
Dalam kegembiraan yang membara, Yuan Shi langsung mempersilahkan Sang Permaisuri menaiki singgasana dan duduk di sampingnya. Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi dan tersenyum tipis. Masih banyak yang tidak terima dengan kembalinya Qing 'Er sebab pengkhianatan yang dilakukannya kemarin hanya dianggap sebagai masalah pribadi oleh kaisar.
Namun, Yuan Shi telah sedikit demi sedikit menunjukan otoritas yang sesungguhnya. Setelah sekian lama menjadi kacung ibu suri hanya karena tuntutan balas budi, akhirnya Yuan Shi lambat laun menunjukan taring dan cakarnya yang tajam. Dia sudah telah lama menyusun segala rencana dengan baik untuk keluar dari jeratan ibu suri dan Klan Wu. Tapi, hanya pada saat Su Mian membantulah ia mulai memiliki harapan lebih pada dirinya sendiri.
Dia melihat, bagaimana cerdik dan teguhnya Su Mian dalam membantu Qing 'Er terlepas dari gelar Ratu Buangannya. Dengan mudah melakukan sesuatu yang bahkan dianggap mustahil, seperti melawan para pembunuh profesional saat itu. Berbagai ide Su Mian yang cemerlang membuatnya terbantu, tapi sayang sejak kepergian wanita itu berbagai masalah mulai kembali bermunculan. Sehingga Yuan Shi harus dengan segera menunjukan otoritasnya yang berkuasa agar para pengkhianat di belakangnya tidak semakin merajalela.
"Aku ingin memberitahu bahwa permaisuriku sedang mengandung, seorang putra atau putri aku telah memutuskan bahwa akan menjadikannya sebagai pewaris takhtaku selanjutnya." Yuan Shi menunduk kemudian menyentuh lembut perut Qing 'Er.
Semua riuh suara yang tidak dapat dicegah terdengar lantang. Tidak ada satupun yang merasa senang, semuanya hampir merasa keberatan karena setelah kasus kemarin. Tentu saja tidak dapat dipastikan, anak tersebut adalah anak kaisar atau malah sebaliknya. Klan Wu merasa marah, begitupun dengan Wu Zetian yang menyaksikan pengumuman ini di belakang para pejabat dan bersembunyi. Ia mengepalkan tangannya kuat, kemudian melenggang pergi dari sana.
"Sial, wanita keparat itu sungguh tengah hamil! Aku tidak bisa membiarkan dia hidup." geram Wu Zetian yang langsung berjalan ke luar.
Setelah pengumuman yang cukup menghebohkan, tiada seorang pun yang berani menentang keputusan kaisar. Bahkan ibu suri hanya menatap pasangan itu dengan tajam dan sinis, ibu suri bahkan turun dari singgasana segera dan meninggalkan aula kekaisaran dengan keadaan kesal. Yuan Shi menyeringai lembut ke arah Qing 'Er kemudian membantunya turun dari tangga dan mengantarnya ke paviliun untuk berganti pakaian.
Sebentar lagi, Xiao akan selesai menyiapkan segala kebutuhannya untuk pergi dari istana. Kereta kuda dan beberapa beberapa kelompok prajurit telah disiapkan dengan benar. Yuan Shi membawa serta Yun Shan dengannya untuk berjaga jika salah satu dari mereka mengalami nasib buruk dan terluka. Yun Shan dengan balutan pakaian baru mematuhi perintah kaisar. Ia dan Xiao bersama menaiki kuda di depan kereta kaisar.
Sebelum kepergian Yuan Shi, Wu Zetian menyempatkan diri menemui pria itu dan memberinya sejumlah bekal makanan yang dia siapkan sendiri. Wu Zetian berlari kecil ke arah Yuan Shi kemudian menatap pria itu dengan sedih. "Kak Yuan berhati-hatilah, ini aku membuatkanmu kue kering yang paling kamu sukai saat kecil."
Yuan Shi tersenyum tipis. "Terimakasih, Tian 'Er tidak perlu kesusahan seperti ini. Aku akan pergi bersama permaisuri, jaga takhtaku dan jangan membuat keputusan yang merugikan rakyat."
__ADS_1
"Kapan kamu akan kembali?" tanya Tian 'Er.
"Aku belum yakin, mungkin satu atau dua bulan." Yuan Shi menyerahkan makanan yang dibawakan Wu Zetian pada Kasim Huo kemudian mengisyaratkan pada pria itu untuk membawanya kepada Xiao.
