
Sudah 3 hari sejak pengangkatan Fei Xiang dan sekarang Fei Xiang sedang belajar mengatur daerah dari kakaknya, An Rei.
"Nah udah ngerti belum?" Tanya An Rei dan ditanggapi dengan anggukan oleh Fei Xiang.
"Ya udah kalau begitu, mulai besok kau harus mengerjakan itu semua." Ucap An Rei sambil menunjuk setumpuk. Ah tidak beberapa tumpuk kertas.
Fei Xiang hanya tercengang meratapi nasibnya setelah ini. An Rei sangat senang karena akhirnya bebannya berkurang.
"Ya udah kakak pergi dulu. Semangat ya, Adikku." Ucap An Rei kemudian pergi dari ruang kerja yang sudah berubah menjadi milik Fei Xiang.
Hari ini Fei Xiang hanya menata ulang letak meja kursi pajangan dan sebagainya. Dan BOOM ruangannya terlihat lebih rapi dan luas dibandingkan sebelumnya.
Setelah merapikan ruangan yang akan digunakannya mulai besok, Fei Xiang berencana akan terbang menggunakan sayapnya ke Kediaman Jendaral Besar Ahn di Kerajaan Air yang berada di wilayah kekuasaannya.
Fei Xiang mengeluarkan alat perekam suara miliknya dari ruang dimensinya. Setelah mengeluarkannya, Fei Xiang langsung menekan tombol yang bergambar mikrofon atau mic.
__ADS_1
"Ayahanda, Fei Fei pergi ke Rumah Kakek di Kerajaan Air dulu jadi Fei Fei mungkin akan kembali sedikit terlambat." Ucap Fei Xiang sambil menekan tombol mikrofon lalu mengirim rekaman suara itu ke ayahnya.
Lalu Ia mengirim pesan yang sama pada ibunda dan keempat kakak laki lakinya. Keempat kakaknya yang terlalu cepat tanggap pun langsung pergi menuju Ruangan kerja Fei Xiang dengan teleportasi.
Tentu saja Fei Xiang terkejut saat melihat kedatangan mereka berempat. Bagaimana tidak? Baru selesai Ia mengirim pesan itu, Keempatnya langsung datang ke ruanagn kerjanya secara bersamaan.
"Kenapa kalian berempat ke ruangan kerjaku? Bukankah kalian harus mengurus daerah kalian masing masing?" Tanya Fei Xiang dengan wajah bingungnya yang membuat wajahnya menjadi semakin imut.
Baru saja kakak kakaknya ingin mencubit pipi Fei Xiang. Namun Fei Xiang langsung memperingati mereka berempat.
"Sekarang jawab pertanyaanku." Ucap Fei Xiang dengan nada tegas.
"Aku kesini untuk menemanimu pergi. Kalau yang lain aku tidak tau." Ucap Nang Xin dengan nada santainya.
"Kalau yang lain? Coba Kak Lin Guai dulu deh." Ucap Fei Xiang memilih Lin Guai untuk mengatakan alasannya datang ke ruangan Fei Xiang.
__ADS_1
"Sama seperti Kakak Pertama, menemanimu pergi. Aku khawatir akan ada pria pria mata keranjang melirik adikku yang luar biasa cantik ini." Ucap Lin Guai dengan santai serasa di pantai sambil mendudukan diri ke sofa di ruangan Fei Xiang.
"Kalau yang lain?" Tanya Fei Xiang sambil memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing mengahadapi tingkah kakak kakaknya yang terlalu posesif.
"Sama seperti kakak pertama dan adik keempat." Ucap Fang Xi dan An Rei secara bersamaan.
Mereka pun berdebat cukup panjang dan akhirnya, Fei Xiang menginjinkan mereka menemaninya kekediaman kakeknya.
Jujur saja Ia ingin berdua saja dengan kakeknya tapi malah digagalkan oleh keempat kakaknya yang menyebalkan tapi penyayang.
Fei Xiang sangat merindukan kakeknya. Sudah seminggu lebih Ia berada di Kerajaan Dewi Yama.
Fei Xiang sudah menyusun rencana dengan sangat baik tapi sayangnya rencana itu harus gagal.
Tapi yasudahlah. Mau bagaimana lagi. Sampai kalanpun Ia tak akan bisa menang dalam hal berdebat dengan keempat kakak laki lakinya itu.
__ADS_1
Yaudah segini dulu aja. Jangan lupa like juga jadiin favorite. Kalau kalian mau kalian juga boleh kasih vote. Yaudah deh ngak tau mau ngetik apalagi. Segini dulu ya. Byeeeee.