Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Keceriaan


__ADS_3

Aula Kerajaan Dewi Yama.


Fei Xiang dan Fang Xi langsung berjalan menghampiri keluarganya setelah membersihkan diri di kamar masing masing.


"Warisan apa yang kak Nang Xin maksud?" Tanya Fei Xiang dengan raut bingung.


"Duduk dulu, Putriku." Ucap Dewa Semesta sedangkan yang ditegur langsung duduk di kursi sebelah ibundanya sedangkan Fang Xi duduk di sebelah Lin Guai dan An Rei.



Tempat Kakek nenek nya kosong yak


Nah mereka sudah duduk manis di tempat masing masing lalu Dewa Semesta berkata.


"Nah gini dong. Duduk dulu baru nanya." Ucap Dewa Semesta dengan muka garangnya.


"Em maksud warisan itu apa, Ayahanda, Ibunda?" Tanya Fei Xiang ke kedua orang tuanya.


"O.... Kalau itu, Semua Dewa Dewi pasti memiliki daerah kekuasaan atau keahlian masing masing pada umur yang ke 12." Ucap Dewa Semesta.


"Kakak kakakmu sudah mendapat daerah kekuasaannya masing masing pada umur yang ke 15." Ucap Dewa Semesta.


"Selama ini daerah kekuasaanmu dikerjakan oleh kakak keduamu, Kekaisaran Petir." Ucap Dewa Semesta lagi.


"Sudah seharusnya kau mengurus daerahmu itu, Putriku. Kau juga akan menjadi menjadi penguasa seluruh alam semesta ini menggantikan ayahandamu yang telah tua ini." Ucap Dewa Semesta sambil pura pura batuk.


" Tapi, Ayahanda...." Ucap Fei Xiang namun disela oleh Dewa semesta.


"Oh iya, Putriku. Kau juga menjadi pewaris dari Kekuasaan ibunda mu." Ucap Dewa Semesta menyela perkataan Fei Xiang.


Fei Xiang langsung terbengong. Terkejut atas hal yang barusan dikatakan oleh ayahandanya.


Ia harus mengurus 2 Kekaisaran dan alam semesta ini. Karena merasa ketidak adilan, Fei Xiang langsung berkata.

__ADS_1


"Kenapa bukan kakak pertama atau kakak kedua dan yang lain. Kenapa harus aku?" Tanay Fei Xiang ke ayahandanya dengan wajah memelas.


"Karena itu sudah menjadi takdirmu, Putriku." Ucap Dewa Semesta dan itu membuat Fei Xiang meratapi nasibnya.


Sedangkan kakak kakaknya hanya ikut meratapi takdir adiknya.


Karena adiknya mungkin hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat. Menanggung 1 Kekaisaran saja sangat sulit dan memakan banyak waktu.


Sedangkan Adik kesayangan mereka harus mengurus 2 Kekaisaran dan seluruh alam semesta.


Meski mereka merasa bersyukur karena bukan mereka yang harus menanggung beban itu.


Mereka juga berjanji dalam hati masing masing untuk membantu adik kesayangamereka itu nanti.


Dan akhirnya Fei Xiang kembali ke dunia nyata saat ibundanya bertanya padanya.


"Nah Putriku berapa umurmu sekarang?" Tanya Dewi Yama ke Fei Xiang setelah suaminya berbicara panjang lebar.


"41 tahun sepertinya. Dulu didunia lamaku aku berumur tepat 24 tahun saat meninggal." Ucap Fei Xiang dan itu membuat kakak kakaknya menahan tawa.


"Kenapa Kalian semua tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya Fei Xiang dengan raut bingungnya namaun itu membuat wajah Fei Xiang tambah imut.


"Adikku sayang. Dunia ini waktunya lebih cepat 3 kali lipat daripada waktu di dimensimu dulu." Ucap Fang Xi sambil tertawa terbahak bahak.


"Didunia ini kau sudah berapa tahun?" Tanya An Rei Pada Fei Xiang setelah berhasil meredakan tawanya.


"17 tahun. Tepat 1 minggu lagi 18 tahun." Ucap Fei Xiang sambil coba menghitung umurnya lahir didunia ini.


"Jadi umurmu sekarang 24 tahun bukan 41 tahun. Rasanya aku ingin tertawa lagi. Kalau umurmu 41 tahun maka kau adalah kakakku. Hahaha" Ucap Lin Guai sambil tertawa terbahak bahak.


NOTE : Umur Fei Xiang itu 24 tahun tepat 1 minggu lagi saat hari ulang tahunnya.


Karena umur Lin Guai saja baru menginjak 26 tahun. Beda 2 tahun dari Fei Xiang. Setelah mendengar perkataan Fang Xi, semua orang kecuali Fei Xiang, Dewi Yama, dan Dewi Semesta, suaminya langsung tertawa terbahak bahak bahkan sampai terpingkal pingkal.

__ADS_1


Sedangkan Fei Xiang hanya memasang wajah kesalnya yang membuatnya tambah imut sampai kakak kakaknya langsung berlari masih dengan tawanya menuju ke arah Fei Xiang dan mencubit pipi chubby nya.


Sedangkan Fei Xiang? Jangan ditanya lagi. Pipinya langsung memerah menahan kesal dan sakit di pipinya saat kakak kakaknya mencubit pipinya.


Setelah kakak kakaknya melepaskan cubitannya, kakak kakaknya langsung berlari melariakn diri dari singa yang akan mengamuk sebentar lagi.


Fei Xiang langsung mengejar kakak kakaknya dengan sekuat tenaga sedangkan kakak kakaknya berusaha berlari lebih cepat sambil menghindar dari cubitan maut adiknya itu.


Sedangkan Dewi Yama dan Dewa Semesta hanya bisa tersenyum melihat Putra putranya kembali seperti dulu lagi.


Setelah Fei Xiang dibawa oleh Lin Guai kembali ke Kerajaan atas, Semua putra Dewi Yama sudah mencair.


Tak ada lagi Dewa penguasa yang dingin dan kejam. Hanya ada Dewa Dewa penguasa yang menyanyangi adiknya.


Setelah kehadiran Fei Xiang, Kerajaan Dewi Yama kembali berwarna setelah 24 tahun diisi dengan orang orang yang gila kerja.


Para pelayan pun tak pernah diperlakukan semena mena oleh Keluarga Dewi Yama setelah Fei Xiang datang.


Dimata Semua pelayan dan penjaga, Fei Xiang adalah Seorang penyelamat, pemberi semangat serta warna di kediaman junjungan mereka.


**Semua akan indah pada waktunya


Dan semua yang indah itu butuh pengorbanan


Uang bukanlah segalanya di dunia ini


Banyak hal yang tak dapat dibeli oleh uang


Termasuk kasih sayang


~Gu Fei Xiang/Ahn Fei Li~


Hola ketemu lagi sama aku di novel ini. Kali ini aku selipin quote dari mana aja dah pokoknya aku sambung sambungin aja. Nah aku kasih visual Fei Xiang saat ke aula menemui keluarganya. Yaudah segini dulu ya see you soon. Byeeee** ; )

__ADS_1



__ADS_2