RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Sosok Si Iblis..


__ADS_3

Sebelumnya, saat Kevin dan Dhania pulang.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, fokus dengan pikiran masing-masing.


tiba-tiba Dhania bertanya kepada Kevin, memecah keheningan sejak tadi.


"Kevin, coba kamu jelaskan lagi. Apa penyebab kalian kecelakaan? Kemaren itu kamu bilang ada segerombolan burung menyerang kalian? Apa benar begitu, bukan karena kamu ngantuk kan?" Tanya Dhania pada Kevin penasaran.


"Apa yang aku bilang kemaren itu semuanya benar kak, lagian aku juga sadar sepenuhnya ga ngantuk!" Jawab Kevin dia agak kesal dengan pertanyaan kakaknya itu.


"Habisnya, penjelasan kamu tuh ga masuk akal.hei,di kota new York mana ada sarang burung. Apalagi burung gagak, Memang mereka nyari makan dimana, kamu tau kan sejenis burung itu makanannya tu bangkai. Daging busuk!" Cecar Dhania.


"Iya, tahu kok. Makanya aku bilang aneh,mm.. Jangan-jangan ini ulah penyihir kak?" Ujar Kevin bergidik.


"Mulai lagi ni anak, jangan aneh-aneh yah kamu. Kebanyakan nonton film ya begini nih jadinya." Dhania menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan Kevin tadi.


"Bener kak, coba tanya aja sama Maura dan Maurice. Mereka juga di sana kan, pasti sama jawabannya." Kata kevin lagi.


"Hem, kamu dan Maura itu sama aja. sama-sama suka nonton film horor, dan halusinasinya juga ga jauh-jauh beda. Pasti samalah." Kata Dhania tak percaya omongan Kevin.


"Dan lagi, jangan ajak Maurice juga atas ke haluan kalian berdua yah." Kata Dhania memperingati Kevin.


"Btw, ngomongin Maurice. Dia tahu kamu suka dia? Terus Maura gimana..?" Tanya Dhania.


"Udah deh, dari tadi ngomongin kecelakaan, burung sekarang Maurice sama Maura. Capek tau?!" Ujar Kevin kesal.

__ADS_1


"Hem, pasti ada sesuatu nih. Hei Kevin, kamu penasaran ga sih kalau Maurice tahu ga kalau kamu suka sama dia, atau dia juga suka sama kamu sebenarnya?" Kata Dhania ngeledek adiknya.


Mendengar candaan Dhania itu, Kevin kesal dan sedikit mengebut bawa mobilnya. Dhania menjerit kaget.


"Kevin! Kamu mau mati yah?! Kecelakaan kemaren kamu ga kapok apa?!" Teriak Dhania marah.


"Makanya, kakak juga becandanya jangan keterlaluan." Kata Kevin bersungut-sungut.


Dhania menghela napas berat melihat kelakuan adiknya itu, sebenarnya dia ingin memberitahukan Kevin kalau dia melihat Maurice memakai gelang itu.


Gelang berukiran bunga Lily itu sengaja dibeli Kevin buat Maurice, dia sempat bertanya kepada Dhania apa gelang ini bagus atau tidak.


"Bagi wanita, tidak penting seberapa mahalnya atau seberapa bagusnya barang yang diberikan untuknya oleh pria yang disukainya. Tapi dia melihat, seberapa tulusnya pria itu " Kata Dhania waktu itu.


Dia mengingat waktu Angga pertama kali memberikannya hadiah, sebuah gantungan kunci yang unik.


Kembali saat ini.


" Kak, sebenarnya ada yang ingin aku katakan." Kata Kevin memecahkan lamunan Dhania.


"Hem, apa itu?"


Waktu malam itu, semalam sebelum kecelakaan itu terjadi. Aku dan Maurice..." Kevin menggantung kata-katanya.


Kevin bingung harus bercerita atau tidak kepada Dhania soal kejadian malam itu di apartemen.

__ADS_1


"Hayo, ngapain malam itu kamu sama Maurice, hah!" Eh Dhania malah salah faham


"Oh.. Oke, oke.. Aku faham sekarang, jadi ceritanya hubunganmu dengan Maurice berjalan dibelakang Maura, terus Maura memergoki kalian kan..?! Ya udah, berantemlah kalian jambak-jambakan di mobil sampai kecelakaan itu terjadi. Ya kaan begitu?!" Tanya Dhania berspekulasi sendiri dengan gayanya sok keren.


"Ah, terserahlah.. Males ngomong sama kakak, capek." Kata Kevin makin kesal dengan jawaban Dhania makin tidak jelas saja.


Sepanjang perjalanan pulang, Dhania terus bercanda. Dan Kevin berusaha menghiraukannya.


Ditengah-tengah kota new York, berdiri gedung-gedung tinggi. Salah satu gedung tertinggi di sana, diatas menara itu berdiri sosok berjubah hitam sambil membawa tongkat panjang ditangannya.


Sosok berjanggut putih bermata biru. Wajah penuh keriput dan urat-uratnya menonjol.


Aku tak tahu kalau kau bersembunyi disini Irwan.. Kau membawa anakmu yang seharusnya menjadi milikku.. Kini, pintu sudah lama tertutup itu sudah mulai terbuka. Dan dia akan menyadari takdirnya bersamaku.. Hehehehe.....


Kata sosok tua itu, dia adalah penyihir/ketua sekte dan iblis dari segala iblis.


Pemilik dari si kabut hitam dan para arwah tersesat lainnya. Dia bertahun-tahun mencari Maura dan baru mengetahui keberadaannya beberapa minggu yang lalu.


Dan mulai mendatanginya, hal pertama yang dia tunjukan kepada Maura yaitu mimpinya. Kebun bunga, dimana Maura menjadi saksi kematian mendiang Mamanya. Dengan kata lain ingatan tentang Mamanya yang hilang.


......................


bersambung


gambar ilustrasi

__ADS_1



Dhania


__ADS_2