
Keesokan pagi nya, Fei Li yang terbangun di kasur nya pun bingung karena seingatnya Ia sedang ke taman dan duduk di bawah pohon kemudian menyanyi lalu menangis dan tertidur karena kelelahan.
Setelah bertempur dengan pikiran nya cukup lama, Fei Li kemudian memutuskan teori kalau ada pelayan yang membawanya kembali ke kamar.
Lalu Fei Li pun pergi mandi dan memakai setelan serba hitamnya. Dan juga sampai saat ini kakek nya Fei Li belum siuman.
Setelah itu, Fei Li pergi ke kamar kakek nya untuk melihat keadaan kakek nya dan menyembuhkan kakek nya dengan kekuatan cahaya nya.
Lalu Fei Li langsung teleportasi ke markas nya. Dan saat sampai, Fei Li langsung berjalan ke ruangan para informan.
Di dalam ruangan itu ada Rixana dan beberapa anak buah Rixana. Fei Li juga langsung berjalan menuju Rixana.
Rixana juga langsung mengambil semua data yang sudah dikumpulkan nya dari kemarin siang. Fei Li langsung memerima data data yang sudah diketik di kertas itu.
Fei Li membaca data data yang tercetak disana dengan teliti. Dan ternyata Sang tersangka itu seorang pria biasa yang bernama Fu Ji Lian.
Seorang rakyat biasa dari Kerajaan Api. Pria itu akhir akhir ini dicurigai masuk ke sebuah organisasi yang bernama Wei Fang.
Dan tanpa pikir panjang, Fei Li pergi Kerajaan Api. Rixana juga langsung mengejar Fei Li yang sudah meninggalkan ruangan dengan wajah gelapnya.
Tapi Rixana tetap tidak bisa mengejar karena Fei Li langsung memakai topeng identitas nya dan teleportasi ke markas organisasi Wei Fang dengan amarah yang meluap luap.
Jadi Rixana langsung ke ruangan masing masing pimpinan untuk menyusul Fei Li ke Kerajaan Api dengan perasaan cemas karena tanpa Fei Li tau organisasi Wei Fang itu hampir setara dengan organisasi Bloody Rose Mafia.
Para Pimpinan terutama Jonathan langsung menaiki elang masing masing dan memerintahkan bawahan masing masing untuk menyusul Fei Li.
Saat sampai di organisasi Wei Fang, Fei Li langsung saja menerobos masuk. Hanya dengan jentikan jari, hampir setengah orang di dalam markas itu meninggal.
__ADS_1
Sekarang aura Fei Li sudah meluap kemana mana. Semua orang yang masih hidup pasti sudah berada di Petarung tingkat perak atau di atasnya.
Fei Li langsung saja menghabisi orang orang yang tersisa disana. Fei Li tidak mendapatkan luak apapum. Dan Fei Li pun naik ke lantai 2.
Di lantai 2, Fei Li langsung disambut oleh 30 petarung tingkat emas. Dan sama seperti sebelumnya. Fei Li hanya menjentikkan jari nya dan semua musuhnya langsung meninggal.
Begitu pula dengan lantai lantai selanjutnya. Meski begitu di lantai paling atas, Fei Li hanya mendapat luka goresan kecil di lengan nya.
Tapi Fei Li langsung menyembuhkan luka nya dengan kekuatan cahaya nya. Di lantai teratas ini, Fei Li hanya melihat banyak lorong lorong.
Tapi jika lebih di perhatikan ada yang aneh disini. Seharusnya di lantai paling atas lah yang memiliki banyak pengawalan.
Lalu tanpa sengaja Fei Li melihat sebuah pintu yang terbuat dari kayu di ujung lorong. Fei Li pun berjalan menghampiri pintu itu dan membuka nya dengan perlahan.
Di dalam ruangan itu hanya ada kegelapan. Fei Li pun masuk dengan santai dan tiba tiba ada suara baritone yang terdengar di balik kegelapan itu.
