
Desir angin menyapu rambut keduanya, mata yang saling menangkap satu sama lain. Kerinduan yang telah kian lama ditahan membuat jantung keduanya berdegup lebih cepat. Namun, mengapa dalam bayangan Ji, Liu Qing terasa sedikit aneh dari hari yang lalu. Ia kembali seperti sosok yang selalu hatinya cintai, kembali menjadi Qing 'Er yang menatapnya penuh kegembiraan dan gejolak yang membara.
"Apakah ada yang ingin Yang Mulia Ratu bicarakan?" tanya Ji dan bersikap formal, ia sadar bahwa ambisinya untuk memiliki Qing 'Er sudah berlalu. Terakhir kali melihat kemesraan Qing dan Yuan Shi amatlah menyakitkan baginya membuatnya terbangun dari angan semata yang selalu ia nantikan.
"Maafkan aku atas sikapku akhir-akhir ini, tidak bisa kah kita membicarakan rencana kita waktu itu?" Qing 'Er dengan impulsif meraih tangan Jenderal Ji.
Pria itu menatap dengan seksama genggaman Qing 'Er pada tangannya. Menghela napas panjang seraya melepaskan tangan itu dan kembali ke posisi tegap seperti sebelumnya. Qing 'Er merasa sedih tatkala melihat sikap Ji yang jauh berbeda dari sebelumnya, andai saja dia tidak mengalami kondisi kritis saat itu dan tidak dikendalikan oleh jiwa masa depan Su Mian mungkin mereka telah berhasil kabur dari Qianqing.
Dari kejauhan Yuan Shi yang sedang berjalan menikmati pemandangan istana seraya merasakan kegundahgulanaan dirinya menatap pemandangan yang dulu sering ia temui di sudut istana. Sang Permaisuri bermesraan dengan jenderalnya sendiri, namun kali ini entah kenapa ia lebih tidak peduli dibanding sebelumnya. Namun, satu hal yang jelas mengganggunya yaitu kepergian seseorang yang bahkan belum ia ketahui darimana dan kemana ia pergi.
Sosok bayangan yang ia ketahui ada di tubuh Qing 'Er, sosok jiwa yang selalu membuatnya senang atas sikap ceroboh dan keberaniannya dalam mengungkapkan keinginannya itu membuat Yuan Shi hampir gila karena seolah menghilang tanpa jejak setelah Qing 'Er terbangun dari tidurnya yang kemarin. Yuan Shi melewati keduanya tanpa peduli bagaimana selanjutnya mereka akan beraksi, Kasim Huo merasa heran dan mengerutkan alis juga terkejut karena mendapati permaisuri bermain api di belakang kaisar mereka.
"Apa kaisar tidak ingin menemui permaisuri?" tanya Kasim Huo.
"Ia tidak akan senang," jawab Yuan Shi sembari mendengus pelan.
"Kaisar belum mencobanya, biasanya jika kaisar datang permaisuri akan langsung menyambut kaisar." Kasim Huo tersenyum getir.
__ADS_1
"Aku tidak ingin mengganggunya," jawab Yuan Shi lagi.
Kasim Huo mengangguk namun ia sama sekali tidak mengerti kenapa kaisarnya itu terlihat murung dan tidak bersemangat. Pencarian Yun Shan masih dilakukan secara diam-diam, berharap pria itu bisa memanggil kembali jiwa yang sebelumnya ada ditubuh Qing 'Er.
Kembali pada dua insan yang masih saling menatap tanpa jeda, keanehan yang ditimbulkan Liu Qing membuat Ji semakin bingung dibuatnya. "Aku sudah memikirkannya, rencana itu akan kubatalkan. Segala persiapan yang telah kita susun tidak akan pernah terealisasikan."
Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian meraih tangan Ji kembali. "Kita sudah lama menyusun rencana ini, semuanya sudah siap dan tinggal kita laksanakan. Aku sudah tidak peduli dengan apapun yang nantinya akan menghalangi kita, bahkan jika itu Yuan Shi aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.
Sejak awal, pernikahan ini hanyalah permainan politik baginya dan ayahku. Aku hanya mendapat sisa dari rencana mereka, mereka bahkan tidak pernah bertanya tentang perasaanku. Hanya kamu yang peduli, hanya kamu yang mencintaiku dengan tulus. Ji, kumohon bawa aku pergi darisini!"
"Hari lalu kamu nampak berbeda dari Qing 'Er yang kukenal, membuatku kehilangan harapan untuk bersamamu. Segala rencana yang telah kupersiapkan untuk membawamu pergi seperti sia-sia saja, namun kali ini aku melihat kamu yang dulu. Aku tidak akan mengecewakanmu, kita akan pergi meninggalkan istana ini dan hidup bahagia selamanya. Bahkan jika itu Yuan Shi aku akan membunuhnya!" ucap Ji penuh kegigihan.
