
Seringaian puas tentu saja terukir di wajah Wu Zetian, karena waktunya sudah pas untuk menangkap basah dan mempermalukan Qing 'Er. Dia berjalan ke tengah aula perjamuan dan menduduki kursi yang seharusnya menjadi tempat Qing 'Er. Yuan Shi menatap datar Wu Zetian, namun ia tidak bisa menolak wanita itu di depan umum apalagi Liu Qing memang tidak bisa hadir di acara perjamuan sehingga ia tetap membiarkan Tian 'Er duduk di tempat itu.
"Kaisar, aku dengar ratu sedang sakit, Apa tidak sebaiknya kita memeriksa keadaannya kembali?" tanya Wu Zetian dengan mendayu-dayu.
"Tidak perlu, Pelayan Chun bersiaga di sana. Lagipula, Raja Beiming sudah mengirim tabib terbaik mereka." jawab Yuan Shi sembari meminum secangkir arak di depannya.
Acara perjamuan pun dimulai dengan tarian khas Negeri Beiming, negeri ini didominasi orang berkulit putih karena suhu udara yang rendah sehingga membuat kulit mereka nampak lebih pucat dari orang bagian lainnya. Yuan Shi sangat menikmati perjamuannya malam ini, dia sangat menghargai usaha keras Raja Beiming yang telah menyiapkan acara dengan maksimal.
Di sisi lain, Qing 'Er masih menutup wajahnya dengan cadar yang diberikan oleh Yun Shan. Setelah menyingkirkan dupa harum, Yun Shan kembali ke kamar permaisuri. "Ada yang sengaja menjebakmu!"
"Aku tahu," kata Qing 'Er sembari menatap kuku di jari jemarinya.
"Ratu terlihat begitu santai, seperti telah mengetahui jelas kejadian yang akan datang." Yun Shan menatap tajam Qing 'Er. Kedua bola mata mereka saling bertukar dengan tajam. "Siapa kamu sebenarnya?" lanjut Yun Shan.
Qing 'Er tertawa tepat di hadapan Yun Shan. "Aku Ratu Dinasti Xia, Liu Qing." Dia berjalan melewati Yun Shan kemudian membuka jendela kamar dengan lebar agar sirkulasi udara berganti dengan baik. Menumpu tangannya pada jendela yang terbuka kemudian menatap kolam ikan yang suaranya begitu mendamaikan jiwa dan raganya.
"Aku bisa melihat energi luar yang begitu kuat, kamu bukan orang dari Dinasti Xia!" Yun Shan merengut dan masih berdiam beberapa meter di belakang Qing 'Er.
Qing 'Er kemudian berbalik dan naik dengan tumpuan kedua tangannya duduk di atas jendela dengan kaki yang menyilang. Kini, ia menatap jari jemarinya yang sedang memegang sebuah jarum yang berlumur obat penghilang kenangan. Benda itu ia dapatkan dari Nemo saat Yun Shan sibuk mencari dupa harum, rupanya Qing 'Er dengan sengaja membiarkan dupa harum di sana untuk mengelabui Yun Shan dan membuatnya lengah.
__ADS_1
Setelahnya ia akan menusukan beberapa jarum tersebut dan membuat pria itu melupakan pertemuan pertama mereka, Qing 'Er dengan cepat melemparkan ke tiga jarum kecil itu ke arah Yun Shan. Dua jarum berhasil tertangkap namun satu jarum lagi meleset dari tangan Yun Shan sehingga menancap tepat di bagian lehernya. Pria itu meringis sembari menekan lehernya seraya mencabut jarum kecil itu.
Qing 'Er turun dari jendela kemudian tersenyum puas. "Ingat perkataanku, ini adalah pertemuan pertama kita."
Yun Shan mengerutkan alisnya kemudian maju beberapa langkah pada Liu Qing, memojokan wanita itu sampai ke ujung jendela yang terbuka. Yun Shan tertawa kecil dan memperlihatkan jarum yang digunakan Qing 'Er sebelumnya. "Jangan kamu kira jarum beracun kecil ini bisa menumbangkanku!"
Qing 'Er menendang alat vital Yun Shan dengan cepat membuat pria itu mundur ke belakang dan meringis kesakitan. "Oh jadi, kamu adalah seorang ahli sihir?" tanya Qing 'Er kemudian berjalan mendekat ke arah pria itu.
"Aku ahli alkimia, bukan sihir!" tegas Yun Shan.
