
Maura terkejut melihatnya, wanita ini.. dia.
" Dewi Srikandi, Putri Dadar Bulan " Maura mengucapkan nama itu dengan pandangan kagum.
Dewi Srikandi ternyata lebih cantik dibandingkan cerita mereka tentangnya. Dia terlihat lebih anggun dan berwibawa.
Pancaran auranya sangat berbeda, kesan tangguh dan kuat itu sangat nampak sekali.
" Akhirnya, apa kau senang berjumpa denganku Maura? " tanya Dewi Srikandi.
" I-iya, ten-tentu De..wi. " Maura terbata-bata menjawabnya.
Semuanya tertawa melihat tingkah Maura yang salah tingkah itu, kelihatan sekali rasa groginya itu.
" Maura, inilah kekasih hatiku. Putri Dadar Bulan, yang biasa kalian panggil Dewi Srikandi " ujar Maharaja Balaputradewa.
" Iya Maharaja, senang bisa bertemu langsung dengannya " ujar Maura.
" Kau bisa panggil namaku langsung, aku bukan lagi Raja maupun Sultan. Itu masa kejayaan Sriwijaya..
Sekarang roh ini sudah kembali ke Sang Penciptanya, aku hanya bayangannya.
Sama saja dengan Dewi, Ratu Kenanga Ayu maupun para pengawal dan orang-orang yang ada di istana itu " kata Balaputradewa.
" Apakah istana itu juga istana bayangan Tuanku? " tanya Ceylin ikut bertanya langsung.
" Benar, gadis manis. Malang sekali nasibmu harus terjebak disini.. " kata Balaputradewa.
" Tidak apa, para rakyat bayanganmu selalu menemaniku bermain.
Lagian aku pasti akan pergi ke Sang Pencipta kalau si Penyihir telah musnah beserta pengikut-pengikutnya " kata Ceylin Margodova, gadis kecil yang menjadi korban pertama Arion Gaharu.
" Kau benar, manis. Makanya ada kami disini " jawab Dewi Srikandi.
" Dan sekarang, aku akan membawa dua jiwa yang tersesat ini ke istanaku. Mereka harus aman dulu, dan kau juga gadis manis ikut kami " kata Balaputradewa.
" Ada apa, apa hutan ini berbahaya juga? bukankah ini bagian wilayah mu juga tuanku? " kata Ceylin, dia agak keberatan meninggalkan hutan.
__ADS_1
" Hutan ini aman, seperti yang kalian tahu hutan ini adalah bagian wilayahku juga.
Tetapi saat ini, Arion Gaharu sedang murka. Karena beberapa kali kehilangan targetnya, jangan sampai dia melihat targetnya disini..
Kami takut dia menghancurkan perjanjian itu, berusaha dan memaksa menerobos masuk ke hutan ini.
Dan akan sangat berbahaya sekali jika itu terjadi, bukan hanya kehancuran yang ada disini saja, dunia mu akan mudah dia kuasai " kata Balaputradewa terlihat khawatir sekali.
" Baik tuanku, aku mengerti.. " kata Ceylin.
Maura heran sekaligus takjub, kenapa anak kecil ini bisa berpikir dewasa sekali?
" Dewi, bawa kembali Maura ke dimensi manusia. Jangan terlalu lama dia disini, kau tahu akibatnya.
Tubuhnya belum kuat untuk menerima semuanya, tubuhnya masih terlalu lemah. Latih lagi fisiknya, ajarkan semua kekuatanmu " ujar Balaputradewa.
" Baik tuanku.. " kata Dewi Srikandi sambil memberi salam hormatnya dengan menundukkan kepalanya.
Beberapa pengawal di sana mulai menuntun kedua orang tua Maurice dan Ceylin untuk ikut mereka kembali ke istana.
" Tunggu dulu, boleh aku bicara sebentar dengan Maura? " kata tante Anne.
Pengawal itu melihat kearah Balaputradewa meminta persetujuannya, Raja itu mengangguk menyetujuinya.
" Baiklah, jangan terlalu lama " ucapnya.
" Terima Kasih, aku tidak akan lama " ujar tante Anne seraya menghampiri Maura.
Dia menatap lekat ke wajah Maura, dia melihat bayang-bayang wajah anak gadisnya di sana.
" Maura, tante dan om titip Maurice padamu, dan yang lainnya.
Sampaikan permintaan maaf kami pada Maurice, dan katakan padanya untuk tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri. " ucap tante Anne.
" Tante sama om ga usah khawatir masalah Maurice, percayakan saja pada kami.
Maurice itu wanita kuat, dia hebat dalam segala hal. percayalah padanya.. " ujar Maura.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, tante Anne dan om Jhon beserta Ceylin pergi bersama Balaputradewa dan para pengikutnya.
Mereka melewati kabut tebal yang entah datang darimana.
Terlihat raut wajah kesedihan di wajahnya, dia entah merasa sangat kehilangan. Dia tidak tahu bicara apa ke Maurice saat bertemu nanti.
Dewi Srikandi mengajak Maura menaiki kuda berwarna putih, dia kaget sekali. Sejak kapan kuda itu ada disini?
" Semuanya menjadi mungkin disini, dan yang tak mungkin di duniamu bisa aja terjadi disini " ucap Dewi Srikandi, seolah dia faham apa isi hati Maura.
" Kau seperti tahu saja isi pikiran hatiku " kata Maura terlihat takjub padanya.
" Ingat, aku adalah kamu. Dan kamu adalah aku. Apapun yang ada di dirimu aku bisa tahu dan merasakannya juga " kata Dewi, sambil membantu Maura naik keatas punggung Kuda.
" Apa itu juga termasuk rasa nyeri haid? " tanyanya penasaran, dan Dewi menjawab dengan anggukan.
'Wah, hebat. berarti dia bisa juga tahu tentang perasaanku pada yang lain.' batin Maura.
" Tentu saja aku tahu " jawab Dewi lantang.
" Hah, ta-tau apa? " kata Maura kaget.
" Tau tentang perasaanmu " jawabnya sambil tersenyum.
Maura berusaha berpikir keras untuk mengosongkan pikirannya biar tak didengar Dewi Srikandi.
" Hehe.. " Dewi tertawa geli.
" Kenapa tertawa? " tanya Maura, Dewi hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Tentu saja dia tahu semua isi pikiran Maura, sekarang Maura juga harus belajar memahami isi hati Dewi.
Biar ada chemistry diantara mereka, dan kekuatannya bisa menyatu agar bisa melawan Arion Gaharu dan melindungi semua orang yang dia sayangi.
......................
Bersambung
__ADS_1