
Maura maupun Dewi Srikandi diam memperhatikan pergerakan nenek Dawiyah, nenek itu begitu lincah dia berlarian kesana-kemari tiada henti sambil tertawa cekikikan, suaranya sangat mengerikan sekali.
"Katakan padaku, kau sebenarnya makhluk lain yang menumpang ditubuh nenekku kan? Karena nenekku tidak mungkin dia bersikap seperti ini" ujar Maura mencoba mengalihkan perhatian nenek Dawiyah.
"Haha! Kau cukup pintar rupanya, tapi tidak heran kenapa kau sampai berpikir seperti itu! Ilmumu ternyata sudah tinggi juga, wajar saja kau tak sulit menemukan tempat ini.
Biasanya orang lain akan kesulitan menemukan tempat ini, jika pun berhasil mereka akan gagal dan jatuh kedalam lubang neraka itu" ucap nenek Dawiyah.
"Jawab saja pertanyaanku, tidak usah berbelit-belit!" tegas Maura sambil menatapnya tajam.
"Ya, kau benar. Aku masuk juga dengan seizinnya, karena dia juga menginginkannya. Mungkin dia malu harus menghadapi cucunya langsung!" ujar nenek Dawiyah yang kerasukan itu.
"Katakan padaku, apakah kau adalah makhluk wanita yang berada didalam mimpiku waktu itu?!" tanya Maura lagi.
Dewi Srikandi juga kembali teringat dengan mimpi Maura waktu itu, sosok wanita cantik tapi cukup mengerikan datang ke apartemennya.
"Hemm, ingatanmu cukup tajam juga... Benar itu aku, aku sudah tahu kau akan datang, maka aku datang untuk memberikan sambutan yang hangat untukmu.
Lihat, betapa baiknya aku sebelum kau datang kesini aku sudah menyambutmu! Jadi, bersikaplah yang sopan padaku!" teriak nenek Dawiyah dengan suara serak mengerikan.
Maura maupun Dewi Srikandi tidak bergeming sedikitpun, mereka masih mengawasi pergerakan neneknya itu, menyadari segala usahanya untuk menundukkan Maura tidak berhasil, sosok yang menempel pada nenek Dawiyah menggunakan cara lain.
Dia menggunakan kekuatannya lagi untuk menghidupkan para patung itu untuk melawan Maura, dengan kekuatan dan keberaniannya Maura dan Dewi Srikandi melawan mereka semua.
Satu hal yang membuat keduanya merasa aneh, patung-patung itu bergerak kearah satu arah mereka hanya memberikan satu serangan kearah Maura untuk memojokkannya keluar dari gua itu, dan ingin menjatuhkannya ke dalam lubang neraka itu.
Maura memberikan kode kearah Dewi Srikandi untuk mengarahkan para patung itu kearah sebaliknya, kini posisi mereka yang terbalik, Maura dan Dewi Srikandi terus memojokkan para patung itu untuk keluar dan mundur masuk kedalam lubang itu.
"Aakh!" teriak nenek Dawiyah murka.
Kini dia sendirian tidak ada lagi yang menjaganya, Maura dan Dewi Srikandi bergerak maju menghadapinya. Ternyata nenek itu tidak kehilangan akalnya, dia kali ini menggunakan kekuatan alam sekitar untuk menyerang keduanya.
Tiba-tiba saja seluruh gua bergerak tidak tentu arah, seolah terjadi gempa besar yang siap menelan mereka kedasar bumi, nenek Dawiyah perpegangan kesebuah akar pohon yang entah muncul darimana menghilang dibalik dinding gua itu.
"Maura, cepat berpegangan denganku! Gua ini akan hancur, kita juga tak boleh kehilangan iblis itu!" teriak Dewi Srikandi.
__ADS_1
Maura berpegang teguh pada tangannya dan mereka menghilang menebus dinding gua itu, ketika mereka muncul sudah dihadang oleh puluhan makhluk halus pengikut iblis di hutan itu.
"Dasar licik!" gumam Maura kesal.
"Haha! Kau pikir aku tidak tahu semuanya, aku sudah tau semua kelemahan dan kekuatanmu! Aku tidak akan membiarkan kau pergi dari sini dengan mudah.
Aku akan membuatmu menjadi bagian dari kami ini, dengar itu manusia sombong?!" ujar sosok didalam tubuh nenek Dawiyah.
"Aku bahkan tak berniat keluar dari sini sebelum menghajar kalian semuanya!" balas Maura dengan tatapan sinis.
"Dasar manusia sombong! Hajar dia sekarang!" teriak nenek Dawiyah murka.
Para makhluk yang ada di sana menyerang Maura bersamaan, mereka terdiri dari segala jenis genderuwo, kuntilanak, pocong, buto ijo, kuyang dan masih banyak lagi jenis jin yang menyerangnya.
Maura tak takut ataupun gentar menghadapi mereka semuanya, dia dengan beraninya melawan para makhluk itu bersama Dewi Srikandi, tetapi kekuatannya masih belum terlalu tinggi baginya, dan energinya semakin menipis dipakai bertarung sepanjang malam.
"Aakhh!" teriaknya ketika mendapat tendangan dari genderuwo.
