
Gelapnya malam melekat dengan suasana yang begitu tenang, semilir angin yang menyapu lembut pipi Qing 'Er yang sedang berada di tepian jendela sembari menopang dagunya seraya mendengus kasar beberapa kali. Dia menoleh ke arah Yuan Shi yang sudah lebih dulu berisitirahat di ranjang besar miliknya, kemudian menekan kepalanya kuat setelah perdebatan kecilnya bersama Sang Kaisar.
Sistem Nemo keluar dan menemani Qing 'Er di jendela, kemudian ikut menikmati indahnya bulan purnama yang menyinari kamar mereka di atasnya. Ini sudah bulan purnama ke dua sejak Su Mian memasuki tubuh Qing 'Er, pergerakan misi sudah sepenuhnya dapat dikendalikan dan pemulihan sistem sudah jauh lebih baik juga bisa diandalkan lebih dari sebelumnya.
Kecurigaan Qing 'Er pada Yuan Shi yang mungkin saja sudah mengetahui identitasnya itu masih belum terpecahkan. Dia kemudian meminta bantuan Nemo untuk memberinya pil kejujuran yang akan dia berikan pada Yuan Shi nanti di saat waktunya tepat. Malam ini mungkin Qing 'Er tidak akan bisa tertidur dengan tenang.
Di sisi lain di sebuah penjara bawah tanah istana, seorang pria telah terkapar lemas tidak berdaya, darah bercucuran dari dahi menuju pangkal dagunya menetes ke sebuah lantai lembab yang dingin. Mereka memaksanya untuk mengakui kejahatan yang tidak pernah ia lakukan dan ia bersikeras tidak akan gentar karenanya.
Yun Shan menggenggam erat kepalan tangan yang menyatu dengan lantai itu, ia yang kebal akan berbagai racun tetap saja tidak kebal terhadap pukulan benda tajam yang telah dilakukan oleh para bawahan Ibu Suri ini.
"Apa kamu sungguh ingin mati?" tanya anak buah Ibu Suri.
Yun Shan hanya tertawa kecil kemudian memicing tajam ke arah tiga orang pria di depannya. "Bunuh saja!"
"Keparat!" satu pukulan lagi menghantam punggung Yun Shan dan ia tersungkur langsung ke lantai. Punggungnya terasa hancur bahkan ia tidak bisa mengangkat tubuhnya sendiri.
"Apa hubunganmu dengan ratu?" tanya pria di depannya lagi.
"Hubungan apa maksud kalian?" Yun Shan bertanya dengan sisa tenaganya.
__ADS_1
"Jika kamu masih belum mengakuinya, terpaksa kami tidak akan sungkan lagi!" seru pria itu lagi.
Yun Shan sudah tidak memiliki kemauan lagi untuk membela diri, terlebih pandangannya kini mulai samar dan ia pun jatuh pingsan.
Tidak lama, ia merasa mulutnya basah dan ada sesuatu yang menetes ke dalam mulut dan tenggorokannya. Yun Shan membuka matanya perlahan kemudian melihat Qing 'Er yang ada di sana sedang duduk dan menatapnya dengan cemas. "Kenapa tidak mengatakan iya saja alih-alih menahan pukulan sebanyak ini? Berhenti menyakiti dirimu aku tidak akan mau berhutang nyawa lagi padamu, kali ini aku akan membalas budimu yang kemarin!"
Yun Shan menyeringai dengan sisa tenaganya. "Ratu tidak perlu merasa berhutang, sudah kewajibanku melindungi ratu yang telah difitnah."
"Cih, jangan sok kuat! Aku tidak akan membiarkan rasa sakitmu ini terbuang percuma aku pasti akan membalas mereka sepuluh kali lipat atas apa yang telah dilakukan mereka hari ini!" Qing 'Er kemudian memberikan Yuan Shi sebuah benda bulat yang terlihat seperti telur. "Simpanlah ini dan gunakan dikeadaan kritis besok!"
Keesokan paginya, keributan sudah terdengar ke penjuru istana bahwa Yun Shan telah mengakui bahwa ia berhubungan dengan Qing 'Er. Namun, itu semua hanyalah bagian dari kebohongan Ibu Suri sebab Yun Shan tidak kunjung mengakui hal yang Ibu Suri ingin dengar. Ibu Suri kemudian langsung menurunkan titah untuk segera menyeret Yun Shan ke dalam hukuman gantung tanpa memberitahu kaisar.
