RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Pesonamu Mengalihkan Duniaku


__ADS_3

Semuanya berkumpul di ruang tengah, mereka duduk saling berhadapan di depan bi Marni.


"Aku sengaja mengumpulkan kalian semua disini, karena ada yang ini aku sampaikan kepada kalian agar tak ada saling mencurigai ataupun kesalahpahaman yang lainnya" kata bi Marni memulai berbicara.


"Pertama aku ingin berterima kasih kepada kalian semua karena menganggapku orang tua yang cukup berguna bagi kalian.


Terima kasih menghormati aku yang hanya seorang pengasuh dan asisten rumah tangga biasa ini, terima kasih telah banyak mendengarkan aku yang cerewet ini" ujarnya kembali diiringi tawa kecil mereka.


Maura dan yang lainnya tersentuh dengan ucapannya, bagaimana tidak bi Marni cukup banyak berkontribusi dalan hal kehidupan dan permasalahan yang mereka hadapi.


Jika biasanya mereka enggan dan sungkan berbicara dengan orang tua atau orang dewasa, tetapi berbeda dengan bi Marni mereka bisa berbicara apa saja kepadanya.


"Terutama kepada Maura, selama ini Bibi berada didekatnya dan tinggal bersama keluarganya sudah puluhan tahun lamanya.


Sejak Bibi masih kecil hingga sekarang, dari berteman dengan papanya hingga menjadi majikan. Bibi tulus sayang kepada kalian, karena kalianlah keluarga Bibi sekarang.


Berbicara soal keluarga, Bibi punya satu keponakan lelaki yang tampan seusia kalian.


Hidupnya tenang dan damai, Bibi bersyukur dia tidak kekurangan apapun dalam hidupnya, hingga Bibi tenang meninggalkannya sementara waktu.


Dia tidak pernah jauh dari Bibi, kami hidup saling berdekatan karena bagaimanapun juga kami adalah keluarga.


Dan Bibi yakin kalian sudah tahu siapa yang Bibi maksud dari keponakan Bibi itu" ujar bi Marni menyudahi ceritanya sambil meminum tehnya.


"Kenapa Bibi maupun dia tak pernah bercerita soal ini kepadaku, waktu itu kita bertemu di apartemen ini kalian hanya diam saja seperti tak saling kenal saja" ujar Maura diam, ada perasaan sedikit kecewanya.


"Sebenarnya semua anggota keluarga sudah tahu soal ini, May. Hanya kau saja yang tidak tahu, kami sengaja merahasiakannya darimu agar kamu dan dia tak merasa canggung satu sama lain" ujar bi Marni.


Ucapannya membuat Maura dan Ardian bingung, apa maksudnya ucapan bi Marni tadi? Berarti selama ini mereka merahasiakan hal ini selama itu? pikir Maura.


Ardian juga tambah bingung, bukanlah ini misi rahasianya yang diucapkan oleh bi Marni sewaktu dia masih kecil. Sehingga semua orang tak tahu kecuali dirinya.


"Ardian, Maura... Maafkan Bibi yah, karena merahasiakan soal ini kepada kalian. Karena ini juga permintaan dari keluarga masing-masing.


Maura, papa dan kedua kakakmu tahu soal Bibi memiliki keponakan lelaki yang seumur kamu. Tapi mereka hanya tahu ceritanya saja, dan tidak pernah bertemu sama sekali.


Makanya Angga kemarin tidak mengenalinya, Maura... Ardian sejak kecil sudah dilatih untuk menjagamu, sekarang dia sudah besar dan dewasa sudah saatnya dia menjagamu.

__ADS_1


Dia menjagamu selama ini dari jauh, ada alasan kenapa kami melakukan hal ini nanti biarkan Ardian yang menceritakan soal itu.


Sekarang dia memutuskan untuk menjagamu lebih dekat karena itu akan memudahkannya dalam hal segi apapun.


Maura, Ardian itu keponakan Bibi sama dengan hal anak kandung Bibi. Rasa sayang Bibi kepada kalian begitu besar, sulit dibedakan.


Karena kalian berdua satu-satunya harapan yang bisa memutuskan tali kutukan dari penyihir dan pengikutnya itu" ujar bi Marni pelan.


"Maura, aku tahu kau keturunan Dewi Srikandi... Karena aku juga keturunan panglima Arialoka, mereka berdua bersahabat dan sama-sama prajurit kerajaan Sriwijaya dijaman dulu" Sambung Ardian.


Maura terkesiap mendengar penuturan Ardian, siapa sangka cinta pertama Dewi Srikandi yaitu panglima Arialoka sangat dekat dengannya.


Apakah debaran didadanya saat bertemu dengan Ardian karena debaran ini sebenarnya milik Dewi Srikandi kepada Arialoka? Bukan perasaannya kepada Ardian? Ada rasa sakit ketika dia mengetahui semua kebenaran itu.


