
Mereka semua berkumpul di tepi danau itu, Rosario nampak senang sekali bertemu dengan Julian dan Joanna.
"Syukurlah kalian selamat, jika tidak kalian sudah jadi koleksi si ular licik itu, Zea namanya" ucapnya.
"Koleksi? Maksudmu?" tanya Joanna penasaran.
"Kalian tidak tahu tentang legenda ular itu?" tanya Rosario heran.
Julian dan Joanna kompak menggelengkan kepalanya, mereka memang tidak tahu tentang Zea itu. Bahkan mereka hanya mendengar saja tentang hutan Pinus dan taman bunga kematian itu.
"Ular licik itu bernama Zea, dia adalah penjaga danau ini. Dia itu sebenarnya jin yang licik dan penuh tipu muslihat, dia mengincar korbannya yang hati dan jiwanya terlihat lemah.
Dan menariknya ke alamnya, jika tak bisa menghindarinya maka akan menjadi koleksi tengkorak manusia didalam lorong didanau itu" ujar Rosario sok tahu.
Padahal dia juga baru dengar ceritanya dari Maharaja Balaputradewa, sekarang mereka berada ditengah hutan Pinus itu mencari kawanan mereka.
"Kalian cari terus teman kalian, mereka akan menjaga dan menemani kalian mencari teman-teman kalian itu.
Aku harus kembali ke istana ku, banyak hal yang harus aku kerjakan di sana" ujar sang raja.
Julian sempat bergumam, raja ini sudah berupa jiwa yang belum kembali ke Tuhannya, tapi dia seolah masih hidup dan mengerjakan tugasnya sebagai raja dengan baik, pasti dia adalah raja yang bijaksana di masanya dulu.
"Baiklah, Baginda. Kami ucapkan terima kasih atas bantuan dan pertolongan Baginda kepada kami" ucap Rosario dengan sopan sambil membungkukkan badannya.
Rombongan raja sudah pergi ke kerajaannya, ada beberapa pengawal yang ditugaskan menjaga mereka, mereka sepakat untuk membagi dua kelompok untuk mencari Maura cs.
Julian beserta Joanna dan Rosario dibantu beberapa pengawal masuk kedalam hutan, dan beberapa pengawal lainnya menyusuri hutan yang tidak terlalu jauh dari jangkauan danau dan taman bunga kematian.
Mereka sengaja mengaturnya begitu, jika Julian cs yang mencari ke daerah sebelah sana bisa saja mereka bertemu dengan para jin licik lainnya, makanya dilarang melewati area yang ada di sana.
Bruuukk!
__ADS_1
"Aakhhh! Tolongg!!"
Terdengar suara benda jatuh dengan kencang disusul dengan teriakan minta tolong, Julian dan yang lainnya lari dengan kencang menuju suara itu berasal.
"Kevin! Maurice!" teriak Joanna.
Terlihat Kevin berusaha meraih tangan Maurice, ternyata mereka jatuh pas diatas pohon Pinus itu. Maurice sedikit lagi jatuh, tangannya berusaha berpegangan pada dahan pohon itu, sedangkan tangannya yang lain berusaha menggapai tangan Kevin.
"Lepaskan saja peganganmu, Nona!" teriak salah satu pengawal yang di sana.
Mereka semua tepat dibawah pohon tinggi itu, Maurice bergelantungan diatas pohon Pinus itu.
"Lepaskan apanya?! Kamu gak lihat dibawah sana sangat jauh, bisa mati aku!" teriak Maurice ketakutan.
"Nona, bahkan anda tidak akan merasakan sakit apapun jika jatuh" jawab pengawal itu lagi.
"Tentu saja, kan langsung dead alias mati!" teriak Maurice kesal.
"Aakhhh!" Maurice berteriak sekuat tenaga.
"Maurice!!" teriak Kevin.
Dan dia pun terjun bebas dengan keinginannnya sendiri, dia pikir jika dia mati pasti tidak akan merasakan rasa sakit. Pasti pas jatuh langsung hilang nyawa, mengingat betapa tingginya pohon itu.
Zeb!
Pengawal itu menangkap Maurice dan Kevin dengan kedua tangannya, dia udah seperti bapak ngemong dua anak balita aja.
"Turunkan aku!" teriak Maurice kesal.
Keduanya nampak sangat syok sekali, bagaimana tidak mereka yang tadinya hidup normal tiba-tiba saja bisa lihat dan berada di dunia gaib, dan kedua kalinya berada di hutan ini.
__ADS_1
Jika yang pertama mereka muncul dari dalam danau itu, dan kedua ini mereka malah jatuh tepat di atas pohon tingginya minta ampun!
Dan sama-sama tidak enak rasanya, mereka kembali menyusuri hutan itu untuk mencari keberadaan Maura dan Ardian.
Selama diperjalanan mereka menceritakan awal mula mereka muncul di dunia gaib itu, yang paling senang sudah pasti Rosario karena dia muncul didalam kerajaan sang raja yang legendaris.
"Kamu mungkin sengaja diturunkan di sana, agar bisa dibimbing oleh sang raja langsung biar gak sesat lagi!
Jika kamu muncul didalam danau seperti kami tadi, bisa-bisa dunia ini akan hancur olehmu" kata Julian, dia tidak bisa berpikir lagi jika itu terjadi.
Bayangkan, Rosario itu jin yang memiliki kekuatan super yang luar biasa setara dengan 100 ribu prajuritnya Arion Gaharu.
"Untungnya..." gumamnya.
Setelah dikira cukup jauh, mereka berpikir jangan-jangan Maura dan Ardian tidak jatuh di kawasan hutan itu lagi. Mereka juga tak menerima kabar dari pengawal lain yang berada disisi danau jika menemukan Maura dan Ardian.
"Aku pikir mereka tidak ada disini" ujar Kevin.
"Dimana mereka sekarang?" ujar Maurice khawatir.
"Tidak usah khawatirkan mereka, mereka itu manusia-manusia terpilih. Dan takkan ada yang berani mencelakai mereka" jawab salah satu pengawal itu.
Mereka pun berpikir begitu juga, iya juga yah. Keduanya manusia hebat hasil reinkarnasi para ksatria di masa lalu, ksatria yang berani melawan Arion Gaharu.
Pasti para jin dan prajuritnya ketakutan melawan mereka, lebih baik kabur daripada melawan dua manusia hebat itu, pikir mereka.
Tapi mereka salah mengira, Maura dan Ardian malah lagi sibuk bertarung melawan para jin penghuni hutan Angkara itu.
......................
Bersambung
__ADS_1