RAHASIA MAURA

RAHASIA MAURA
Penyesalan Max


__ADS_3

Camelia menangis pilu,memikirkan nasibnya dan merindukan kekasihnya.


"Jika kau merindukannya,pergilah.. Temui dia." Kata Gerald.


Camelia pergi menemui Max,setelah diantar Gerald keluar.


Saat dipenjara, Camelia melihat Max duduk sendirian dipojok ruang tahanan


wajahnya babak belur dihajar tahanan lain,karena dianggap manusia kejam telah membunuh anak kecil.


Berita tentang tabrak lari dan korbannya anak kecil itu telah menyebar,termasuk didalam penjara tempat Max ditahan.


Padahal para tahanan tersebut tidak tahu apa-apa.Mereka menyiksa orang yang salah.


" Kasihan sekali kau, harus menderita seperti ini.. Dan,maafkan aku pergi secepat ini.. Seharusnya aku selalu bersamamu..huhuhu.." Camelia menangis pilu.


Disudut itu Max masih membayangkan kekasihnya,wanita yang baru saja dia lamar.


Kejutan apartemen itu terasa tak berguna. Dia merasa menyesal.


"Seandainya waktu itu aku berhati-hati, mungkin kecelakaan itu takkan terjadi. Dan mungkin Camelia masih disisiku.." Ucap Max lirih.


Tak terasa air matanya mengalir,ada beberapa tahanan di ruangan itu mereka melihat keadaan Max yang memprihatinkan itu.


"Kenapa,kau menyesal dengan perbuatanmu..?" Kata salah satu tahanan disana.


" Katanya tunanganmu juga mati kecelakaan yah..?!" Kata yang lain juga.


" Itu yang dinamakan karma,dan kau menyesalpun tak ada gunanya.." Kata tahanan itu.

__ADS_1


"Anak itu takkan kembali lagi,begitu juga dengan kekasihmu dia tidak akan hidup lagi.." Sahut yang lainnya.


Camelia melihat mereka mengolok-olok Max jadi geram,ingin rasanya dia menghajar mereka semua.


Tapi dia teringat pesan Gerald untuk tidak menyakiti manusia lainnya,kalau tidak mau menjadi roh jahat.


"Seharusnya mereka masih hidup,sudah sepatutnya kau menyesal. Itu salahmu..!!" Sahut salah satu tahanan disana.


Tadinya Max tidak memperdulikan ucapan tahanan lainnya,dia sudah terbiasa dengan olokkan dan pukulan mereka.


Tetapi ucapan tahanan yang terakhir ini begitu menusuk hatinya,benar-benar mengenai hatinya.


Pada malam harinya,saat semua tahanan sudah tertidur lelap.Max tetap terjaga,dia tidak bisa tidur,ucapan tahanan tadi masih terbayang olehnya.


"Benar katanya, ini semua salahku.." Katanya bergumam sendirian.


Dia pergi ke kamar mandi yang ada didalam ruangan itu, dia duduk sendirian sambil menangis tersedu-sedu.


Dia menangis, dia ingin meminum racun tersebut tapi masih ragu apakah dia melakukan hal yang tepat atau tidak.


Camelia sedari tadi berteriak untuk menghentikan niat Max bunuh diri, tapi apa daya tak ada satupun yang mendengarnya. Para tahanan lainnya juga larut dengan mimpinya.


Max nekat minum racun tersebut karena dia tidak kuat menanggung rasa bersalahnya.


Seketika tubuhnya kaku kejang-kejang, mulutnya mengeluarkan busa. Wajahnya pucat. Diantara hidup dan mati itu dia seperti melihat Camelia.


"Camelia,sayang.. Kau datang untuk menjemputku?" Katanya tak sadar apa yang diucapkannya.


Saat itu ada tahanan lain yang masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil,betapa terkejutnya dia melihat keadaan Max tersebut.

__ADS_1


Dia berteriak meminta tolong kepada yang lain, semuanya terbangun mendengar teriakannya.


Max langsung diselamatkan oleh tahanan lainnya, dia langsung dibawa ke klinik tahanan oleh petugas yang di sana.


Saat Max berjuang antara hidup dan mati,saat dokter berusaha menolongnya. Dia seperti berada ditempat lain.


Saat itu di kegelapan, dia melihat sosok yang tak asing baginya.


"Camelia..!" Teriak max senang,dia tak menyangka akan bertemu lagi dengannya.


Camelia tersenyum haru melihat Max,dia begitu mencintainya. Dan pria inipun tak kalah mencintainya sampai berbuat nekat seperti ini. Mereka berpelukan saling melepas rindu.


"Kembalilah sayang, kembalilah.." Kata Camelia pada Max.


"Tidak, aku tak ingin kembali. Aku ingin tetap bersamamu.." Jawab Max sambil meneteskan air matanya.


"Tapi ini bukan tempatmu, waktumu belum sampai.." Kata Camelia.


"Aku tak bisa menahan kesendirianku, aku tak tahu harus bagaimana tanpamu.." Jawab Max sedih.


"Dengar, kau harus tetap hidup demi diriku. Tolong jaga kedua orang tuaku.. Dan buktikan kau tak bersalah" Kata Camelia pada Max.


"Aku salah, aku yang bersalah.. Aku membuat anak itu mati dan kaupun begitu.." Jawab Max penuh penyesalan.


"Tidak,itu bukan salahmu itu salah.." Belum selesai camelia menyelesaikan jawabannya, tiba-tiba.


"Yaah.. Itu salahmu,matilah lalu jadilah pengikutku,hahaa..." Tiba-tiba muncul sosok bayangan hitam di sana.


Camelia kaget bagaimana bisa ada sosok bayangan itu di sana? apakah dia akan mengambil Max darinya..?

__ADS_1


......................


bersambung


__ADS_2