Dia memuntahkan darah segar dari mulutnya, karena khawatir dengan keadaan Maura, Dewi Srikandi pun tidak bisa fokus dan akhirnya kena serangan dari makhluk itu.
"Ini tidak bisa dibiarkan, lama-lama aku dan Maura akan kehabisan energi dan menghilang ditempat ini! Seandainya tenaga kami masih cukup, tidak terlalu sulit untuk melawan mereka semua.
Aku harus mencari cara untuk mengembalikan keadaan, dan mengalahkan mereka secepat mungkin. Aku mau tak mau harus menggunakan kekuatan itu, demi Maura.. Dia tidak boleh mati sia-sia disini" gumam Dewi Srikandi.
Dia langsung duduk bersila sambil menangkupkan kedua tangannya, sambil melafalkan beberapa mantra dan doa dia mengibaskan selendang kuning keemasan miliknya ke udara, dan seketika selendang itu menimbulkan cahaya kuning berpendar menyilaukan mereka semua.
Membuat pertarungan itu terhenti sejenak, semuanya terpaku menatap kearah Dewi Srikandi, dan tiba-tiba mata Dewi Srikandi membulat sempurna dengan cahaya putih bersinar menatap semua makhluk itu!
Semua yang terkena sinar itu menjerit kesakitan, mereka seperti sedang tertusuk ribuan jarum panas.
"Aaaah!!" teriak mereka kesakitan.
Nenek Dawiyah yang sedari tadi memperhatikan mereka menjadi panik ketakutan, dia tak menyangka kalau Dewi Srikandi memiliki kekuatan tersembunyi lainnya.
"Aku harus menyingkir terlebih dahulu, tidak tahu ada kekuatan apalagi yang tersembunyi darinya, aku tak ingin hancur lebih dulu sebelum mendapatkan apa yang aku mau" gumam nenek Dawiyah dengan suara seraknya itu.
__ADS_1
Dia memberikan kode kepada para anak buahnya itu untuk kabur dari tempat itu, mereka semua menjerit kesakitan sambil meninggalkan tempat itu.
"Ingat, pertarungan kita belum selesai! Aku akan kembali lagi, kemana pun engkau pergi aku pasti akan menemukan dirimu!" teriak nenek Dawiyah sebelum pergi menghilang.
Dewi Srikandi ingin berlari mengejarnya, tapi ditahan oleh Maura karena dia tahu kini kekuatan mereka juga semakin melemah.
"Biarkan saja, nanti kita pasti akan bertemu lagi dengan mereka. Dengan itu kita bisa membalaskan dendam ini lagi, aku tak ingin kau lenyap gara-gara kehabisan energi" ujar Maura mencoba menenangkan Dewi Srikandi.
"Baiklah kalau begitu, mari kita pergi juga dari tempat ini. Aku lihat tempat ini akan hancur, karena ditinggalkan oleh tuannya" ujar Dewa Srikandi sambil memperlihatkan sekelilingnya.
Dengan berjalan tertatih-tatih karena kehabisan energi, Maura dan Dewi Srikandi memanggil jin di dimensi sebelumnya untuk menjemput mereka.
Sebelum mereka masuk kedalam lubang hitam pintu yang terhubung antar dimensi itu, Maura sempat memperhatikan keadaan dimensi itu, berlahan tapi pasti keadaannya berubah menjadi lebih cerah dan terang, dunia yang indah berubah hancur gara-gara perbuatan makhluk yang tidak bertanggung jawab.
"Mari, Maura.." ucap Dewi Srikandi.
Mereka memasuki lubang hitam itu dengan perasaan tidak menentu, mereka merasa ada yang hilang, merasa tidak percaya diri, karena belum berhasil mengalahkan nenek Dawiyah dan pengikutnya.
Belum lagi mereka juga tak bisa menyelamatkan dan mengembalikan keadaan alam di dimensi itu.
"Sudahlah, itu bukan salah kalian, bukan juga kekuranganmu, Maura... Siapapun tidak ada yang berhasil dan bisa mengembalikan keadaan alam dimensi itu, karena sudah hancur sejak dulu oleh para iblis itu" ujar sosok mahkluk penunggu pintu antar dimensi itu.
Maura mengangguk mengerti, dia memutuskan untuk kembali ke dimensi manusia ditemani oleh Dewi Srikandi dan dibantu oleh makhluk penjaga pintu dimensi itu.
"Kau ingin pulang kemana? Tidak mungkin kan kembali lagi ke rumah laknat itu.. Dan jangan bilang kau ingin pulang ke rumah ayahmu?!" ujar Dewi Srikandi.
"Tidak, tidak mungkin itu terjadi meskipun aku sangat menginginkannya.. Bawa kemanapun, asal jangan ketempat yang berbahaya, tapi jangan jauh-jauh juga dari tempat itu.
Aku harus kembali sebentar untuk mengambil beberapa barang penting lainnya, tenang saja aku tidak akan masuk kedalam rumah itu, tapi jangan lupa kita memiliki orang dalam yang sangat dipercaya, hehe.." ujarnya percaya diri.
Dewi Srikandi hanya menurut saja apa maunya dia, dia tak ingin lagi berurusan dengan makhluk untuk sementara waktu, dia butuh waktu untuk memulihkan keadaannya sambil mengumpulkan energinya.
......................
Bersambung
__ADS_1