"Seseorang yang bisa melihat energi orang lain apa sama sekali tidak memiliki sihir di dalam tubuhnya?" Qing 'Er mendekat kemudian menyeringai ke arah Yun Shan.
"Apa bedanya? Di zaman ini segala praktik sihir sangat dilarang, bagaimana jadinya nasib Kerajaan Beiming jika kaisar tahu soal pangeran yang memiliki ilmu sihir ini?" Qing 'Er menggertak.
Yun Shan mundur dan menunduk. "Harap ratu tidak mempermasalahkan hal ini, segala hal yang hamba lakukan sebelumnya mohon kebaikan hati dari ratu untuk memaafkan."
Pria tersebut langsung bersimpuh dan memohon di bawah kaki Liu Qing, Qing 'Er tersenyum kemudian meraih sebuah tongkat rotan dan menyejajarkan tongkat itu dengan wajah Yun Shan. "Bangunlah! Demi menebus permintaan maafmu kamu harus melakukan sesuatu untukku. Apa kamu bersedia?"
"Apapun permintaan Ratu Liu Qing, hamba bersedia melakukannya." Yun Shan berdiri dan menatap Liu Qing dengan seksama. Melihat wanita itu mulai berjalan mengitari dirinya.
__ADS_1
"Sebentar lagi, Wu Zetian dan kaisar pasti akan bergegas kesini. Aku ingin membalaskan perbuatan Wu Zetian yang telah menaruh jebakan di kamarku." tegas Qing 'Er dengan mata tajam dan raut wajah yang mengintimidasi.
"Apa rencana Yang Mulia?" tanya Yun Shan dengan serius.
Tidak lama setelah Wu Zetian berhasil membujuk kaisar, mereka berdua bergegas menuju kamar Qing 'Er. Di sepanjang langkah mereka, tiada hentinya Wu Zetian menyeringai puas dengan jebakan yang telah ia buat. Dia sangat yakin, rencananya kali ini akan berhasil mengingat Liu Qing sedang tidak enak badan sehingga pasti kekurangan tenaga dan akan dengan cepat terpengaruhi oleh racun perangsang darinya.
Tepat di depan pintu kamar Qing 'Er, Wu Zetian dan Yuan Shi mendengar sebuah suara mendesah aneh di dalam sana. Mata Wu Zetian membulat dan dengan tidak sabar membuka pintu kamar Qing 'Er. Sungguh memalukan ketika melihat pelayan pribadinya sendiri yang sedang melakukan hal gila dengan potret lukisan kaisar. Membuat Yuan Shi memalingkan wajahnya dan menatap Wu Zetian dengan tajam.
Pelayan pribadi Wu Zetian yang masih belum sadar dengan wajah gembira berlari menuju ke arah Yuan Shi dan hendak memeluknya sampai saat Wu Zetian mendorong wanita itu hingga tersungkur. "Sungguh tidak tahu malu, di mana Ratu Qing?" tanya Wu Zetian dengan kesal.
"Ah yaampun, kenapa pelayanmu ada di kamarku?" tanya Qing 'Er dari belakang Yuan Shi dan Wu Zetian.
Yuan Shi yang melihat Qing 'Er kemudian langsung berjalan menghampiri wanita itu lalu memeluknya. "Syukurlah bukan kamu," ucap kaisar.
"Apa maksud kaisar? Tadi setelah tabib memeriksaku, aku merasa bosan sehingga pergi ke luar kamar. Saat di ambang pintu, aku melihat pelayan pribadi Selir Wu mengantarkanku dupa untuk menenangkan diri, katanya itu kiriman selir jadi aku tidak bisa menolak.
Namun karena aku akan pergi ke luar, akhirnya aku memintanya untuk menaruhnya di kamar saja. Tapi tidak disangka dia malah berbuat hal menjijikan dengan sebuah lukisan kaisar yang ada di dalam kamarku seperti itu, sungguh memalukan dan sangat menghina kaisar." Qing 'Er menyentuh lembut pipi Yuan Shi.
Api yang telah ditambahkan bahan bakar kian meledak dalam diri Yuan Shi. Ia memicing tajam pada Wu Zetian dan meminta wanita itu segera menyeret pelayannya ke luar dari kamar permaisuri. "Aku akan memberinya hukuman setelah kita kembali ke Yuanqing!"
__ADS_1
Qing 'Er mengelus lembut dada Yuan Shi. "Kaisar pasti sangat malu, aku punya sesuatu yang dapat membuat kaisar senang. Mari ikut aku ke taman!"