
Setelah itu, Fei Li langsung pergi ke rumah Fu Ji Lian. Yang lain juga langsung mengikuti Fei Li termasuk Si pria yang katanya tunangan dari Fei Li itu.
Saat sampai disana, rumah itu seperti rumah pada umumnya. Tapi yang berbeda, rumah itu seperti nya sudah tidak ditempati sejak lama.
Sepertinya Si Fu Ji Lian itu memang sudah merencanakan semua nya sejak awal. Tapi jangan panggil Fei Li itu kejam jika Fei Li nanti tidak mencincang Fu Ji Lian dengan kedua tangan nya sendiri.
Karena tidak menemukan apa apa disana, Fei Li pun pulang dan anak buah nya kembali ke markas sedangkan keempat kakak nya kembali ke pekerjaan masing masing karena itu masih siang sekitar pukul setengah dua belas siang.
Saat sampai di Kediaman Keluarga Ahn, Fei Li langsung ke kamar kakek nya untuk melihat keadaan kakek nya sekarang.
Dan saat hendak masuk ke dalam kamar kakek nya, Fei Li langsung terpaku di depan pintu. Karena Fei Li melihat kakek nya sudah duduk bersender pada kepala ranjang.
Dan kakek nya pun menoleh kearah Fei Li sambil tersenyum. Fei Li pun langsun gberlari dan memeluk kakek nya itu.
"Bagaimana keadaan kakek sekarang?" Tanya Fei Li saat sudah melepaskan pelukan nya.
"Kakekmu ini sudah baik baik saja. Kakek bahkan sudah bisa mengayunkan pedang." Ucap Mantan Jendral Besar Ahn sambil seakan akan tangan nya sedang mengayunkan pedang.
Fei Li hanya tertawa melihat tingkah kekanakan kakek nya itu. Lalu Fei Li pun menceritakan srmua yang terjadi selama kakek nya tertidur.
Mulai dari misi pengejaran Fu Ji Lian sampai ke rumah yang memang sudah lama kosong. Tak lupa Fei Li bercerita tentang tunangan nya.
Kecuali saat tunangan nya yang menusuk nya menggunakan tombak dan kedatangan keempat kakak laki laki nya.
Karena nanti kalau Fei Li bercerita tentang keempat kakak nya yang menyusul, Mantan Jendral Besar Ahn pasti bertanya tanya kenapa Fei Li harus memanggil keempat kakak laki laki nya itu.
__ADS_1
Dan kalau Mantan Jendral Besar itu tau, tunangan Fei Li atau Pangeran Kedua Kerajaan Api pasti tidak akan selamat di tangan Sang Mantan Jendral Besar.
Dan kalau itu sampai terjadi, akan terjadi peperangan akan kedua kerajaan. Meski pun ada para Dewa dan Dewi yang melerai, pasti tetap ada satu kerajaan yang hancur dan para rakyat akan menderita.
Saat Fei Li bercerita, kakek nya hanya mengangguk angguk kan kepala saja. Dan karena sudah pukul 1 siang, Fei Li pun bertanya pada kakek nya.
"Apa kakek sudah makan siang?" Tanya Fei Li. Kakek nya pun hanya mengangguk. Lalu Fei Li pun pamit pergi ke ruang makan untuk makan siang.
Dan akhirnya Fei Li makan siang sendirian di ruang makan itu. Setelah makan siang, Fei Li pun lanjut mencari Fu Ji Lian.
Begitu juga dengan setengah anggota Bloody Rose Mafia yang diperintahkan Fei Li untuk mencari dan menangkap Fu Ji Lian.
Sekitar pukul 5 sore, ada seorang anggota yang melapor bahwa Fu Ji Lian sudah ditemukan di sebuah hutan kematian lapis ketiga. Dan dengan cepat, Fei Li berteleportasi kesana.
Dan disana, Fei Li melihat seorang pria yang ada di data yang diberikan oleh Rixana tadi pagi yang sudah di lumpuhkan sementara oleh seorang anggota bidang penyerangan jarak dekat.
FYI : Lucien itu wakil nya Jonathan lo. Jadi kemampuan nya ngak usah ditanya lagi. Dan sifat Lucien itu berbanding terbalik sama Jonathan. Kalau Jonathan itu dingin, Lucien itu orang nya periang.
Dan seperti perkiraan Fei Li. Fu Ji Lian langsung berdiri dan berlari saat Lucien melepas kuncian nya.
Dan sesuai rencana, Fei Li langsung lari menyusul Fu Ji Lian dan menarik tangan Fu Ji Lian dari belakang lalu membanting nya.
Fu Ji Lian pun langsung pingsan di tempat. Dan Fei Li dengan mudah nya menyeret Fu Ji Lian ke markas. Yah nasib Fu Ji Lian memang sangat sangat buruk.
Fu Ji Lian memang keluar dari kejaran organisasi Wei Fang tapi malah masuk ke daerah Bloody Rose Mafia yang ketua nya baru saja Ia jadikan target beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Dan saat sampai di markas, Fu Ji Lian langsung di masukan terlebih dahulu ke ruang penyekapan.
Dan pada saat Fu Ji Lian sadar, Fu Ji Lian langsung dimasukan ke ruang eksekusi. Di ruang eksekusi sudah ada Fei Li dan senjata senjata penyiksaan nya.
Fu Ji Lian di borgol di tembok sama seperti tersangka sebelum sebelum nya. Fei Li pun langsung menghampiri Fu Ji Lian.
"Aku tidak suka berbasa basi. Jadi aku langsung bertanya saja." Ucap Fei Li.
"Siapa yang menyuruhmu mengincarku dua hari yang lalu?" Tanya Fei Li tanpa basa basi dengan aura dingin ditambah dengan atmosfer ruangan yang sangat mencekam.
"Ti...tidak akan ku beri tau." Ucap Fu Ji Lian dengan raut yang tidak bisa di artikan. Fei Li yang mendengar itu pun marah dan menarik kerah baju Fu Ji Lian.
"Cepat katakan!" Ucap Fei Li dengan penuh penekanan.
"Sampai mati pun tak akan kuberitau." Ucap Fu Ji Lian dengan raut tegas.
"Baiklah. Mati ya? Ide bagus." Ucap Fei Li dan Fei Li pun berjalan kearah senjata senjata nya dan membawa salah satu senjata kesukaan nya.
Senjata itu semacam cambuk berwarna hitam dengan duri duri kecil yang tajam di bagian ujung nya.
Cambuk itu juga terbuat dari bahan khusus yang dibuat oleh Geraldio untuk hadiah ulang tahun Fei Li. Fei Li mengelus cambuk itu bagian yang tidak ada duri tentunya.
Fei Li pun berjalan mendekat ke arah Fu Ji Lian. Tepat di hadapan Fu Ji Lian, Fei Li mengangkat cambuk nya tinggi tinggi.
Dan.....
__ADS_1
Hola apa kabar semuanya? Seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorite. Kalau mau, kalian boleh kasih vote. See you soon. Byeeeeee.