"Wah wah wah mari kita lihat siapa yang berhasil kali ini?" Tanya sebuah suara baritone dengan nada dingin dari balik kegelapan.
Dari balik kegelapan itu muncul seorang pria tampan yang tampak familiar di mata Fei Li. Tapi Fei Li tidak mengingat apapun tentang pria itu.
Yang ada di pikiran Fei Li sekarang hanya balas dendam tapi saat Fei Li mengerahkan kekuatannya, pria itu langsung menusuk perut Fei Li dengan sebuah senjata dari besi yanh terlihat seperti sebuah tombak.
Fei Li pun langsung memuntahkan darah dari mulut nya. Fei Li juga langsung terduduk sambil memegang perutnya yang sekarang berlubang itu sambil mencoba menyembuhkan perutnya dengan kekuatan cahaya nya.
Hanya satu kalimat yang ada di benak Fei Li. Pria di depan nya ini kuat dan tepat setelah itu, ada pasukan bantuan musuh yang datang.
Fei Li pun bangkit kembali dan menurunkan tangan nya. Fei Li langsung mengeluarkan alat perekam suara milik nya yang selama ini hanya tersimpan di ruang dimensinya.
__ADS_1
"Aku jujur saja ya. Kau orang pertama yang berhasil melukaiku separah ini. Tapi semua sudah tidak berguna." Ucap Fei Li.
Setelah mengatakan itu, Fei Li langsung menekan tombol mikrofon di alat perekam suara itu dan berteriak sekencang kencang nya.
Lalu Fei Li mengirimkan pesan suara itu ke ibunda, ayahanda, dan keempat kakak laki lakinya. Tak lupa para pimpinan mafia.
Dan setelah pesan suara itu terkirim, langsung ada balasan dari masing masing orang. Dan Fei Li sengaja tidak membalas.
Sedangkan pria tadi cuma berdiri bingung di tempat nya. Fei Li sendiri langsung duduk menyandar ke dinding.
Sekarang ini menyembuhkan luka nya adalah yang utama. Dan saat Fei Li duduk, pria itu langsung menyerang Fei Li dengan tombak nya.
Tapi penjaga bayangan yang di utus tunangan nya langsung melindungi Fei Li. Dan terlihat ekspresi pria itu tiba tiba berubah menjadi sedih.
Fei Li sendiri langsung mengeluarkan kekuatan tanah dan angin. Fei Li langsung menyuruh perempuan itu mundur dan membaca mantra dalam hati.
'Elemen gabungan : Topan penghancur malapetaka' Ucap Fei Li dalam hatinya sambil mengarahkan tangan kanan nya ke arah pria tadi sedangkan tangam kiri nya masih sibuk mengobati luka nya.
Dan keluar angin topan yang sangat dahsyat. Tapi sayang nya pria itu tidak meninggal hanya saja pakaian pria itu sudah compang camping.
Fei Li pun segera kembali mengerahkan kekuatan elemen gabungan nya lagi. Tapi perempuan penjaga bayangan itu langsung menghentikan Fei Li.
"Tunggu, Nona." Ucap perempuan itu dan FeibLi pun kembali menurunkan tangan nya.
"Kenapa kau menghentikanku?" Tanya Fei Li dengan nada dingin nya. Lalu Fei Li pun membuka topeng yang sedari tadi menutupi daerah sekitar matanya.
Dan terlihatlah wajah cantik Fei Li yang sudah dihiasi oleh ekspresi marah dan datar. Wajah dengan ekspresi seperti itu benar benar bisa membuat semua lawan bertekuk lutut.
__ADS_1
"No...Nona maafkan saya. Ta...tapi orang itu adalah..... " ucap perempuan itu.
Hola apa kabar semuanya? Gimana chap kali ini? Seru ngak? Sorry kalau konflik kali ini kurang memuaskan. Soalnya otak ku sudah mampet. Dan seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian boleh kasih vote. See you soon. Byeeeeee.