leher anak itu, Fei Li langsung. melesat dengan kecepatan angin nya lalu membebaskan anak kecil itu.
Lalu Fei Li pun menendang raksasa yang berat nya berkali-kali lipat darinya hingga terpental sangat jauh.
__ADS_1
Fei Li langsung terbang mengembalikan anak kecil itu ke orang tua nya. Dan Fei Li langsung menoleh lagi ke arah para musuh sambil menyeringai kejam.
Halo apa kabar semuanya? Jangan lupa like dan jadikan favorite. Seperti biasa kalau mau, kalian boleh kasih vote. Yaudah ya segini dulu aja chapter kali ini. See you soon. Byeeeeeee.