Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Penyerangan


__ADS_3

Masih Kerajaan Dewi Yama.


Siang hari


Ruang Makan


Sekarang adalah jam makan siang. Fei Li beserta keempat kakaknya sudah di ruang makan.


Tinggal menunggu Dewi Yama dan Dewa Semesta saja. Tak lama kedua orang yang ditunggu datang.


Tempat duduk mereka sama sepertu tadi pagi saat sarapan. Mereka pun makan siang dengan tenang tanpa pembicaraan karena bila makan sambil bicara itu tidak sopan.


"Fei Fei saat kau berada di dunia atas atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan dunia atas, namamu akan berubah menjadi Gu Fei Xiang. Mengerti?" Tanya Dewi Yama kepada Fei Li ralat Fei Xiang.


" Fei Fei mengerti, Ibunda." Ucap Fei Li sambil menganggukan kepalanya


Setelah makan, tiba tiba Fei Li teringat akan suatu hal. Benar sekali, Kakeknya. Bagaiman keadaan kakeknya sekarang.


"Emmm Ibunda bagaimana Kakek di dunia bawah? Aku tak pulang semalaman. Kakek pasti khawatir." Tanya Fei Li dengan raut panik.


"Tenang saja, Adikku. Aku sudah mengirim anak buahku ke kediaman kakekmu." Jawab Kakak keduanya, Gu An Rei.


Mendengar perkataan kakak keduanya, membuat Fei Li menghela nafas lega. Lalu tiba tiba seorang kasim masuk secara tergesa gesa ke ruang makan tanpa mengetuk pintu.


"Ampuni kelancangan hamba, Dewa Dewi. Hamba hanya ingin memberi kabar. Sebentar lagi Kerajaan Para Raksasa hendak menyerang kerajaan kita." Ucap kasim itu sambil bersujud di hadapan seluruh anggota kerajaan.

__ADS_1


"Baiklah kau boleh pergi. Panggil Panglima kerajaan dan semua jendral besar ke aula kerajaan." Ucap Dewi Yama dengan penuh wibawa.


Setelah mengatakan itu Dewi Yama pun pergi ke aula kerajaan bersama suami dan anak anaknya termasuk Fei Li.


Aula kerajaan


Setelah sampai Dewi Yama langsung duduk di tahtanya yang berada dipaling tengah diantara 7 tahta berlapis emas dan berlian yang berjejer di aula kerajaan.


Setelah beberapa menit Panglima kerajaan pun datang. Tak selang beberapa lama para jendral besara pun datang satu persatu lalu berlutut satu kaki begitu juga dengan panglima.


Lalu pembicaraan dimulai dari Dewi Yama yang sudah duduk di singgasananya dengan penuh wibawa.


"Kalian sudah tahu bukan tentang penyerangan kerajaan raksasa ke kerajaan kita?" Ucap Dewi Yama dengan nada tegas dan penuh wibawa seperti biasanya.


"Sudah, Dewi. Kami siap menerima perintah dari Dewi." Jawab mereka masih berlutut satu kaki namun dengan tangan kanan didepan dada sebelah kiri.


"Panglima Feng aku memerintahkanmu untuk menyiapkan pasukan dan menjaga perbatasan." Ucap Dewi Yama.


"Perintah Hamba terima, Dewi. Hamba permisi undur diri" Ucap Panglima Kerajaan yang bernama Feng Cui Xiang.


"Izin diterima, Panglima. Lakukanlah tugasmu dengan baik." Ucap Dewi Yama.


"Untuk Jendral Besar Ming aku perintahkan kau untuk mengirim kabar ke kekaisaran Tanah tentang penyerangan ini." Perintah Dewi Yama kepada seorang Jendral Besar.


"Ibunda biarkan aku dan kakak ketiga yang menyampaikan berita ini ke kekaisaran tanah. Kebetulan aku ingin mencari tahu sesuatu di kekaisaran tanah." Ucap Fei Li mengusulkan dan itu membuat kakak ketiganya terkejut dan langsung terbengong memikirkan usulan adik perempuan satu satunya itu.

__ADS_1


Kenapa Fei Li mengusulkan hal seperti itu padahal ada Jendral Besar yang siap menerima perintah?


Tentu saja karena Fei Li memiliki firasat yang mengatakan kalau Ia akan menemukan sesuatu yang menarik di kekaisaran tanah.


"Baiklah, Putriku. Aku memberikan izin." Ucap Dewi Yama memberikan izin lalu Fei Li langsung menarik kakak ketiganya yang masih terbengong.


"Untuk Jendral Besar yang lain, aku memerintahkan kalian untuk menyiapakan pasukan kalian." Ucap Dewi Yama.


"Perintah Hamba terima, Dewi." Ucappara Jendral Besar secara bersamaan. Lalu mereka dibubarkan.


Dewi Yama dan Dewa Semesta pun bersiap untuk berperang.


Disisi lain Bagian Fei Li dan Kakak Ketiganya, Gu Fang Xi


"Li'er kenapa kau mengajak kakak ketigamu ini bersamamu? Kenapa bukan kakak pertama, kakak kedua atau adik keempat?" Tanya Fang Xi setelah sadar dari aktivitas bengongnya.


"Kan Dewa yang mengawasi Kekaisaran Tanah itu kakak. Jadi aku mengajak kak Fang Xi bersamaku. Dari pada nanti aku diusir." Ucap Fei Li dengan nada memelas.


"Ooo begitu yasudah ayo kita turun ke sana." Ajak Fang Xi ke Fei Li sambil membentangkan sayap putih besarnya.


"Oke. Ayo, Kak." Ucap Fei Li lalu ikut membentangkan sayapnya lalu turun ke kekaisaran Tanah bersama kakak ketiganya itu.


Loha welcome back. Jadi aku bakal buat chap selanjutnya sebagai pengertian dari kekaisaran apa aja di cerita ini. So simak terus ya ceritanya. BTW aku ada visual buat Gu Fang Xi, Gu Nang Xin, dan Panglima Feng Yaudah segini dulu ya. See you in the next chapter. Byeeeeee ; )


__ADS_1




__ADS_2