
Cuplikan chap sebelumnya~•~
Geraldio juga sudah memakai sarung tangan khusus dan membuka tutup botol kaca yang terbuat dari bahan khusus itu dengan hati hati lalu mengambil sedikit serbuk racun itu dan meletakkan nya di botol kecil yang terbuat dari bahan yang sama dengan botol besar itu.
Lalu Geraldio mengembalikan botol besar itu ke tempatnya seperti semula dan pergi dengan Fei Li ke tempat mata mata organisasi musuh itu disekap.
.........
Di depan ruang penyekapan
"Biar aku yang buka pintu nya." Ucap Geraldio sambil memberikan botol kecil tadi ke Fei Li. Lalu Geraldio di scan retina, sidik jari, dan detak jantungnya.
Memang sedikit ribet tapi supaya tidak ada sembarang orang yang menyusup. Setelah Geraldio di scan, pintu terbuka. Geraldio dan Fei Li pun masuk dan lampu pun langsung menyala.
__ADS_1
Taotie pun langsung berjalan dan bersantai santai di kaki Fei Li. Mata mata organisasi musuh itu sudah terborgol dan kepalanya sudah tertunduk.
Geraldio berjalan menuju mata mata organisasi musuh itu dan mengecek apakah orang itu masih hidup atau sudah meninggal. Dan ternyata orang itu masih hidup. Orang itu hanya pingsan.
Fei Li pun menyuruh taotie kembali ke ruangan nya. Ruangan taotie yang sebenarnya bukan di ruang penyekapan tapi ada di sebelah.
Setelah taotie pergi, Fei Li menggampiri Geraldio yang sedang bingung memikirkan cara agar orang di depannya ini bangun.
Dari postur tubuh dan wajahnya, orang didepan mereka berdua itu seorang perempuan berumur 20 tahun an.
Lalu perempuan itu pun bangun. Fei Li hanya menatap perempuan itu dengan datar. Geraldio segera memakai sarung tangan khusus dan membuka tutup botol kecil yang tadi di pegang Fei Li.
Fei Li juga memakai sarung tangan yang sama dengan Geraldio dan berjalan mendekat ke arah perempuan itu dan berhenti tepat disamping Geraldio.
__ADS_1
Fei Li menampar perempuan itu dan perempuan itu pun langsung berteriak kepada Fei Li dengan lancangnya.
"Dasar jal*ng si*l*n." Teriak perempuan itu. Geraldio yang marah pun langsung menampar perempuan itu sedangkan Fei Li cuma biasa saja.
"Sudahlah Gerald langsung taburkan saja." Ucap Fei Li ke Geraldio. Geraldio pun langsung mengambil sedikit serbuk di botol kecil yang sudah terbuka sedari tadi.
Geraldio menaburkan serbuk tadi di tangan kaki dan melemparkan serbuk serbuk itu ke wajah dan sekujur badan perempuan itu.
Dan dalam sekejap terdengar teriakan teriakan perempuan itu memenuhi ruangan penyekapan itu. Dan akhirnya hanya tersisa potongan kain dari perempuan itu yang tersisa.
Fei Li pun sudah tersenyum manis melihat racun super yang dibuat oleh Geraldio. Fei Li memang sudah memiliki bayangan tentang racun itu tapi Fei Li tidak menyangka racun itu akan sehebat ini.
Lalu Fei Li dan Geraldio keluar dari ruangan penyekapan itu dan berjalan berdampingan menuju ruangan Fei Li. Saat sedang berjalan, Fei Li tiba tiba berkata.
__ADS_1
"Memangnya Rixana tidak cemburu melihat kau dan aku berjalan berdampingan seperti ini?" Tanya Fei Li ke Geraldio karena Fei Li sudah tau hubungan kedua anak buahnya itu.
Hola apa kabar semuanya? Seperti biasa jangan lupa like dan jadikan favorit. Kalau mau, kalian boleh kasih vote. Yaudah ya segini dulu aja chap kali ini. See you soon. Byeeeeeee.