
Cuplikan chap sebelumnya ~
Fei Li langsung terbang mengembalikan anak kecil itu ke orang tua nya. Dan Fei Li langsung menoleh lagi ke arah para musuh sambil menyeringai kejam.
••••••••••
"Ah akhirnya pahlawan kesiangan nya datang." Ucap seseorang perempuan yang tiba tiba saja keluar dari kelompok musuh.
Dan sayang nya perempuan itu menggunakan jubah panjang berwarna hitam dengan corak corak merah di bagian tudung dan lengan nya.
Perempuan itu mengeluarkan sebilah pedang yang cukup panjang. Pedang itu berwarna hitam polos dan seperti menyatu dengan langit malam.
Karena memang sekarang itu masih malam. Fei Li pun sedikit was was melihat itu dan langsung mengeluarkan pedang suci nya.
Pedang itu berwarna putih dengan ukiran bunga berwarna ungu senada dengan pakaian yang dikenakan Fei Li sekarang.
Pedang ini merupakan pedang yang dibuat oleh Fei Li sendiri. Dan pedang ini tergolong ke Senjata tak berbentuk.
Dan tiba tiba saja perempuan bertudung itu maju ke arah Fei Li sambil menggunakan tarian pedang nya.
Begitu pun dengan kelompok musuh yang langsung maju menyerang dan tentu saja langsung dihadapi oleh An Rei, Fang Xi, dan para prajurit.
Sedangkan Lin Guai dan Zhao Xiang dari tadi mengevakuasi para dewa dan dewi yang tinggal di sekitar sana ke tempat yang lebih aman.
Fei Li pun hanya menghindar dan menangkis nya. Dan Fei Li pun tersadar kalau perempuan di depan nya ini bukan lah pemimpin asli dari kelompok musuh ini.
Kenapa bisa? Seperti kata Fei Li tadi. Ada beberapa ras yang tidak bisa bertemu dan pasti pemimpin nya sangat kuat.
Sedangkan perempuan bertudung di depan nya ini bisa dibilang lemah. Dan Fei Li sendiri pun merasa bosan akan perempuan bertudung di depan nya ini.
Lalu Fei Li menggunakan kekuatan angin nya dan menghempaskan perempuan bertudung di depan nya ini.
__ADS_1
Perempuan bertudung itu langsung terlempar dan mengeluarkan banyak darah dari mulut nya.
Perempuan itu langsung membuka tudung nya dan menatap Fei Li dengan tajam. Fei Li pun mulai bersiaga.
Tapi bahkan berdiri saja perempuan itu tidak bisa. Dan tiba tiba saja perempuan itu mengambil 1 botol porselen berwarna putih dengan ukiran biru dari saku pakaian nya.
Dan perempuan itu menyeringai meremehkan ke arah Fei Li dan membuka tutup botol porselen itu.
Lalu perempuan itu dengan percaya dirinya meminum cairan di dalam botol itu. Padahal botol itu sudah ditukar oleh Fei Li.
Isi botol itu adalah racun yang bisa membuat orang sakit perut. Sedangkan botol yang asli berada di tangan kanan Fei Li.
Dan naas nya perempuan itu belum menyadari hal itu. Tadi itu Fei Li sudah mencium bau yang aneh pada saku pakaian perempuan itu.
Maka dari itu, Fei Li mengambil botol di saku perempuan itu dan menukarnya dengan botol berisi racun milik nya.
Dan Fei Li tinggal menghitung mundur. Lima. Empat. Tiga. Dua. Satu. Dan yah perempuan itu langsung meringis sambil memegang perut nya.
"Apa isi botol ini?" Tanya Fei Li sambil mengeluarkan botol porselen yang asli. Perempuan itu pun terkejut.
"Ba...bagaimana bisa botol nya ada dua ?!" Kejut perempuan itu. Fei Li pun hanya menanggapi hal itu dengan tersenyum.
"Oh ini? Tadi sudah kutukar dengan botol ku. Botol yang kau ambil tadi milikku. Ini botol yang asli. Memang isi nya apa sampai kau meminum isi botol dengan percaya dirinya?" Tanya Fei Li.
Perempuan itu pun langsing membisu dan terdengar bunyi 'krak' seperti suara sesuatu yang pecah.
Dan perempuan ituangsung meninggal seketika. Menurut dugaan Fei Li, yang barusan itu suara dari pil yang pecah.
Pil itu bisa jadi merupakan racun karena perempuan itu langsung meninggal seketika. Fei Li pun menyimpan botol itu di ruang dimensi nya.
Lalu Fei Li menarik seorang iblis dari kelompok musuh dan bertanya,
__ADS_1
"Siapa yang menyuruh kalian menyerang kemari?" Iblis itu langsung menyerang Fei Li tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Dan saat dilerhatikan baik baik, semua anggota kelompok musuh itu tidak memiliki lidah kecuali seorang komandan musuh dan perempuan tadi.
Mungkin ketua musuh takut anak buah nya akan membocorkan rahasia atau apa pun alasan nya.
Tapi tindakan itu tidak manusiawi. Fei Li pun geram dan langsung saja membantai musuh habis habisan.
Dan saat semua musuh sudah meninggal, Fei Li berpamitan pada kakak kakak nya dan langsungterbang kembali ke kamar nya.
Saat sampai, Fei Li langsung mandi lalu melanjutkan tidurnya. Dan itu sudah pukul 3 pagi.
End flash back
Jadi itulah alasan kenapa Fei Li bangun pukul 7 pagi. Dan setelah melakukan rutinitas pagi nya, Fei Li segera teleportasi ke markas nya.
Saat sampai, Fei Li langsung saja memeberikan botol porselen putih kemarin untuk di selidiki oleh Geraldio.
Lalu, Fei Li meminta Rixana menyelidiki dalang dari penyerangan yang mengganggu tidur Fei Li kemarin malam.
Setelah itu, Fei Li langsung mencari Fan Fan dan Fen Fen untuk mengambil buku pinjaman perpustakaan.
Setelah itu, Fei Li pergi ke perpustakaan Kerajaan Es lagi untuk mengembalikan 5 buku yang di pinjam nya.
Dan Fei Li meminjam 3 buku lagi yang 2 diantaranya merupakan buku tentang ilmu bela diri dan satu lagi buku tentang cara membuat pil.
Yah Fei Li iseng saja meminjam buku itu padahal Fei Li sebenarnya sudah menjadi seorang alkemis tingkat 4 yang status nya sangat di hormati di masyarakat.
Alkemis dibagi menjadi 9 tingkatan. Yang paling rendah itu tingkat ke 1. Biasanya itu untuk orang orang yang baru menjadi alkemis.
Halo apa kabar semua? Seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian boleh kasih vote. Yaudah deh segini dulu aja chapter kali ini. See you soon. Byeeeeee.
__ADS_1