
Maura berlari memeluk kedua sosok itu, mereka terlihat begitu senang melihat Maura.
" Om, Tante.. kenapa kalian bisa ada disini? " Tanya Maura kepada mereka.
" Kami juga tidak tahu nak, tapi kami percaya takdir Tuhan itu ada dan nyata " ujar pria paruh baya itu, yang dipanggil Om Jhon oleh Maura.
" Om, aku.. tidak tahu harus bicara apa.. " ujar Maura, terdengar getir suaranya.
" Dengar nak, semuanya orang tidak tahu apa yang akan menimpa mereka. Siap atau tidak, kematian itu akan datang dengan sendirinya " kata ' Om ' Jhon.
" Kami titip Maurice ya nak, dia pasti sangat kehilangan sekali. Malang sekali nasib anak itu, saat kami masih ada dia sering ditinggal sendiri.
Dan sekarang, dia benar-benar sendirian. Sampaikan permintaan maaf kami yang tak bisa menemaninya sampai akhir.. " kata Tante Anne.
Ternyata mereka adalah orang tua Maurice, tapi apa yang mereka lakukan disini?
" Om sama Tante tidak perlu khawatir soal Maurice, ada kami yang akan selalu bersamanya.
Dia anak dan sahabat yang baik, banyak orang yang akan menjaganya nanti. Karena kami semua juga menyayanginya. " Tidak sadar air mata Maura menetes.
Dia berandai, seandainya dia bisa berjumpa dengan mendiang Mamanya seperti ini. Alangkah senangnya hatinya.
" Ngomong-ngomong, Om dan Tante bisa ceritakan apa yang terjadi saat itu?
Apa penyebab kecelakaan itu terjadi Om, tidak mungkin Maurice penyebabnya kan? " Tanya Maura penasaran.
" Maurice anak baik, dia tidak mungkin akan mencelakakan orang lain apalagi ini kami, orang tuanya " kata Om Jhon.
" Sebenarnya ada yang tidak kami ceritakan pada Maurice maupun pada orang lain.
Mengenai kepergian kami ke Florida, saat mengunjungi paman Maurice. yaitu adikku sendiri " ujar Tante Anne.
" Apa yang terjadi Tante? " Maura tak sabar.
" Saat itu kami mendengar ada kabar bahwa adikku sedang sakit di sana, tak ada yang merawat ataupun menemaninya.
Dia hidup sendiri, dia bercerai dengan mantan istrinya dan mereka tak memiliki anak.
Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka, dia tidak pernah menceritakan apapun tentang hidupnya.
Dan kamipun sudah lama tak berhubungan dengan mantan istrinya itu. " Tante Anne menceritakan kisah adiknya itu.
" Saat kami tiba di sana, suasananya sangat berbeda. Rumahnya berantakan tak terurus, banyak debu dan jaring laba-laba.
Seolah-olah rumah itu kosong tak berpenghuni. Tidak heran jika dia sakit-sakitan. " Ujar Om Jhon.
" Kami melihat keadaan kondisi tubuhnya yang sangat mengenaskan, kurus sekali seperti tulang berbalut kulit.
Dia seperti mayat hidup, tidak mati dan tidak juga hidup. Sudah diperiksa setiap dokter yang ada di sana.
__ADS_1
Hasilnya nihil, dia dianggap sehat. Tak ada penyakit apapun di dirinya itu. " Sambung Om Jhon.
" Kasihan sekali dia, usianya jauh lebih muda dariku. Tapi fisiknya jauh kelihatan tua dariku juga, seperti kakek tua rapuh " terlihat raut wajah sedih Tante Anne.
" Terus, apa ada yang aneh lagi tentangnya? " Tanya Maura.
" Iya, malam itu kami tak sengaja mendengar suara dari kamarnya.. " Tante Anne mencoba mengingat kembali kejadian malam itu.
***
Malam itu, dikediaman Jason adiknya Tante Anne.
Tante Anne terbangun dari tidurnya, dia haus ingin turun ke dapur untuk mengambil air minum.
Dia sengaja turun sendiri tak membangunkan suaminya, karena dia sudah tahu seluk beluk rumah adiknya itu.
Rumah bergaya Vintage, termasuk salah satu rumah besar dan mewah diarea kompleks perumahan mewah itu.
Ketika adiknya sakit, rumah itu terlihat kusam kotor dan tak terurus.
Tante Anne menuruni tangga rumah itu, dia saat mau ke dapur dia melewati ruang keluarga dan di sana juga ada kamar kosong ditempati adiknya saat ini.
Tidak sengaja mendengar percakapan didalam kamar itu.