Dibalik dirinya yang patuh ternyata ada rencana pemberontakan yang telah lama ia susun untuk kabur dari Istana Qianqing. Terlebih, dengan kekuatan yang kini dia miliki atas kerja keras Su Mian akan lebih mudah baginya untuk melewati setiap rintangan dan masyarakat bukan lagi lawan baginya.
Qing 'Er berjalan ke istana dingin kemudian secara diam-diam memasuki kamarnya yang dulu membuka sebuah bata yang tertutup lukisan yang ia buat. Qing 'Er mengambil sebuah peta seluruh wilayah kekuasaan Yuan Shi kalau-kalau dia berhasil kabur dan melewati ratusan prajurit nantinya peta itu akan ia gunakan untuk menuntunnya ke luar.
Di sisi lain, Yuan Shi sudah bersiap siaga dengan beberapa prajurit yang dikerahkan di tiap pintu istana untuk mencegah Qing 'Er ke luar. Sekalipun jiwa asing itu sudah tidak lagi di dalam tubuh Qing 'Er, ia tetap yakin bahwa ada cara lain untuk berkomunikasi lagi dengannya. Setidaknya, jika ia menahan Qing 'Er mungkin dia akan tahu jawabannya.
__ADS_1
Hubungan yang mustahil akan terjalin baik ini rasanya hanya akan membawa kehancuran untuk keduanya. Keegoisan yang selama ini bersemayam di kepala mereka mulai menyerang satu sama lain. Qing 'Er ke luar dari istana dingin lalu memakai sebuah penutup wajah dan setelan pakaian pria. "Aku menutupi kemampuan bela diriku di hadapan semua orang tapi si jiwa modern itu malah terang-terangan mempertontonkan kemampuannya membuat rencanaku kali ini menjadi lebih sulit."
Qing 'Er memanjat tembok istana dingin kemudian melompat ke bawah dengan menekuk lututnya. Saat ia menengadah, sebuah tatapan tajam tengah menatap dirinya dengan penuh kemarahan. Yuan Shi jelas sudah mengetahui gerak-gerik Qing 'Er. Yuan Shi pun menarik penutup wajah milik permaisurinya dan menatap wajah menawan dengan tatapan penuh kebenciannya pada Yuan Shi.
"Kembalilah ke kediaman baru milikmu, kamu baru saja menempatinya kenapa mengendap-endap kembali ke sini? Apa kamu tidak menyukai pemberianku?" tanya Yuan Shi sembari merangkulkan tangannya ke pundak Qing 'Er.
"Terimakasih atas pengertian kaisar, hamba sangat menyukainya. Kalau begitu aku akan kembali asal kaisar mau menemaniku kesana." jawab Qing 'Er sembari tersenyum.
"Tentu saja," jawab Yuan Shi yang amarahnya kini mulai mereda.
Di sebuah dimensi ruang dan waktu, Nemo dan Su Mian sudah bersiap pergi kembali ke masa depan. Namun, sebelum keberangkatan, Su Mian hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan Qing 'Er asli pada kerajaan dan Yuan Shi. Setelah menyaksikan apa yang terjadi, Su Mian mengepalkan tangannya dengan kuat. "Nemo, dia hendak megkhianati kaisar!"
"Nona Su, biarkan saja yang terpenting adalah jiwamu! Jika kita terlambat maka kamu tidak akan bisa bereinkarnasi." Nemo nampak berusaha membujuk Su Mian untuk kembali ke masa depan tapi wanita itu terlihat tidak goyah sembari menatap layar monitor di depannya menyaksikan setiap rencana Qing 'Er.
Setelah sampai di paviliun baru miliknya, Qing 'Er membujuk Yuan Shi untuk menetap. Dia mempersiapkan segala kebutuhan kaisar layaknya istri yang patuh seperti sebelumnya. Menyambutnya dengan hangat namun penuh kepalsuan.
"Kamu berjanji tidak akan mengkhianatiku!" ujar Yuan Shi sembari menatap Qing 'Er dengan seksama sambil berbaring berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Hamba tidak mungkin mengkhianati suami hamba sendiri," ucap Qing 'Er. "Selama ini aku hanya merasa terbebani dengan pernikahan yang cukup mendadak makanya aku hanya sering diam dan tidak ingin terlibat urusan apapun, namun melihat bukti cinta kaisar akhir-akhir ini aku menjadi yakin akan ketulusanmu." Qing 'Er menyentuh lembut pipi Yuan Shi dan diam-diam meraih sebuah belati di bawah bantalnya dengan satu tangannya yang tertutup.
Qing 'Er menarik pelan belati kemudian mengarahkan benda itu tepat di jantung kaisar, dengan cepat Yuan Shi menahan serangan Qing 'Er. "Kamu melanggar janjimu!" geram Yuan Shi.