
Cuplikan chapter sebelumnya~~
Lalu tiba tiba seekor phoenix penguasa dunia datang arah utara ke arah tempat kami berpijak saat ini. Dia pun mendekatiku dan mengubah wujudnya menjadi manusia.
Wujud manusianya adalah seorang perempuan cantik namun masih cantikkan aku sih.
"Aku sudah menunggumu nona." Ucap perempuan itu.
×××××××××
"Menungguku? Apa maksudmu?" Tanya Li'er dengan wajah bingungnya dan tentu saja wajah Li'er sekarang terlihat sangat imut bahkan Miao Li, Sang Harimau 3 alam sudah memerah mukanya.
•NOTE : Sekarang mereka bertiga dalam wujud manusia tentu saja bila dilihat seperti 2 orang dewi yang amat cantik dan seorang dewa muda TAMPAN sedang berbincang.
Sang phoenix yang sedang menjelma menjadi seorang gadis cantik pun langsung tertawa melihat wajah memerah sahabatnya itu.
Yah memang Phoenix Penguasa Dunia dan Harimau 3 Alam memang berteman baik. Walaupun mereka selalu dibanding bandingkan.
Sang Phoenix dan Sang Harimau berbincang. Sedangkan Li'er yang merasa didiamkan pun kesal dan langsung menyindir mereka berdua dengan nada dingin andalannya.
"Sudah puas ngobrolnya?" Ucap Li'er dengan nada datar dan dingin sekaligus menyindir.
Sang Phoenix yang mendengar sindiran pun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sambil cengengesan.
"Maaf maaf tadi kau bertanya apa? Aku lupa hehehe." Ucap Sang Phoenix masih dengan cengengesannya yang tak lepas dari wajahnya sedari tadi sedangkan Li'er sudah mati matian menahan kesal.
Tapi sebenarnya Li'er melihat hal yang sangat langka sekarang ini. Phoenix penguasa dunia memiliki sifat yang sangat sombong dan angkuh pada orang lain.
__ADS_1
Tapi sekarang Sang Phoenix malah cengengesan didepan seorang gadis. Kira kira kenapa ya?
Li'er menghela nafasnya dengan perasaan kesal dan berkata, "Apa maksudmu dengan perkataanmu tadi bagian sudah lama menungguku?"
"Ooh itu yah." Ucap Sang Phoenix sambil menganggukan kepalanya.
"Kalau itu, aku memang menunggumu, Nona. Aku merupakan hewan kontrak warisan Dewi Yama kepadamu. Mengingat Rohmu yang berasal dari dunia atas." Ucap Sang Phoenix yang membuat banyak pertanyaan berkeliaran di otak jenius Li'er.
"Apa maksudmu? Rohku dari dunia atas? Kenapa aku tak mengingat kenangan apapun dari umur 6 tahun kebawah di duniaku sebelumnya. Lalu kenapa kita tak melakukan kontrak darah?" Tanay Li'er penasaran.
"Tentu saja karena kau kehilangan ingatanmu,Adikku Tersayang. Dan kau juga tak perlu melakukan kontrak darah karena Phoenix Penguasa Dunia atau Han Yu memang warisan dari ibunda dewi untukmu. " Ucap seorang pria yang tiba tiba muncul dari atas. Atas? Yap benar sekali pria itu terbang dengan sayap besar warna putih berkilau menghalangi sinar matahari.
"Oh namanya Han Yu. Terus kau siapa?" Tanya Li'er pada lelaki muda didepannya ini. Lelaki muda itu terkekeh ringan lalu menjawab pertanyaan Li'er dengan senyuman indah yang tak luntur dari wajah tampannya.
----------
"Perkenalkan aku adalah kakakmu. Namaku adalah Gu Lin Kuai. Dewa dunia bawah, dunia orang yang meninggal." Ucap pria itu yang sekarang kukenal sebagai kakakku.
Meksipun aku tak begitu yakin dengan perkataannya. Tapi yasudahlah tak ada salahnya bukan mempunyai seorang kakak.
Jujur saja saat di duniaku sebelumnya aku tumbuh dewasa tanpa kasih sayang dari orang tuaku. Aku selalu merasa tak dianggap.
Aku selalu tinggal dirumah besar itu sendirian. Memang kebutuhan secara materiku tercukupi bahkan berlimpah limpah namun kebutuhan akan kasih sayangku tak cukup.
Itulah yang membuat aku menapaki jalan kegelapan. Lalu beberapa hari sebelum aku meninggal, aku mengetahui rahasia terbesar dalam hidupku.
Aku baru mengetahui kalau mereka hanya orang tua angkatku. Mereka mengambilku dari panti asuhan.
__ADS_1
Saat sedang berpikir tiba tiba suara seorang pria yang tak lain adalah kakakku langsung memenuhi pendengaranku.
"Li'er? Apa kau baik baik saja? Kenapa kau melamun?" Tanya kakakku kepadaku tentunya.
Terdengar juga suara dari Phoenix tadi serta Miao Li yang mengkhawatirkanku.
"Aku baik baik saja tak perlu khawatir. Aku hanya berpikir saja." Ucapku dengan lembut.
"Oh iya kau tak ingin memeluk kakakmu ini Hmmm?" Ucap kakakku sambil merentangkan tangannya.
Akupun langsung berlari memeluknya. Lalu tiba tiba terdengar suara dari langit.
*" Lin Guai, Putraku. Bawalah Putri bungsu kesayanganku naik ke dunia atas."*
Aku bingung karena suara itu muncul begitu saja dari langit. Tapi kakakku, Lin Guai langsung menjawab semua pertanyaan yang memenuhi kepalaku.
"Itu suara ibu, Dewi Yama. Ibu memintaku membawamu naik ke dunia atas tempat para dewa dewi." Ucap Kakak kepadaku.
Hola gimana penasaran ngak nih gimana ntar jadinya perjalanan Li'er selanjutnya. Siapa orang tua raga tempat rohnya tinggal saat ini dan juga orang tua rohnya. Memang aneh karena ini cuma karangan saya hehehehe. Oh iya SEMUA NAMA DISINI CUMA KARANGAN DAN TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG ATAU MENGHINA SIAPAPUN SAYA ULANGI LAGI. INI CUMA KARANGAN. Hehehehe sorry kalau ngegas tapi takutnya ada yang syirik nanti. Yaudah deh segini dulu buat kali ini. See you in the next chapter. Byeee all.
__ADS_1