" Kau sudah tak memiliki waktu lagi, kalau kau tak ingin hidupmu berakhir ditangan Arion Gaharu, cepatlah cari pengganti nyawamu ini.
Aku lihat ada dua nyawa disini, pilihlah salah satu dari mereka. Atau kau ingin memilih keduanya?
Tante Anne tidak mengerti maksud dari pembicaraan mereka yang ada didalam.
Dia tidak mengenali suara orang didalam kamar itu, tetapi dia mengenali suara adiknya itu.
" Tidak, jangan mereka. Aku akan mencari yang lain. Jangan coba-coba mencelakai mereka. " Terdengar suara adiknya.
" Kau yang tega membunuh anak-anakmu yang belum lahir di dunia ini. Tapi tak tega kepada manusia-manusia tua penuh dosa itu. " Terdengar suara sinis pria didalam kamar itu.
" Mereka belum lahir, aku tak melihatnya. Tak ada kasih sayang di sana, berbeda dengan mereka yang sejak kecil bersamaku " Kata adiknya menjawab.
" Begitu juga dengan mantan istrimu itu? karena kalian pernah saling mencintai, makanya kau menceraikannya agar tak tersentuh oleh kami.
Kau pintar juga Jason, karena tumbal mu dari orang-orang terdekatmu saja yang diambil.
Jika sudah tak berhubungan denganmu, mereka bukan target lagi " terdengar kekehan suara didalam.
Saat Tante Anne masih fokus mendengar suara didalam, dia dikagetkan dengan tepukan bahu dari suaminya itu.
" Honey, kamu ngapain disini? " Tanya Om Jhon.
" Ish, kamu bikin kaget aja. Sudah, temani aku ambil air minum " kata Tante Anne.
__ADS_1
Mereka meninggalkan kamar tersebut, suara mereka terdengar dari kamar.
" Kali ini kamu tak bisa menolak, mereka sudah mendengar semuanya " kata suara pria didalam kamar itu.
Sebelumnya.
Om Jhon terbangun dari tidurnya, tak menemukan istrinya di samping tidurnya.
Setelah melihat tak ada gelas minum dimeja samping tempat tidurnya, dia tahu istrinya pasti di dapur mengambil air minum.
Tetapi kenapa lama sekali? dia keluar kamar ingin melihat apa yang terjadi. Dia melihat istrinya sedang mengendap didepan kamar adiknya itu.
Dia mencoba mengejutkan istrinya itu, dan itulah yang terjadi.
*
Saat pagi harinya, Tante Anne bangun lebih pagi. Dia ingin menyiapkan sarapan buat suami dan adiknya itu.
Belum lagi rumah yang masih terlihat kotor dan berdebu juga berantakan itu, dia bermaksud ingin membersihkan juga.
Setelah sarapan sudah siap, dia bermaksud ingin membawa adiknya itu keruang makan untuk sarapan bersama.
Sedangkan suaminya itu sedang berolahraga pagi seperi biasa, dia ingin mengambil kursi roda untuk membantu adiknya bergerak.
Dia tak menemukan kursi roda itu, dia pikir mungkin ditaruh didalam gudang. Karena saat mereka datang, dia kelihatan lebih baik dan belajar berjalan sendiri.
" Ah, mungkin Jason menaruhnya di gudang. Dia sepertinya mau belajar mandiri " Tante Anne tersenyum, karena tahu sifat adiknya.
Jason sedari kecil sudah tangguh, segala keinginannya harus terwujud.
Jika orang tua ataupun orang lain tak bisa memberikan keinginannya, maka dia akan berusaha sendiri mewujudkannya.
Saat itu Tante Anne menuju gudang, dia mendengar suara didalamnya. Kali ini dia berusaha hati-hati.
Terdengar suara berdecak, seperti suara orang lagi makan. Tante Anne mengintip kedalam gudang.
Terlihat didalam sosok nampak mirip adiknya itu, tapi lebih kurus dengan mata besar dan kuku-kuku panjang sedang makan seekor kucing di sana.
Darah kucing itu muncrat kemana-mana, Tante Anne ketakutan melihat itu. Dia tidak yakin itu adiknya.
" Kakak, apa yang kau lakukan disini..? " terdengar suara adiknya dari belakang.
Itu mengejutkan Tante Anne, dia gelagapan karena syok.
Dia berusaha memberitahu apa yang dilihatnya, tetapi pas dia menoleh lagi kearah gudang.
Wajahnya pas menghadap kearah makhluk itu, sosok yang menyerupai adiknya itu menyeringai memperlihatkan gigi-gigi taringnya, dengan mulut berlumuran darah kucing itu.
......................
__ADS_1
Bersambung