RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Siapa Dia?


__ADS_3

Ketika dia menyadari yang datang bukan Maura tetapi Dewi Srikandi asli, Balaputradewa langsung memeluk dan menangis terharu.


"Adinda, benarkah ini engkau? Apa ini hanya bayangan ilusi semata?" Kata masih terus memeluk Dewi Srikandi.


"Jika ini bukan aku, terus kenapa engkau masih memelukku kanda?" Kata Dewi Srikandi.


Mereka melepaskan pelukkannya, Balaputradewa menatap lekat kepada pasangannya.


" Iya, ini engkau Dewiku. Maafkan aku masih meragukanmu" Katanya sambil menunduk sedih.


"Sudahlah kakang semua sudah berlalu, kau tau kita berdua dan semua yang ada disini hanyalah bayangan. Kita ini hanya bentuk sebuah jiwa yang tertinggal oleh tuannya, tugas kita adalah menuntaskan tugas yang tertinggal.


Aku akan membantu Maura dalam menjalankan tugasnya, dan kau juga harus membantu pemuda itu." Katanya menjelaskan.


Setelah mereka berkumpul di suatu tempat seperti balai pertemuan itu,di sana telah berkumpul Putri Mahkota Kenanga Ayu, Maharaja Balaputradewa dan Dewi Srikandi.


" Tuan Putri, kenapa tidak kau jelaskan semuanya kepada Maura siapa sebenarnya musuh besarnya? Bahkan Ayah kandungnya pun terlibat." Kata Balaputradewa.


"Maharaja, kita hanya perlu menjelaskan semua tugasnya saja. Untuk masalah seperti itu biarkan dia tahu sendiri dan menyelesaikan masalah itu sendiri, dia masih perlu banyak belajar." Kata Putri mahkota.


" Benar Kanda, aku sudah menyelami pikiran Maura dan sedikit banyak mengetahui permasalahan keluarganya. Ayahnya tidak terlibat dengan masalah ini, dia hanya terlahir dari keluarga yang salah saja. Bahkan dia sengaja pergi menjauh dari keluarganya agar anak-anaknya selamat dari tangan para penyihir itu." Kata Dewi Srikandi menyetujui penjelasan Putri Mahkota.


" Tapi Dinda, dia keturunan penyihir sudah pasti dia memiliki sihir jahat juga. Takkan mungkin dia berbeda, suatu saat nanti akan terlihat juga sifat aslinya." Balaputradewa terlihat sangat geram sekali.


" Betul sekali, kau belum banyak mengenal semua orang disekitarnya. Saat kau tahu nanti, tolong jelaskan padaku pendapatmu tentang mereka." Kata Dewi Srikandi dengan sabar.


" Tadi kau bilang para penyihir, apakah mereka berjumlah lebih dari satu? Aku pikir hanya Adion Gaharu saja." Kata Putri Mahkota penasaran.

__ADS_1


" Betul Putri, dia memiliki banyak keturunan yang mengikuti jejaknya. Hanya Irwan Hartawijaya lah yang tak mengikutinya." Kata Dewi Srikandi.


" Baiklah, kita tunggu saja nanti. Tolong awasi dan lindungi Maura dari dalam bahaya, dan kau Balaputradewa atur emosimu jangan larut oleh perasaan. Dan aku lihat pemuda itu sudah semakin dekat dengan Maura.


Minta dia untuk mengawasi dari jauh dan tetap jaga Maura." Kata Putri Mahkota.


Semuanya setuju, sebelum Dewi Srikandi kembali ketempat Maura dia sempatkan untuk bersama kekasihnya, yaitu Balaputradewa.


" Baru saja kita bertemu, kau sudah mau pergi meninggalkanku." Ujar Balaputradewa sedih.


" Maafkan aku Kanda, tugas tak bisa aku hindari. Aku hanya menjalankan tugas yang seharusnya aku jaga dari dulu." Kata Dewi Srikandi.


" Kau sudah terlalu lama tidur Dewiku, saat kau bangun dan harus berperang lagi." Balaputradewa tak kuasa menahan air matanya, sesak sekali rasanya.


" Maafkan aku, saat semuanya telah usai. Kita bisa bersama kembali Kanda." Ujarnya sembari berjalan menuju pintu cermin dan kembali bersama Maura.


" Sejak kapan aku tertidur, sudah berapa lama?" Tanyanya.


" Dari tadi siang sampai sore ini, kau baru bangun. Kau lihat kan, Papa dan aku sudah pulang." Kata Angga sambil tersenyum, terlihat matanya berkaca-kaca.


" Nak, kau membuat kami khawatir.. Kata Bibik kamu pingsan karena kecapekan yah?" Tanya Pak Irwan.


" Iya Pa, maaf selalu bikin khawatir. Mulai sekarang aku akan lebih hati-hati lagi dan tidak akan membuat kalian khawatir." Kata Maura sambil memeluk Ketiga orang yang amat dia sayangi.


Sementara itu.


Kevin dan Maurice dalam perjalanan pulang, mereka masih memikirkan kecelakaan pagi tadi.

__ADS_1


" Maurice, kamu ga apa-apa kan? akhir-akhir ini kita selalu mengalami hal tak terduga. Kalau kamu perlu butuh bantuan, bilang saja padaku yah." Kevin menatap Maurice begitu dalam penuh perasaan.


Maurice senang mendapat perhatian lebih dari Kevin, hanya saja dia merasa kurang nyaman. Seperti ada yang kurang, kurang peka Kevin nya.


" Terima kasih Vin, aku masuk dulu ya mau istirahat. Hari ini benar-benar melelahkan, maaf belum bisa mempersilakan masuk, kamu pasti capek juga kan?.


Kamu langsung pulang dan langsung istirahat yah. Btw, terima kasih gelangnya dan jika berniat akan sesuatu lebih baik kamu sampaikan langsung ke orangnya, siapa tahu dia memiliki rasa yang sama denganmu." Maurice langsung masuk kerumahnya, dan menutup pintu.


Sementara itu Kevin masih berdiri bengong mendengar ucapan terakhir Maurice.


Maksudnya apa yah? Apa dia selama ini sadar akan perasaanku ini kepadanya, kalau benar begitu berarti apa yang dikatakan Mark benar. Aku yang kurang peka. Kevin membatin.


Disisi lain di kota ini.


Disebuah gedung tertinggi di new york. Gedung komersil yang cukup terkenal di kota itu, ada seorang pemuda berdiam diri disalah satu sudut kantor di gedung tinggi itu,dia menatap keluar gedung dibalik dinding kaca besar itu.


" Maura, haruskah aku selalu bersamanya? Aku tak terlalu mengenalnya, aku hanya tahu kisahnya. Kenapa aku harus ditugaskan menjaganya? Anak berdarah campuran, antara darah murni Kesultanan Sriwijaya dan darah seorang penyihir pemuja iblis.


Musuh bebuyutan, kira-kira dia akan lebih seperti apa? apa dia akan seperti Dewi Srikandi atau menjadi Dewi Iblis?


Apa yang harus aku lakukan, aku tak bisa melakukan hal-hal yang tak pasti seperti ini." Kata pemuda itu.


Pria tampan yang misterius, siapakah dia? Apa hubungannya dengan Maura dan segala peristiwa masalah ini?


......................


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2