"Berhati-hatilah dan cepat kembali!" Wu Zetian tersenyum manis.
"Tentu saja," jawab Yuan Shi singkat. Senyuman perlahan menghilang ketika Yuan Shi berjalan menjauh meninggalkannya.
"Jika aku tidak bisa menjadi permaisurimu, lebih baik kamu mati dan biarakan aku Wu Zetian yang berkuasa bersama bibiku." gumam Wu Zetian sembari menyeringai.
Semuanya sudah hampir sepenuhnya siap, bahkan Qing 'Er dan Pelayan Chun sudah menaiki kereta kuda mereka. Sedangkan Yuan Shi dengan baju zirahnya pergi menunggangi kuda untuk menyapa rakyatmya terlebih dahulu. Mencapai pusat pasar tradisional, tidak ada seorang pun yang menyapa Yuan Shi. Mereka malah terburu-buru masuk ke dalam rumah masing-masing dan menatap Yuan Shi dengan aneh.
"Benarkah? Itu sudah hal yang lumrah terdengar." kata Yuan Shi dengan santai.
"Yang Mulia Kaisar tidak boleh membiarkan rumor terlalu lama, jika tidak citra kaisar akan semakin buruk." usul Yun Shan.
Tidak lama seorang wanita sepuh melempari kereta kuda dengan tomat busuk dan hal itu membuat Yuan Shi menatap tajam dan menghentikan perjalanannya.
"Dasar kaisar tidak berguna! Kamu dibutakan sihir oleh penyihir jahat sepertinya! Bahkan bayi itu jelas bukan anakmu!" caci nenek tua tersebut.
__ADS_1
Yuan Shi semakin di ujung kemarahan, ia mengepalkan tali kendali kuat kemudian mengarahkan kudanya ke arah wanita tua itu. "Prajurit, seret wanita ini untuk dihukum gantung!"
Semua masyarakat yang sedang menyaksikan saling menatap satu sama lain dengan keheranan. Mereka merasa takut namun juga heran atas sikap kaisar yang langsung menjatuhkan hukuman gantung terhadap wanita lansia.
"Kaisar sungguh kejam! Dia bahkan menghukum nenek yang hanya membicarakan fakta mengenai permaisuri. Dia sungguh telah berubah, semuanya karena wanita itu!" ucap salah seorang lainnya.
"Diam! Aku adalah kaisar, siapapun yang berani menentang ucapanku akan mendapatkan hukuman yang berat!" gertak Yuan Shi.
"Pantas saja dia mengusir ibu suri, dasar kaisar tidak tahu diri sudah dirawat baik oleh ibu tirimu malah menjadi anak yang durhaka! Turunlah dari takhta! Kami tidak ingin mempunyai kaisar tiran sepertimu!" sorak salah seorang rakyat yang memancing teriakan lainnya.
Yun Shan mendekat ke arah Yuan Shi. "Kaisar, lebih baik melupakan masalah ini. Lepaskan wanita tidak berdaya itu!"
"Aku tidak mungkin melepaskan orang yang telah menghina ratuku, dia bisa menyebarkan fitnah yang keji bagi Qing 'Er dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" Yuan Shi mengerutkan alisnya dan menahan amarahnya.
Yun Shan tidak bisa membantah, dia hanya mengangguk kemudian mengusulkan agar mereka segera pergi dari sana. Xiao menghadang beberapa orang yang hendak mencelakai Yuan Shi. Sedangkan di dalam bilik kereta kuda, Qing 'Er hanya mampu menautkan jari jemarinya dan merasa bersalah pada Yuan Shi.
Karenanya pria itu mendapat cacian seperti ini dari rakyat yang dahulu begitu mencintainya, mereka semua melanjutkan perjalanannya ke daerah timur dan cukup membutuhkan waktu selama lima hari untuk sampai kesana. Qing 'Er menatap Pelayan Chun dengan cemas, wanita itu berusaha menenangkan Sang Permaisuri dengan baik.
"Beberapa bulan yang lalu, Yang Mulia terlihat percaya diri dan tidak mudah takut. Namun kali ini aku bisa melihat kegelisahan Yang Mulia, mungkin ini semua disebabkan oleh bayi yang tengah dikandung."
__ADS_1
[Qing 'Er, dengar ini aku Su Mian!]