Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 27 - Pengasingan Barat


__ADS_3

Perjalanan ke pengasingan sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama, namun karena suasana di dalam kereta begitu suram dan tegang setelah pertengkaran Liu Qing Dan Yuan Shi mereka jadinya merasa sangat tidak nyaman berlama-lama di sana. Yuan Shi masih memalingkan wajahnya dari Qing 'Er begitupun dengan Liu Qing yang enggan membujuk Yuan Shi karena merasa hal itu bukanlah kesalahannya.


Keduanya sama terdiam sampai mereka tiba di Pengasingan Barat tempat Liu Bai berada, di sana terdapat beberapa pangkalan kecil dan daerahnya juga tidak terlalu luas. Bahkan penduduk sekitar bertransaksi di sana tanpa ke luar daerah. Qing 'Er turun dari kereta memakai sebuah cadar sutra berwarna merah yang cantik, cara jalannya membuat pinggulnya bergoyang ke kanan dan kiri. Yuan Shi yang berada di belakangnya mendengus kasar kemudian mempercepat langkah agar jalan beriringan dengan Qing 'Er.


Semua orang tentunya tertuju pada cara berpakaian keduanya, karena wajar saja tempat kumuh yang jarang tersorot ini memiliki tingkat kemiskinan yang paling tinggi dari seluruh negara yang di kuasai kaisar, penyebabnya karena tanah yang tidak subur. Qing 'Er merasa sedikit simpatik karena Liu Bai harus menjalankan hukuman di sini hanya karena kecurigaan Yuan Shi sebelumnya. Qing 'Er pun melirik tajam Yuan Shi yang ada di sebelahnya.


"Ada apa?" tanya Yuan Shi kebingungan.


"Tidak ada, hanya saja melihat wajahmu membuatku kesal." Qing 'Er mendahului langkah Yuan Shi, pada saat berada di gang kecil wanita itu dapat mengenali suara Sang Kakak Tertua.


Qing 'Er berjalan mencari sumber suara, benar saja tatkala ia menemukan Liu Bai, dia melihat kakaknya sedang mengajar anak-anak kurang mampu. Liu Bai begitu terkejut ketika dirinya melihat Qing 'Er dibalik cadar sutra yang tetap memancarkan kecantikannya. Liu Bai pun langsung menghentikan kegiatannya dan berjalan mendekat sembari menatap Qing 'Er kemudian memeluk wanita itu dengan erat. "Adik Qing, kakak sangat merindukanmu!"


Qing 'Er membalas pelukan Liu Bai. "Kak, aku juga sangat merindukanmu!"


Tidak lama Yuan Shi muncul melihat keakraban mereka berdua, seketika itu juga Yuan Shi menarik tangan Liu Bai agar terlepas dari tubuh permaisurinya. "Sudah-sudah," katanya sembari menarik pinggang Qing 'Er, tatapan maut dilayangkan Qing 'Er pada Yuan Shi.


Liu Bai yang semakin terkejut melihat kedatangan kaisar yang tiba-tiba akhirnya memberikan hormat yang kemudian dibalas anggukan oleh Yuan Shi. "Hamba tidak percaya, ratu dan kaisar datang ke tempat ini." ucap Liu Bai.


"Kakak Tertua Bai, jika kamu memang kesulitan di tempat ini jangan ragu untuk mengatakannya padaku sebab aku sungguh tidak tega melihatmu tinggal di lingkungan seperti ini," ucap Qing 'Er.


Liu Bai tertawa kecil kemudian mengelus lembut rambut Qing 'Er yang seketika tangannya ditepis oleh Yuan Shi. Namun, Liu Bai tidak bisa memrotes. "Adik Qing, setelah datang kesini kakak merasa lebih berguna ketimbang di rumah ayah yang semuanya serba ada dan dilayani. Di sini, kakak bisa menyalurkan ilmu yang kakak miliki sehingga pendidikan yang telah kakak pelajari tidak sia-sia."


Yuan Shi memang tidak salah menempatkan Liu Bai di kota ini, mengingat kecerdasan Liu Bai yang di atas rata-rata pasti mampu memakmurkan anak yang butuh pendidikan gratis dan tidak memiliki biaya. Tapi, Qing 'Er malah memicing tajam ke arah Yuan Shi dan terlihat kesal.

__ADS_1


"Mintalah upah pada kaisar! Kamu harus menerima bayaran yang fantastis dari dia, jika kaisar menolak maka bisa diambil dari uang bulananku." Qing 'Er mencibir Yuan Shi dengan sudut bibirnya.


Yuan Shi membelalak, namun ucapan Qing 'Er memang tidak salah. "Jika anda mau tinggal di sini, aku akan menghapuskan hukuman dan merubahnya menjadi tugas kekaisaran sehingga segala kebutuhanmu akan dijamin oleh kerajaan."


