
Akhirnya Fei Li dan Fang Xi tidur di kasur Fei Li yang sangat sangat besar sedangkan Nang Xin, An Rei, dan Lin Guai tidur di karpet.
Keesokan paginya pada pukul 4 pagi, Fri Li sudah bangun dan mandi bahkan Ia sudah memakai pakaian latihannya.
Seperti biasa jika di Kediaman Jendral Besar Ahn, pukul 5 pagi akan diadakan latih tanding antar penjaga atau bahkan tuan rumah.
Orang luar juga diperbolehkan mengikuti pelatihan itu. Tapi orang luar harus diperiksa dulu baru boleh memasuki Kediaman Sang Jendral Besar.
Tapi sekarang masih tersisa 45 menit sebelum pelatihan dan Fei Li sudah siap siap. Kenapa? Karena sudah kebiasaan bagi Fei Li jika Ia akan latihan dulu sebelum acara latih tanding dimulai.
Setelah selesai bersiap siap, Fei Li lanhsung membangunkan keempat kakaknya itu bersamaan. Bagaimana caranya? Teriak lah. Tenang ruangan di Kediaman Jendral Besar Ahn itu semuanya kedap suara.
Jadi suara tak akan sampai keluar kecuali saat pintu atau jendela dibuka tentunya. Tapi, saat pintu dan jendela ditutup, sekuat apapun kau berteriak tak ada yang sampai keluar sedikit pun.
Dan jika suara tidak keluar maka suara itu akan terpantulkan kembali. Jadi yah begitulah suara Fei Li membangunkan keempat kakaknya sekaligus dengan suara menggelegarnya yang mengalahkan suara petir.
"Kebakaran kebakaran. Kak bangun kak. Kebakaran." Teriak Fei Li menggelegar ditambah dengan sihir elemen anginnya yang dapat mengatur temperatur suhu menjadi sangat panas.
__ADS_1
Dan beginilah keadaan mereka sekarang. Fei Li yang tertawa terbahak bahak. Fang Xi yang mengalami kejadian naas yaitu terjatuh dari kasur dan berlari kocar kacir.
Nang Xin, An Rei, dan lin Guai langsung terbangun dengan mata yang terbuka lebar dan langsun gberlari kocar kacir.
"Huwaaaa selamat kan diri." Teriak An Rei dengan hebohnya.
"Cepat kaburrrrrrr." Teriak Fang Xi menimpali
"Kebakaran huwaaaa." Teriak Lin Guai dengan nada dramatis.
Brukkkkkk
Fang Xi dan An Rei bertabrakan. Mereka terjatuh. Lebih tepatnya Fang Xi terjatuh diatas An Rei dan
Cup
"Arghhhhhh."
__ADS_1
"Tidakkkkkk."
Yap begitulah Mereka terjatuh dan secara tak sengaja bibir mereka bersentuhan. Mereka berdua langsung berlari kocar kacir ke kamar mandi dan membersihkan bibir mereka masing masing.
Sedangkan Fei Li jangan ditanya lagi. Dia sudah tertawa sampai perutnya sakit. Sedangkan Nang Xin dan Lin Guai yang melihat kejadian itu masih mematung.
Mereka berempat sama sekali tak menyangka bahwa mereka akan dibohongi oleh Fei Li. Bahkan sudah ada korbannya (An Rei dan Fang Xi).
Akhirnya setelah 15 menitan, An Rei dan Fang Xi keluar dari kamar mandi yang ada di kamar Fei Li.
Keempat kakaknya Fei Li menatap Fei Li dengan tajam. Fei Li pun gugup dan berusaha mengalihkan pembicaraan itu.
"Emmm 20 menit lagi akan ada pelatihan di halaman Kediaman ini jadi kalian berempat bersiap siaplah." Ucap Fei Li dan ternyata berhasil.
Keempat kakaknya Fei Li segera mengganti pakaian di kamar mandi Fei Li secara bergantian dan setelah 15 menit, mereka berempat selesai berganti pakaian dan mandi.
Hola apa kabar semuanya? Semoga sehat yah. Seperti biasa jangan lupa like sama jadiin favorite. Kalau kalian mau kalian boleh vote. Yaudah segini aja yah chap kali ini. See you in the next chapter. Byeeeeeeeeeeee.
__ADS_1