Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Latih Tanding


__ADS_3

Setelah mengalahkan Nona kedua Keluarga Ming, Ming Ru Xie, Fei Li kembali ke tempat duduknya seperti semula.


Dan seperti dugaan Fei Li, Saat Ia kembali ke tempat duduknya, Ia langsung diinterogasi.


"Apa kau baik baik aja?" Tanya keempat kakaknya secara bersamaan.


Karena suara keempat kakak Fei Li yang sangat besar, mereka berlima menjadi pusat perhatian. Tanpa Fei Li sadari, ada sepasang mata yang menatapnya dengan penuh kerinduan.


"Aku baik-baik aja. Ngak usah panik begitu. Dia cuma serangga kecil untukku." Ucap Fei Li singkat.


Keempat kakaknya pun cuma menghela nafas lega karena memang Fei Li yang memiliki tingkat no 2 terkuat diantara mereka.


No 1 sudah pasti Nang Xin. Bahkan Nang Xin dan Fei Li setara. Padahal umur mereka terpaut 7 setengah tahun.


"Baiklah sekarang waktunya pertandingan kedua. Nomor 144 melawan nomor 206." Ucap Si pembawa acara lagi.


Mendengar nomornya disebut, Fang Xi langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arena.


"Pertandingan kedua. Tuan muda ketiga keluarga Feng, Feng Jing Chen melawan seorang pria muda." Ucap Si pembawa acara.


"Ah halo. Siapa namamu?" Tanya Tuan muda ketiga dari Keluarga Feng itu dengan senyum manisnya. Tuan muda ketiga Keluarga Feng sudah dikenal sebagai pria yang berbakat.


"Namaku Gu Fang Xi mohon bantuannya." Ucap Fang Xi sambil membuat kuda kuda.

__ADS_1


"Bersiap."


"Siap."


"Mulai."


Setelah pernyataan dari pembawa acara, Mereka berdua langsung bertarung. Tapi sayangnya hasilnya seri. Karena saat waktu habis, mereka masih belum selesai bertarung bahkan masih belum ada luka di tubuh masing-masing.


"Selesai. Hasilnya Seri." Ucap Sang pembawa acara dan itu membuat semua penonton bersorak-sorak.


Setelah pertandingan itu dinyatakan selesai oleh pembawa acara, Fang Xi pun berjabat tangan dengan Jing Chen.


Lalu Fang Xi kembali ke tempat duduk kedua adiknya dan kedua kakaknya dan diikuti oleh Jing Chen yang pergi ke tempat duduknya sebelumnya.


"Hah akhirnya. Aku bisa duduk." Ucap Fang Xi dengan nada dramatisnya.


"Alay." Timpal Lin Guai.


"Sudahlah." Ucap Nang Xin dengan tegas sedangkan An Rei? Dia sudah maju kedepan karena nomornya sudah dipanggil.


"Kak, Kak An Rei sudah maju." Ucap Fei Li menyadarkan ketiga kakaknya itu.Seperti kata Fei Li, An Rei sudah berada di atas arena.


An Rei beruntung karena lawannya hanya seorang pria lemah. Jadi Ia tinggal mengunci tangan pria itu ke belakang dan mendorong pria itu ke depan sampai jatuh.

__ADS_1


Pertandingan pun dihentikan karena si pria sudah menyerah. An Rei pun segera kembali ke tempat duduknya dengan wajah yang lumayan datar.


"Wow kak An Rei memang hebat." Ucap Lin Guai dengan mata berbinar.


" Baiklah sekarang kita beranjak ke pertandingan keempat. Nomor 54 melawan nomor 232." Ucap Si pembawa acara.


Lin Guai dan Nang Xin yang merasa nomor mereka disebutkan pun berjalan ke depan dan masuk ke arena.


"Lah. Kok kakak?" tanya Lin Guai dengan wajah terkejutnya.


"Lah? Kalau Lin Guai sih mudah." Ucap Nang Xin dengan aura percaya dirinya yang besar.


"Jangan remehkan aku, Kak." Ucap Lin Guai sambil memasang kuda kuda.


Mereka berdua pun bertempur dengan sengit. Mengeluarkan elemen elemen yang mereka miliki sampai Nang Xin mengeluarkan jurus pamungkasnya.


"Elemen api : Cincin Api Biru." Dan Lin Guai terperangkap di dalamnya. Lin Guai yang tak ingin mendapat kekalahan langsung mengeluarkan elemen anginnya.


Itu membuat api yang digunakan Nang Xin jadi naik. Jika api bertemu dengan angin maka api akan naik.


dan boom Nang Xin menang karena saat api naik, Ia mengeluarkan elemen gabungannya.


"Elemen gabungan : Api putih abadi." dan Nang Xin menang.

__ADS_1


Mereka berdua kembali ke tempat duduk masing masing.


Hola gimana chap kali ini? Komen dibawah ya. Dan seperti biasa jangan lupa like dan dijadiin favorite. Kalau kalian mau, kalian boleh vote. Yaudah segini aja chap kali ini. See you soon. Byeeeeee.


__ADS_2