
Aula Kerajaan Dwarf
Saat di depan pintu besar yakni pintu utama aula, Fei Xiang atau Fei Li, Bian Fei, dan tentu saja Fang Xi langsung melihat orang orang berbaris.
Fei Xiang dan Fang Xi pun langsung mengantri di barisan panjang itu sedangkan Bian Fei langsung kembali ke kekaisaran tanah.
Orang orang sibuk mengantri bahkan mereka tak melihat 2 orang berwajah rupawan sedang mengantri di barisan belakang.
Sampai ada 1 orang pria yang berada di barisan tengah menoleh ke belakang dan pria itu langsung terkesima melihat Fei Xiang yang amat cantik tanpa melihat Fang Xi yang berada di belakang Fei Xiang.
Gadis yang mengantri dibelakang pria itu bingung dan mengikuti arah pandang pria itu dan melihat Fang Xi yang mengantri.
Dan perempuan dibelakang gadis tadi pun mengikuti arah pandang si gadis dan terjadi hal yang sama dan terjadi lagi dengan orang dibelakangnya.
Hal itu terus menerus terjadi hingga pria yang mengantri di depan Fei Xiang menoleh ke belakang refleks Fang Xi menarik adiknya ke belakangnya dan melindungi adiknya itu dari tatapan lapar para pria yang mengantri.
NOTE : Kalau bersama anggota kerajaan atas kita panggil Fei Li sebagai Fei Xiang dan pelelangan dihadiri oleh berbagai ras.
Mulai dari dwarf, raksasa, dll. Lalu tiba tiba Fang Xi mendapat rekaman suara dari kerajaan atas.
Rekaman suara adalah sebuah alat berbentuk seperti bola namun terdapat 2 tombol yaitu tombol berlambang speaker dan satu lagi bergambar mikrofon.
__ADS_1
Bisa dibilang alat rekaman suara itu adalah telepon di masa Fei Xiang sekarang. Namun rekaman suara hanya dimiliki oleh orang berpangkat tinggi seperti raja, kaisar, Dewa, Dewi, Dll.
Fei Xiang pun sudah mendapatkan alat rekaman suara namun masih Ia simpan di ruang dimensinya.
Fang Xi langsung menekan tombol speaker yang berguna untuk mendengar rekaman lalu keluar hologram diatas alat rekaman suara dan itu membuat orang yang berbaris didepan Fang Xi dan Fei Xiang tercengang.
Di hologram terdapat banyak pilihan rekaman dan Fang Xi langsung berkata.
"Terima rekaman dari ibunda Dewi." Ucap Fang Xi tentu saja membuat orang didepan mereka berdua tercengang.
Tentu saja karena mendengar kata Ibunda Dewi. Setelah Fang Xi menekan tombol, tak lama terdengar suara Dewi Yama.
Mendengar itu Fang Xi dan Fei Xiang langsung menutup hologram itu dengan menekan tanda silang.
Setelah menutup hologram, Fang Xi langsung menekan tombol berlambang mikrofon dan berkata.
"Ibunda. Kami akan mengikuti pelelangan sebentar karena firasat Fei Fei mengatakan kalau ada sesuatu yang menarik disini. Yasudah sampai jumpa, Ibunda." Ucap Fang Xi dan tentu saja mereka berdua masih menjadi pusat perhatian karena wajah rupawan mereka.
Karena orang di barisan paling depan tak bergerak sedikitpun, penjual token pun heran dan langsung keluar dari loket untuk melihat alasan orang barisan terdepan terkesima.
Saat penjual token itu melihat ke arah pusat perhatian orang orang, penjual loket yang kebetulan seorang pria itu langsung Terbengong melihat itu.
__ADS_1
Sang kaisar yang bingung kenapa tak ada orang yang masuk ke aula sedari tadi pun langsung pergi ke arah luar.
Sesampainya diluar Sang Kaisar langsung berlutut satu kaki ke arah Fang Xi dan Fei Xiang.
"Salam dari hamba yang rendah ini, Dewa Penguasa. Terima salam hamba yang rendah ini Tuan Putri Dewi." Ucap Kaisar sambil berlutut satu kaki.
"Salam kami terima, Kaisar." Ucap Fang Xi dan Fei Xiang secara bersamaan.
"Ada urusan penting apa sampai Dewa Penguasa dan Putri Dewi sampai turun ke dunia fana ini?" Tanay Sang Kaisar kebingungan.
"Adikku ingin melihat pelelangan ini." Ucap
Fang Xi mewakili sedangkan Fei Xiang hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
Tentu saja itu membuat para kaum adam terpesona setengah hidup.
Dari dahan pohon terlihat seorang pria misterius yang duduk santai sambil tersenyum melihat Fei Xiang yang amat cantik.
Hola ketemu lagi sama aku. Nah di chapter ini udah muncul seorang pria misterius kira kira jadiin musuh, teman, atau pasangannya nih pilih ya. Nanti bakal aku ambil dari pilihan terbanyak yang kalian pilih. Oh iya aku ada visual dari pria misteriusnya nih. Kalau jelek ya sudahlah. Nah sekian chapter kali ini. See you soon. Byeeeee ; )
__ADS_1