Sudah mendekati waktu menuju hukuman gantung dilaksanakan namun Qing 'Er belum muncul juga batang hidungnya. Rasa kahwatir tentu saja ada di hati Yun Shan. Sedangkan Yuan Shi baru saja tiba di halaman tempat Yun Shan dieksekusi yang mana ia sendiri masih tidak percaya mengenai kebenaran rumor tersebut.
Kabut asap menyelimuti, awan gelap tetiba berkumpul di atas tempat eksekusi. Qing 'Er nampak berdiri tegak di atas atap istana utama, membuat semua orang kini membelalak melihatnya. Mata mereka membulat seraya Qing 'Er mengacungkan pedangnya ke langit dan meminta hukuman langit untuk para penipu dan pemfitnah dirinya.
Semua fokus kini teralihkan dari Yun Shan, ia pun menyeringai puas karenanya. Yun Shan sudah bersiap menghancurkan sebuah telur yang diberikan Qing 'Er semalam. Setelah gemuruh terdengar, awan mendung mulai mendekat menyelimuti Qing 'Er. Membuat siapapun ketakutan dan berlarian menjauh dari panggung tempat Yun Shan berada.
Terlebih Ibu Suri dan Wu Zetian yang tidak luput dari rasa takut akan hukuman langit atas apa yang telah mereka perbuat. Yuan Shi berdiri dan menatap Qing 'Er dengan penuh kejutan, mata merah Su Mian mendominasi tubuh Qing 'Er. Kemarahannya pada orang di bawah sudah tidak bisa ia bendung lagi bahkan jika bisa ia ingin sekali memporakpondakan semuanya sekarang.
__ADS_1
"Langit akan menunjukan ketidakbersalahanku dan Pangeran Beiming, segala rumor ini langit sendiri yang akan membuktikannya!" seru Qing 'Er.
Semua orang percaya, hanya orang utusan Yang Kuasa lah yang mampu meminta hukuman langit untuk membuktikan ketidakbersalahan mereka dan itu dilakukan oleh Qing 'Er. Waktunya telah tiba, kemudian sebuah petir menyambar ke tempat Yun Shan terikat. Semua itu muncul dari sebuah petir buatan yang ia minta pada Nemo malam kemarin, juga sebuah telur yang telah dipecahkan Yun Shan membawa pria itu pergi ke tempat yang telah ditentukan Qing 'Er.
Mereka melihat keajaiban itu dengan mata yang membulat tajam, terlebih Yun Shan yang kini sudah menghilang dan entah kemana membuat semuanya keheranan. Yuan Shi pun mengerutkan alisnya lalu memperhatikannya dengan tak percaya. Tidak lama sebuah dominasi langkah terdengar dari arah belakang kaisar, membuat pria itu menatapnya penuh kekaguman. Qing 'Er yang baru saja berdiri di atas atap istana utama kini telah berada di depannya berjalan penuh intimidasi.
Qing 'Er berdiri di tengah semua orang yang masih berkumpul di halaman. "Kalian menuduh tanpa bukti dan memercayai rumor buruk tentangku. Mengaitkan orang yang tidak bersalah akan hal ini dan memaksanya mengakui sesuatu hal yang tidak ia lakukan. Langit tentu marah dengan segala hal yang telah kalian lakukan, memohonlah permintaan maaf atas kesalahan kalian jika tidak ingin membuat mereka murka!"
Semua orang dengan serentak bersimpuh di hadapan Qing 'Er kecuali Ibu Suri, Wu Zetian dan Yuan Shi. "Mohon ampuni kami, Yang Mulia Ratu!"
Salah seorang prajurit kemudian menemukan provokator bayaran yang telah menuduh Qing 'Er dan Yun Shan bersekongkol mencelakai kaisar dengan sihir. Itu semua dilakukan Yuan Shi diam-diam untuk membuktikan ketidak bersalahan Qing 'Er. Provokator tersebut dinaikan ke atas sebuah panggung kecil yang dipakai Yun Shan sebelumnya.
Pria tersebut merangkak ke kaki Qing 'Er dan memohon ampunannya. "Mohon ampuni hamba, Ratu. Hamba melakukan ini atas perintah Ibu Suri, beliau mengancam hamba dengan nyawa istri dan anak hamba hingga tidak bisa menolak."
"Lancang!" protes Ibu Suri.
Wu Zetian yang tidak ingin ikut campur masalah yang mendalam ini langsung melepaskan diri dari Ibu Suri.
"Wu Zetian?" tanya Ibu Suri dengan tatapan heran.
__ADS_1