Queen Of The Queen

Queen Of The Queen
Pengangkatan


__ADS_3

Setelah mereka berempat berlari menghindari adik bungsu mereka, mereka berempat ditangkap satu persatu oleh Fei Xiang.


Mulai dari An Rei, lalu Fang Xi, Nang Xin, baru yang terakhir Lin Guai karena memang Lin Guai larinya sangat cepat namun tetap kalah dari Fei Xiang yang gesit dan lincah.


Pada akhirnya Fei Xiang memberi 'sedikit' pelajaran untuk keempat kakak laki lakinya yang usil itu.


Iya 'sedikit' paling cuma digantung terbalik sama disuruh nemenin si Fei Xiang latihan.


Tapi bagi mereka berempat, menemani adik bungsu mereka latihan itu seperti berada di neraka dunia.


Fei Xiang tak pernah membiarkan mereka istirahat bahkan berpikir saja mereka tidak bisa karena Fei Xiang terus menerus menyerang tanpa henti.


Kakak kakaknya malah bingung. Bagaimana bisa adik bungsu mereka itu punya energi yang begitu melimpah.


Pada akhirnya minggu depan Fei Xiang akan menanggung beban sebagai Dewi seutuhnya. Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 18.


Tepat sekali, Besok adalah Pengangkatannya sebagai Dewi Penguasa Kekaisaran Petir dan sebagai Pewaris Dewi Yama dan Dewa Semesta.

__ADS_1


Untuk Pelimpahan kekuasaan milik Dewi Yama dan Dewa Semesta pada Fei Xiang akan dilaksanakan saat Fei Xiang berumur 25 tahun. Yap Tahun depan.


Meski raga Fei Xiang baru berumur 17 tahun, lekukan badannya sudah benar benar seperti perempuan dewasa namun wajahnya masih seperti remaja pada umumnya.


Jadi jika Fei Xiang mengatakan Ia berumur 24 tahun maka orang percaya. Karena umurnya memang 24 tahun.


Yang 17 tahun kan raganya. Hanya rohnya yang bertransmigrasi ke sini. Jadi Ia tak terlalu memikirkan umur dari raganya.


~°~°~°~°~ok back to topic ~°~°~°~°~


1 Minggu Kemudian


Fei Xiang memaakai pakaian berwarna coklat tua bercampur sedikit warna merah. Fei Xiang juga memakai sedikit make up agar wajahnya terlihat lebih berwarna.


Rambutnya juga tiba tiba berubah menjadi lebih gelap hampir menjadi hitam sejak kepulangannya dari Kekaisaran Tanah selepas pelelangan pada minggu kemarin.


__ADS_1


Dewi Yama, Dewa Semesta, dan kakak kakaknya telah pergi ke aula Kekaisaran Cahaya yang berada di perbatasan Kerajaan Dewi Yama dan Kerajaan Para Malaikat.


Fei Xiang memang berangkat bersama keluarganya. Tapi keluarganya langsung masuk ke aula dan duduk di tahta masing masing.


Sedangkan Fei Xiang menunggu di sebuah tempat di dekat aula yang memang disediakan untuk tamu bersiap siap.


Setelah Fei Xiang sampai, Seorang kasim langsung mengetuk pintu dan masuk ke aula lalu Sang Kasim berbisik ke Dewa Semesta kalau Fei Xiang atau Sang Tuan Putri sudah siap.


Dia aula terdapat banyak orang. Ada banyak Dewa, Dewi, Malaikat, Kaisar, Raja, Permaisuri, dan Para Pangeran.


Bila kalian bertanya untuk apa para Pangeran ikut? Tentu saja mereka ikut untuk menaklukan hati Sang Putri.


Setelah mendapat bisikan dari Sang Kasim, Dewa Semesta langsung berdiri diikuti oleh Dewi Yama dan semua orang yang memenuhi aula tersebut.


"Aku mengumpulkan kalian disini untuk menjadi saksi atas pengangkatan Putri Bungsuku yang selama ini kusembunyikan dan juga untuk acara ulang tahunnya yang ke 24 tahun." Teriak Dewa Semesta dengan lantang dan penuh wibawa. (Eaaaaa😝)


"Masuklah, Putriku." Perintah Dewa Semesta ke Fei Xiang dengan nada tegasnya.

__ADS_1


Hola hola hola. Ketemu lagi sama aku di novelku yang satu ini. Gimana nih kabar kalian? Semoga sehat ya. Ya udah segini dulu ya chap kali ini. See you soon. Byeeeee.


__ADS_2