
"Selamat datang di kerajaan kami. Ayo masuk." Ucap Fei Li. Mereka semua pun masuk dan pergi ke Aula kerajaan.
#Aula Kerajaan#
"Salam kami, Ibunda Dewi." Ucap Fei Li dan keempat kakak laki lakinya sambil berlutut satu kaki sedangkan yang lainnya langsung berlutut satu kaki tanpa mengucapkan apapun.
"Bangunlah anak anakku. Fei Kemarilah." Ucap Dewi Yama. Mereka semua langsung berdiri. Fei Li juga langsung berjalan ke arah Dewi Yama.
"Kenapa, Ibunda?" Tanya Fei Li.
"Bagaimana pekerjaanmu? Apakah itu menyenangkan?" Tanya Dewi Yama ke Fei Li atau Fei Xiang.
"Em lumayan menyenangkan, Ibunda. Tapi berkasnya terlalu banyak huhuhu." Ucap Fei Xiang dramatis sambil menundukan kepalanya. Di bibirnya juga terukir senyum ah lebih tepatnya sebuah smirk.
"Kalau cuma berkas kau bisa minta bantuan salah satu kakakmu yang memiliki sedikit berkas. Salah satunya Fang Xi." Ucap Dewi Yama memberikan solusi.
"Baiklah, Ibunda. Nanti Fei Fei akan meminta bantuan mereka." Ucap Fei Xiang dengan senyum manisnya. Dewi Yama pun beralih ke teman teman anak anaknya. Tapi tatapannya terfokus pada sepasang anak kembar yang sangat lucu.
"Fei." Panggil Dewi Yama.
__ADS_1
"Ya, Ibunda kenapa?" Tanya Fei Xiang.
"Siapa nama sepasang anak kembar itu?" Tanya Dewi Yama.
"Ah Fan Fan, Fen Fen kemarilah." Panggil Fei Xiang.
"Baik." Ucap mereka berdua bersamaan lalu mereka bangkit dari berlututnya dan berjalan ke arah Fei Xiang.
"Ah kalian imut sekali." Ucap Dewi Yama sambil bangkit dari duduknya dan mengelus pipi Fan Fan dan Fen Fen dan itu membuat semua orang di aula tertawa terbahak bahak.
"Berapa umur kalian berdua?" Tanya Dewi Yama ke Fan Fan dan Fen Fen.
"Kami berdua baru berumur 5 tahun." Ucap Fan Fan dan Fen Fen secara bersamaan.
"Bermainlah dulu dengan teman teman kalian. Nanti saat makan siang, Ibunda akan meminta pelayan mengantarkan makan untuk kalian berlima dan teman teman kalian. Jadi kalian bisa makan dikamar Fei Xiang. Apa kalian mau makan bersama di ruang makan?" Tanya Dewi Yama kepada anak anaknya.
"Kami makan siang di kamar Fei Xiang saja, Ibunda. Takutnya nanti mereka canggung saat bertemu ayahanda." Ucap Nang Xin ke Dewi Yama.
"Baiklah. Kalau begitu bersenang senang lah." Ucap Dewi Yama.
__ADS_1
Lalu Fei Xiang pun langsung pergi diikuti oleh keempat kakaknya dan teman temannya. Lalu mereka bersembilan pergi ke kamar Fei Xiang yang luasnya minta ampun.
"Ayo masuk." Ucap Fei Xiang sambil membuka pintu kamarnya lebar lebar dan mempersilakan mereka masuk kedalam.
Mereka pun duduk di lantai yang telah dilapisi oleh karpet yang membentang di tengah tengah kamar.
Mereka langsung duduk melingkar di karpet. Mereka berbincang bincang seputar senjata, misi, dll.
"Apa kalian lapar?" Tanya Fei Xiang.
"Lumayan." Ujar mereka berdelapan secara bersamaan. Dan Fei Xiang langsung mengeluarkan berbagai camilannya dari ruang dimensi. Dan mereka makan bersama sama.
Tak terasa hari sudah sore dan hampir malam. Mereka juga sudah makan siang. Tiba tiba teringat akan keluarganya.
"Oh astaga. Aku lupa memberi tau keluargaku kalau aku akan pulang malam." Ucap Jing Chen terkejut.
"Tak perlu risau aku sudah meminta bawahanku memberi tau keluargamu. Bagaimana kalau hari ini kalian menginap disini?" Tanya Fei Xiang.
"Kami mau." Ucap Jing Chen, Cia, Fan Fan, juga Fen Fen secara bersamaan.
__ADS_1
Dan hari itu Cia, Fan Fan, juga Fen Fen tidur di kamar Fei Xiang. Sedangkan Jing Chen tidur dengan Fang Xi.
Hola gimana kabar kalian? Jaga kesehatan ya. Seperti biasa jangan lupa like dan jadiin favorite. Kalau mau, kalian juga boleh kasih vote. Yaudah deh segini dulu aja ya. See you soon. Byeeeee.