RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Pembalasan


__ADS_3

Pertarungan mulai tak seimbang, Lambat laun Ardian mulai menguasai pertarungan itu. Camelia mulai terpojok, dan dia mulai melemah.


Melihat Camelia alias ratu hitam para penyihir itu mulai lemah, Arion Gaharu mulai bermain licik. Dia ingin menyerang Ardian dari belakang, seketika sinar merah keluar dari tongkat tengkoraknya menuju Ardian.


Bletarr!


Arion Gaharu terkejut serangannya dapat dihindari oleh Ardian, satu hal Ardian atau Panglima Arialoka yang tak diketahui oleh Arion Gaharu yaitu mata keduanya.


Didepan mereka memakai mata Ardian dan dibelakang memakai mata Panglima Arialoka.


Jadi serangan darimanapun mereka bisa tahu dan menghindarinya.


"Ini tak bisa dibiarkan, prajuritku mulai melemah aku harus mengakhiri peperangan ini" gumam Arion Gaharu.


Dia kembali melesatkan cahaya merah dari tongkat tengkoraknya itu, lagi-lagi cahaya itu dapat ditangkis oleh Ardian.


"Kau Zharak, bantu ratuku melawan anak tengil itu! Zhurak tak bisa diandalkan lagi, dia sudah terluka berat" perintahnya kepada panglima keduanya, Zharak.


Sekarang pertarungan itu mulai goyah karena kedatangan Zharak yang membantu Camelia, Ardian kewalahan tenaganya mulai terkuras habis.


"Habislah riwayatmu Panglima Arialoka! Kali ini aku bisa membalaskan kematianku dikarenakan olehmu!" teriak Camelia dengan suara serak seperti nenek.


"Silakan Ratuku!" ujar Zharak sambil menyerahkan belati tajam kepada Camelia.

__ADS_1


Dengan seringai mengerikan sambil menunjukan gigi-giginya yang tajam, dia mengarahkan belati itu ke jantung Ardian.


Ctarr,!


Terdengar suara cambuk yang mengarah kearah mereka, pisau belati itu terlempar jatuh. Mereka melihat rombongan ratu Kenanga Ungu sedang menuju kearah mereka.


"Sialan! Ratu sadis itu lagi!" teriak Camelia saat melihat ratu Kenanga Ungu.


"Lawanmu itu aku, ratu hitam Pramudya. Aku yang memerintahkan untuk menghukummu! Jika ingin membalas kematianmu, maka datanglah padaku!" ujar sang ratu dengan penuh wibawa dan karismanya.


Sementara prajuritnya membantu para prajurit lain yang mulai kewalahan melawan prajuritnya Arion Gaharu.


Sedangkan Ardian melawan Zharak, semuanya nampak tegang, Rosario melindungi para kawanan agar tak kena imbas antar peperangan gaib itu.


Arion Gaharu melihat Maura sendirian tanpa penjagaan, dia ingin menyerang gadis itu atau mungkin akan menjadi tawanannya. Karena dia mulai melihat peperangan itu kembali tak seimbang.


Para prajuritnya sudah dipukul mundur oleh prajurit bayangan, sedangkan para kawanan dijaga dengan baik oleh Rosario.


Hanya Maura kah satu-satunya tanpa penjagaan dan dia sendirian, Arion Gaharu memanfaatkan itu. Dia menyeringai menatap Maura, gadis kecil yang selalu dia idam-idamkan.


"Darahmu itu sangat berharga, jika aku mengambilnya maka kekuatanku takkan tertandingi. Maka akan mudah bagiku menguasai dunia, haha!" ujar Arion Gaharu.


Dia melesat terbang menuju Maura, semua teman-temannya melihat itu menjerit ketakutan.

__ADS_1


"Maura!" teriak mereka.


Ratu Kenanga Ungu maupun Ardian tak bisa menolong ataupun berbuat apa-apa, karena disibukkan oleh dua iblis itu yang susah sekali dimusnahkan, meskipun Camelia dan Zharak sudah kewalahan tetapi keduanya masih bertahan.


Entah kenapa mereka susah sekali ditaklukkan, apa itu taktik mereka untuk mengulur waktu agar Arion Gaharu bisa mendekati Maura?


Arion Gaharu membuat sebuah lingkaran, lingkaran itu juga membuat sebuah lengkungan seperti kubah dan menjadi tameng untuknya agar terhindar dari serangan musuh, dan lingkaran itu juga susah ditembus apalagi didekati.


Angin kencang meliputi tameng kubah itu, siapapun ingin mendekatinya maka akan terpental jatuh. Didalam kubah itu hanya ada Arion Gaharu dan Maura sambil menggendong mayat Gerald, Maura yang terduduk lesu sambil memejamkan matanya tak menyadari bahaya didepannya.


"Haha! Kau dalam genggamanku sekarang, takkan ada yang bisa menolongmu!" teriak Arion Gaharu senang, tawanya menggelegar menggema seisi alam semesta itu.


Dia mencoba menyingkirkan mayat Gerald dipangkuan Maura menggunakan tongkatnya, seketika itu mata Maura membuka lebar membelalak lebar sempurna.


Mata itu memancarkan sinar putih sempurna, dan tubuhnya mulai bangkit dari duduknya dan melayang sejajar dengan Arion Gaharu.


Gerald terlepas dari genggamannya tapi tubuh kaku Gerald tetap melayang disampingnya.


Berlahan tapi pasti wujud Maura berubah dengan penampilan yang berbeda, wajah cantiknya semakin sempurna dengan rambut panjang hitam bergelombang.


Kulit putih tertutupi oleh kain songket dan kemben warna merah keemasan, dilengkapi mahkota indah di kepalanya. Kain kuning keemasan melingkar di pinggang indahnya.


"Kau sudah tak bisa aku ampuni lagi!" ujar Maura yang sepenuhnya menjadi Dewi Srikandi.

__ADS_1


......................


Bersambung


__ADS_2