Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Pengganggu


__ADS_3

FYI : Maaf untuk Judul novel ini saya ganti soalnya ceritanya makin ngak nyambung sama judulnya


•...•...•...•...•...•...•...•...


Fei Li dan kakeknya pun berpelukan cukup lama, tapi tiba tiba terdengar bunyi yang menjengkelkan bagi Fei Li.


Yah suara menjengkelkan itu berasal dari perut kakak ketiganya, Fang Xi. Dan karena suara itu lah Fei Li dan kakeknya melepaskan pelukan mereka.


Akhirnya Jendral Besar Ahn mencairkan suasana, "Yasudah mari kita makan malam sekarang." Katanya.


"Ayo!" Jawab Fei Li bersemangat stelah itu mereka pun keluar dari kamar Fei Li ke Ruang makan dengan cukup lama karena Kediaman Jendral Besar Ahn itu sangat sangat luas.


Ruang Makan


Di atas meja sudah tersaji berbagai macam makanan dalam porsi besar. Fei Li langsung duduk di kursinya namun.


"Hei bisa kah kau saja yang disana?" Ucap Nang Xin ke An Rei.


"Hei sana kau geser." Ucap An Rei ke Lin Guai.


"Aku ngak mau." Ucap Lin Guai.


"Sana lah jangan ganggu." Ucap An Rei ke kakak pertama dan adik keempatnya itu.


"Kau minggir sana!" Ucap Nang Xin.

__ADS_1


"Kau yang minggir!" Ucap Lin Guai yang diusir oleh Nang Xin.


"\~€•€®6•¤®¥*~π€~¤•"


Fei Li yang sudah menahan kekesalannya dari tadi pun langsung meledak. Kenapa mereka harus berdebat kursi padahal kursi masih tersisa banyak disana?


Tentu saja karena mereka sangat sangat ingin duduk di sebelah adik kesayangan mereka.


Untung saja Fang Xi pintar. Kenapa? Karena Ia mengambil kursi di depan Fei Li.


Fang Xi dan Jendral Besar Ahn yang sudah melihat tanda tanda singa betina akan mengamuk langsung menutup kedua telinga milik mereka masing masing


"DIAAMMMMMMM!!!" Teriak Fei Li dengan sangat sangat keras dan itu berhasil mereka bertiga diam dan duduk di tempat yang ada tapi masih satu barisan dengan Fei Li dan tak ada yang mau bersebelahan dengan Fang Xi.


Setelah selesai makan, Jendral Besar Ahn yang tak lain adalah Kakek dari Fei Li memulai pembicaraan.


"Fei Fei apa kau akan menginap hari ini?" Tanya Jendral Besar Ahn.


"Rencananya sih begitu. Aku akan menghubungi ibunda dulu, Kakek." Ucap Fei Li dan setelah mengatakan hal itu, keempat kakaknya langsung mengirim pesan kepada ibunda mereka bahwa mereka berlima menginap di Kediaman Kakeknya Fei Li.


Jendral Besar Ahn yang melihat itu cuma tersenyum. Jujur saja, Ia sangat senang karena akhirnya cucu perempuan satu satunya dapat merasakan kasih sayang keluarga utuh.


Setelah itu, mereka berlima pun pergi ke kamar Fei Li lagi sedangkan Jendral Besar Ahn kembali ke kamarnya sendiri.


"Fei kami berlima tidur disini yah." Ucap Nang Xin mewakili ketiga adik laki laki nya itu.

__ADS_1


"Terserahlah. Tapi kalian tidur di karpet ya." Ucap Fwi Li dengan senyum manisnya namun bagi keempat kakak laki laki nya itu, semakin manis senyumnya, semakin berbahaya pula keadaan yang akan ditimpa mereka.


"Oh iya. Karena hari ini kalian mengganggu waktuku dengan Kakek, Nanti aku buatkan ' latihan khusus' untuk kalian." Ucap Fei Li.


"Eh jangan dong." Ucap mereka berempat secara bersamaan.


"Kan Fei Fei itu cantik." Ucap An Rei menimpali.


"Baik." Timpal Nang Xin.


"Paling kuat diantara kami juga." Ucap Lin Guai menimpali.


"Kan aku ngak ikut ikutan mereka, Fei." Bela Fang Xi.


"Ah iya. Karena Kak Fang Xi ngak ikut pertengkaran tadi, Kak Fang Xi ngak ikut ' latihan khusus' nya." Ucap Fei Li yang membuat Fang Xi menghela nafas lega.


Sedangkan tiga orang yang lain hanya tinggal menunggu ajal mereka tiba lebih cepat dari perkiraan.


**Tamat




eh ngak deng. Masih lanjut kok. Kalian ketipu yak? Seperti biasa, jangan lupa like sama jadiin favorite. Kalau mau juga boleh kasih vote. Yaudahlah segini dulu aja. See you soon. Byeeeeeee**.

__ADS_1


__ADS_2