
Cuplikan chap sebelumnya ~
Di dalam kamar khusus nya, Fei Li langsung saja duduk di pinggiran kasur nya. Dan saat Zhao Xiang masuk, Fei Li langsung mengunci pintu.
Fei Li pun mulai menjelaskan semua nya dari awal sampai akhir. Zhao Xiang pun menanggapi perkataan Fei Li dengan antusias.
Lalu mereka berdua berbincang seperti biasa sampai malam hari. Lalu mereka pun makan malam dan kembali ke Kediaman mereka di Kerajaan Dewi Yama.
Lalu mereka tidur di kamar masing masing seperti biasanya.
••••••
Keesokan harinya, Sang Raja dan Permaisuri dari Kerajaan Air mengumumkan kasus penculikan itu ke rakyat.
Kasus itu ditanggapi oleh bermacam macam pandangan dari para rakyat biasa. Ada yang ikut sedih dan ada juga yang malah mengejek Sang Raja karena tidak becus mengurus putrinya sendiri.
Tapi tentu saja lebih banyak rakyat yang senang terhadap kembalinya Tuan Putri Kedua yang sebelum nya hilang dan tidak diumumkan kelahirannya.
Tqpi sekarang tubuh Fei Li menjadi seperti tersinkronisasi dengan tubuh aslinya di dunia nya sebelumnya.
Marga Fei Li masih Ahn karena Sang Raja menghargai jasa dari Mendiang Mantan Jendral Besar Ahn bagi Kerajaan Air.
Dan sekarang, Fei Li sudah menjadi topik pembicaraan semua orang. Baik di Kerajaan Air, Kerajaan Api, Kerajaan Petir, dan yang lain nya.
Bahkan rakyat dari Kekaisaran lain sudah mengenal siapa itu Fei Li. Semua orang sudh mengetahui keberadaan Fei Li.
__ADS_1
Terutama Para Raja, Permaisuri, Putra Mahkota, dan Para Pangeran yang sudah mengetahui keberadaan Fei Li sebagai seorang Putri Dewi.
Mereka juga sudah mengetahui rahasia tentang Fei Li yang bereinkarnasi. Tapi mereka masih belum tau alasan Fei Li meninggal di dunianya sebelumnya.
Dan mereka tidak mempertanyakan hal itu sama sekali. Dikarenakan hal itu adalah hal yang tabu.
Baiklah mari kita lihat sedang apa tokoh utama kita di pagi hari yang indah ini. Sekarang sudah pukul 9 pagi.
Terlihat Fei Li, tokoh utama kita sedang berceramah lebih tepatnya berpidato di depan semua anggota Bloody Rose Mafia.
Fei Li meminta maaf atas kelakuan serampangannya beberapa minggu ini. Jadi Fei Li memutuskan untuk mengadakan liburan ke pantai satu jam lagi.
Jangan salah paham dulu. Di dunia yang sekarang juga ada pantai seperti di dunia Fei Li yang sebelumnya.
Semua anggota sangat antusias saat mendengar itu. Setelah Fei Li membubarkan mereka, mereka langsung bersiap siap.
Dan di Kerajaan Air ini ada sebuah pantai yang memiliki pasir berwarna warni. Nama pantai itu adalah Pantai Berwarna.
Pantai itu jarang dikunjungi oleh orang karena pantai itu berada di tempat yang cukup berbahaya juga terpencil.
Ya di dalam Hutan Kematian. Lebih tepatnya di lapis keenam. Kali ini semua pergi bersama sama.
Tidak dibagi dua gelombang lagi karena Pantai Berwarna itu sangat sangat luas. Bahkan lebih luas dari markas pertama dan kedua milik Fei Li.
Oh iya kalau soal markas, markas ketiga sudah selesai dibangun dan sudah diresmikan sekitar seminggu yang lalu oleh Fei Li sendiri.
__ADS_1
Saat itu, Fei Li masih berada di masa penyesalannya. Tapi Fei Li tetap meresmikan markas baru itu dengan penuh wibawa meskipun wajah nya ditutupi oleh topeng tentunya.
Baiklah kembali ke topik
Fei Li sendiri langsung pergi ke ruangan Kattie, Sang kucing kecil yang imut. Dikarenakan Fei Li memang sudah berencana untuk membawa Kattie melihat pantai.
Karena Kattie sangat suka benda warna warni dan Pantai Berwarna itu memiliki pasir yang berwarna warni mulai dari pasir yang memiliki warna dasar sampai pasir yang memiliki warna campuran.
Dan Fei Li sendiri tidak perlu membawa pakaian ganti karena Fei Li memiliki ruang dimensi miliknya sendiri.
Lalu Mereka semua pun berangkat sesuai waktu yang sudah ditetapkan oleh Fei Li tadi. Mereka semua langsung bermain air dan pasir saat sampai di pantai.
Begitu pun dengan Fei Li. Tapi tanpa Fei Li sadari, ada seorang pria yang mengawasi Fei Li sedari tadi.
Pria itu juga merupakan pria yang sama yang dulunya mengantarkan Fei Li ke kamarnya. Kalau tidak ingat, cek di chapter yang berjudul 'Penyerangan Tiba Tiba' yang muncul di akhir itu loh.
Dan aneh nya pria itu malah cemberut melihat Fei Li tertawa lepas saat bermain dengan Kattie.
Mungkin pria itu cemburu atau mungkin pria itu tidak ingin Fei Li menunjukan senyumnya di depan orang lain.
Atau mungkin sebaliknya, pria itu tidak ingin Fei Li tersenyum? Ekspresi pria itu sendiri tidak bisa diartikan.
Ada ekspresi dingin, cemas, marah dan yang lainnya tercetak di wajah pria misterius itu. Dan saat Fei Li mulai menyadari keberadaan pria itu, dengan secepat kilat pria itu pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Seperti memang tidak ada orang yang berada disana sebelumnya. Karena tidak menemukan apa pun disana, Fei Li pun mengabaikan hal itu dan kembali bermain bersama Kattie.
__ADS_1
Halo semuanya apa kabar? Seperti biasa jangan lupa klik like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian juga boleh kasih vote. See you soon. Byeeeeee.