"Tetapi Dewi Srikandi memilih maharaja Balaputradewa sebagai pilihan hatinya" ujar Maura meluruskan cerita cinta itu, dia tidak ingin larut dalam perasaan itu.


"Benar, karena tak ada pilihan lain. Mereka dijodohkan karena perang, karena kerajaan milik Putri Dadar Bulan dirampas oleh kerajaan Sriwijaya.


Seandainya tidak ada perjodohan itu, mungkin Putri Dadar Bulan sudah memilih Arialoka sebagai pendamping hidupnya." Ujar Ardian menyambung cerita Maura.


"Bagaimanapun juga itu cerita masa lalu, lupakan saja masalah cerita cinta yang tak pernah usai itu." Kata bi Marni menengahi mereka.


Entah mengapa bi Marni merasakan energi negatif yang mereka berdua ciptakan, jika tidak akan memicu pertikaian atau perdebatan tak penting dari mereka ini.


"Betul kata Bi Marni, kapan perlu kalian berdua bisa menyambung cerita cinta yang tak pernah usai itu" sambung Kevin sambil menahan senyum gelinya.


"Yap, benar sekali! Di jaman itu Dewi Srikandi memilih maharaja Balaputradewa, nah dijaman ini biarkan Dewi Srikandi memilih panglima Arialoka.


Dengan kata lain kalian pacaran aja gak apa-apa kok, kita dukung 'kan?" sahut Maurice sambil meminta dukungan Kevin dan bi Marni.


Keduanya mengangguk setuju, Maura kesal dengannya sambil menepuk bahu sahabatnya itu dia berlalu pergi dengan perasaan campur aduk, Ardian pun menyusulnya.


"Bi, bagaimana sih cerita awal mulanya mereka? Penasaran aku nya" ujar Kevin, jiwa keponya meronta-ronta.


"Iya Bi, aku juga pengen tahu ceritanya. Tadi baru tahu setengahnya, lanjutin lagi Bi ceritanya" Maurice pun tak ingin ketinggalan ceritanya.


"Cerita-cerita apanya?! Sana mandi dulu, anak gadis mandi siang mulu!" teriak bi Marni galak padanya.

__ADS_1


"Iya, iya... Tapi habis mandi cerita ya Bi?" kata Maurice sambil tertawa diiringi pukulan kecil bi Marni.


Pukulan sayang tentunya, pelan-pelan bi Marni mulai membagi perasaannya kepada Maurice. Gadis malang yatim piatu sahabat terbaik Maura, dia merasa iba dan kasihan padanya.


*


Sementara itu Maura pergi ke balkon apartemennya disusul Ardian, ternyata di sana Dewi Srikandi dan panglima Arialoka sedang bercengkrama melepas rindu.


Saat beberapa langkah Maura di sana, Ardian langsung menarik tangannya hingga tubuh Maura tersentak kedepannya, kakinya terpeleset dengan sigap Ardian menangkap tubuhnya.


Posisi mereka terlihat seperti berpelukan, wajah mereka sangat dekat hingga kedua hidung mancung mereka bersentuhan. Ardian terpesona dengan kecantikan alami Maura.


Kedua gundukan bukit Maura menghimpit tubuh Ardian, hingga dia bisa merasakan gesekannya.


Hingga adik kecil milik Ardian tiba-tiba bangun, dengan posisi seperti itu tentu saja Maura bisa merasakan sesuatu yang bangun dibawah situ.


Dia hendak melepaskan pelukan itu, tapi Ardian malah memeluknya kencang dan tanpa basa basi langsung mencium bibir lembut Maura, dia sudah tak tahan lagi ingin ******* bibirnya.


Dia menghimpit tubuh Maura dengan menyudutkannya ke dinding balkon itu, hingga terhalangi oleh gorden jendela balkon, jadi siapapun tak akan ada yang bisa melihat mereka.


Dengan nafs* memburu, dia menghimpit tubuhnya dengan menggenggam tangan Maura dan tangannya satu lagi dia gunakan untuk memilin kelereng kecil dibukit milik Maura.


Ciuman hangat itu berlangsung agak lama, sampai ciuman itu sudah mulai turun menjelajahi tubuh Maura, kepalang tanggung adik kecil sudah bangun dia gesekan-gesekan sedikit kearah gundukan kecil milik Maura.


Suara des*han mereka saling bersahutan, ketika jiwa sudah dikuasai hawa nafsu membuat mereka melupakan tempat dan waktu.


Melihat mereka bermesraan tentu saja dewi dan Arialoka meninggalkan mereka dua saja di balkon itu.


"Maura!!" terdengar suara teriakan dari dalam apartemen meneriaki nama Maura.


Tentu saja itu menghentikan kegiatan mereka, bagaikan tersadar dari sihir keduanya sama-sama kaget dan saling melepas diri.


Seseorang menemui mereka di balkon itu dengan wajah memerah menahan emosi, keduanya ketakutan melihat mereka.


......................


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2