"Benarkah, Yang Mulia?" tanya Liu Bai memastikan.


"Tentu saja, kakak ipar sangat berhati mulia dan perdana menteri juga semua anggota keluarga telah menunjukan rasa setia pada kaisar. Jadi akan sangat merasa bersalah jika aku membuatmu menetap di sini karena sebuah hukuman. Terlebih, ratu sangat peduli padamu."


"Hamba sangat berterimakasih atas kemuliaan hati kaisar dan ratu," ucap Liu Bai gembira.


"Sudahlah, itu memang sepantasnya kamu lakukan!" Qing 'Er melirik Yuan Shi lalu berjalan melewati pria itu dan merangkulkan tangannya pada Kak Liu Bai. "Kakak, apakah ada jajanan enak di sini?" lanjut Qing 'Er dengan menggebu.


"Ada, apa adik mau mencobanya?" tanya Liu Bai dengan bersemangat.


"Qing 'Er tunggu aku!" seru Yuan Shi pada Qing 'Er di depannya.


Liu Bai mengajak adik kesayangannya itu menuju pasar, di sana terdapat jajanan yang murah namun rasanya tidak kalah lezat dengan yang Yuanqing miliki. "Cobalah ini!" pinta Liu Bai.


"Apa ini?" Qing 'Er menatap camilan yang ditusuk dan berbentuk kulit tipis kering.


"Ini adalah daging tumbuk halus yang dikeringkan di bawah sinar matahari," jawab Liu Bai sembari menunggu adiknya mencoba.


Jajanan yang dilahap oleh Qing 'Er terlihat seperti dendeng sapi kering yang tanpa diolah kembali, teksturnya memang cukup keras namun rasa dari dagingnya sungguh kaya akan rempah-rempah.

__ADS_1


Yuan Shi pun menelan ludahnya sendiri cukup tergoda karena melihat Qing 'Er memakannya sendirian. "Bolehkah aku mencobanya?"


"Jika kaisar mau kaisar boleh ambil yang baru," kata Liu Bai.


Yuan Shi langsung menatap tajam pria itu dan mengerutkan alisnya. "Bukankah para muridmu ditinggalkan begitu saja tadi? Kenapa tidak melanjutkan kegiatanmu saja biar aku yang menjaga Qing 'Er!"


"Hamba masih merindu--" ucapan Liu Bai terhenti saat melihat Yuan Shi menatapnya dengan tatapan intimidasi yang kuat. "Kaisar benar, Qing 'Er nikmatilah waktumu bersama kaisar. Aku menyelesaikan kegiatanku dulu, sampai jumpa!" lanjut Liu Bai seraya pergi meninggalkan Yuan Shi dan Qing 'Er dengan cepat.


"Kak Liu Bai!" teriak Qing 'Er yang tidak digubris oleh Liu Bai.


"Qing 'Er bolehkah aku mencoba makananmu?" tanya Yuan Shi sembari mendekat ke arah wanita itu.


"Ini silahkan, aku ingin mencoba yang lain!" Qing 'Er menyerahkan dendeng sapi yang tinggal satu gigitan lagi pada Yuan Shi, membuat pria itu tertegun sembari menggelengkan kepalanya. Sedangkan Liu Qing melenggang pergi ke depan mencari jajanan lainnya untuk dicoba.


Di sisi lain istana kekaisaran, Wu Zetian yang sudah lebih dulu pulang dari Beiming mendengar kabar yang menggemparkan telinganya di sepanjang jalan yang ia lewati. Tentang Liu Qing yang dijuluki sebagai utusan Dewa karena telah menyelesaikan masalahnya di Beiming terlebih menghadapi kekejaman Suku Dao. Kekesalan tentu saja dirasakan oleh Selir Kesayangan Kaisar yang pamornya makin menurun.


Wu Zetian mengepalkan tangannya kuat. "Utusan Dewa apanya, lebih tepatnya dia adalah ahli sihir!"


"Yang Mulia benar, hamba mendengar tentang Pangeran Beiming yang dituduh memiliki ilmu sihir oleh ratu malam kemarin." Kata pelayan pribadinya.


"Ah, benarkah? Menarik, kita bisa mendapatkan dua sekaligus. Melempar satu jaring dua ikan langsung tertangkap, karena mereka telah bersekongkol menjebakmu aku harus membalas keduanya dengan lebih kejam. Jika rumor perselingkuhan menguak ke seluruh negeri, kaisar pasti akan langsung membenci ratunya benarkan?" Wu Zetian menyunggingkan senyuman puas.


"Selir Wu sangat cerdik, pantaslah menjadi ratu yang sesungguhnya!" puji pelayan pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2