
Sudah beberapa bulan sejak kepergian Yuan Shi namun belum membuahkan hasil apapun, Qing 'Er merasa kesepian namun ia juga tidak punya pilihan lain selain menjalankan tugas dengan baik. Masalah di Istana Dalam hanyalah masalah kecil yang diributkan para selir, tentang perebutan beberapa hadiah yang telah disiapkan Qing 'Er untuk mereka.
Di dalam ruangan Kaisar, Qing 'Er menghela napasnya lembut. Ia membuka beberapa lembar pekerjaan milik Kaisar, saat membuka laci kayu jati yang kokoh, Qing 'Er menatap beberapa gulungan yang tersimpan rapih. Permaisuri Qing pun meraih satu gulungan dan membukanya secara perlahan, senyuman kemudian tersungging di wajahnya melihat isi dari gulungan tersebut. Ia meraih yang lainnya dan melihat beberapa gambar yang sama.
"Tidak diduga kamu memiliki penglihatan yang tajam, bahkan membuat puluhan lukisan seperti ini." Qing 'Er tersenyum tipis namun kemudian ia kembali murung dan merasa rindu pada Yuan Shi.
Qing 'Er tidak bisa menahan perasaannya, terlebih perutnya kian membesar. Tanpa ada Yuan Shi semuanya terasa semakin berat, apalagi sejujurnya dia sangat butuh perhatian dari Kaisar. Liu Qing kemudian memutuskan untuk keluar dari ruangan Yuan Shi dan segera memasuki akademi bagi para putri kerajaan yang baru saja dimulai.
Beberapa kerajaan mengirimkan putri mereka untuk mendalami empat ilmu yang wajib dimiliki oleh para bangsawan. Sopan santun, tata krama, kerajinan dan juga seni tari. Hari ini, Qing 'Er akan menyambut kedatangan semuanya dan memberikan satu pelajaran menyulam yang akan dia contohkan pada para putri kerajaan yang telah terdaftar.
Di dampingi oleh beberapa pelayan dan juga Yun Shan akhirnya Qing 'Er memasuki ruang akademi. Semua orang terlihat takjub melihat aura anggun dan kecantikan Qing 'Er, mereka memberi hormat sembari terus memperhatikan bagaimana cara berjalan dan sikap Qing 'Er yang terlihat tegas dan berwibawa. Sungguh cocok dan seperti yang diberitakan akhir-akhir ini, namanya menjadi semakin melambung tinggi di tengah masyarakat. Tidak satu dua yang memuji akan kecerdasan atas segala ide dan trobosan yang Qing 'Er lakukan bagi masyarakat Ibu Kota maupun pedesaan.
Senyuman halus terukir di wajahnya, di kursi pertama terlihat Ning Shuang yang melambai pada kakak iparnya dengan semangat. Yang lainnya ada adik dari Pangeran Beiming lalu selebihnya beberapa putri dari kerajaan lain. Akademi pertama ini akan menjadi contoh baru sebelum akhirnya merambah ke luar istana dan masuk ke pelosok yang dikhususkan bagi masyarakat lainnya. Sehingga semua anak yang berpotensi menjadi kebanggaan Xia nantinya mendapatkan hak yang setara.
"Salam pada Yang Mulia Ratu Qing!" Kata mereka semua kompak.
__ADS_1
"Terimakasih, senang melihat semuanya bersemangat untuk mendengarkan sambutan ku hari ini. Aku tidak akan terlalu serius, yang kuinginkan adalah kalian menikmati waktu di akademi dengan baik. Jadikan akademi sebagai rumah kedua kalian. Bertemanlah dengan semuanya tanpa membedakan hal apapun, aku yang bertanggungjawab atas akademi akan selalu mendengar usulan baik dari kalian semua." Ratu Qing mengelilingi ruangan layaknya guru sungguhan.
Semua orang memperhatikan dan menganggukkan kepala, semua wanita terlihat kagum pada kebajikan dan kesempurnaan yang dimiliki Ratu mereka. Sehingga tanpa disadari setelah sambutan selesai pembelajaran awal pun telah dimulai, Qing 'Er menunjukan cara menyulam dengan baik dan benar. Sesungguhnya, keterampilannya tidak secepat itu. Selama dua minggu ia meminta Nemo mencari tutorial menyulam atau alat ajaib yang memudahkannya dalam menyulam. Tapi dengan keteguhan akhirnya ia bisa melakukannya sendiri dengan baik dan mulai terampil dalam melakukannya.
Pembelajaran awal telah diberikan oleh Qing 'Er, kemudian dilanjutkan oleh guru sungguhan yang dikirim dari Beiming atas saran Penasihat Yun. Qing 'Er ke luar dari ruangan dan berjalan melewati koridor akademi yang masih baru. Suara langkah terdengar dari arah belakang sehingga membuat wanita itu kembali menoleh. Ning Shuang terlihat tersenyum dan mendekat ke arah kakak iparnya.
"Hormat pada Permaisuri," ucap sang adik ipar.
"Ning, bersikaplah santai." Qing 'Er tertawa kecil kemudian meminta para pelayan dan yang lainnya meninggalkan dirinya dengan Ning Shuang.
"Maaf, sudah lama tidak menemui Kak Qing 'Er. Kakak tahu bahwa Ning harus menemui Guru Ling ke Beiming demi mempelajari seni. Tapi, berkat kakak yang telah membangun akademi khusus ini semuanya serba mudah dan bayaran para guru pun terjamin. Akademi ini seperti suatu hal yang penuh manfaat dan menguntungkan. Kakak sungguh luar biasa!" Ning tak hentinya memuji Qing 'Er, raut wajahnya terlihat begitu cerah dan berbinar.
"Ning terlalu memuji, aku hanya mengurus segala hal yang telah direncanakan oleh Kakak Yuan Shi mu!" Qing 'Er menunduk, menyebut nama Yuan Shi membuat ia teringat akan pria itu.
"Kakak pasti merindukan Kaisar, perluasan wilayah memang membutuhkan waktu yang lama. Entah sampai kapan Kak Yuan akan kembali..." Ucapan Ning sontak membuat mata Qing 'Er membulat, ia sama sekali tidak tahu soal perluasan wilayah yang Ning Shuang bicarakan. Apakah Yuan Shi telah membohongi dan menutupi hal itu darinya?
__ADS_1
"Apa yang dimaksud Ning mengenai perluasan wilayah? Kaisar pergi ke Han Yang untuk mencari Xiao." kata Qing 'Er sembari menunggu jawaban Ning Shuang.
"Ah—" Ning Shuang akhirnya tersadar bahwa kakak iparnya itu belum mengetahui soal perluasan wilayah yang sedang Yuan Shi lakukan di Han Yang. "Ning, salah bicara!" lanjutnya dengan gugup.
"Kamu tidak bisa membohongi ku, jika kamu tidak ingin mengatakannya aku akan bertanya langsung pada Penasihat Kerajaan mengenai hal ini." Qing 'Er sudah hendak berbalik dan mencari Yun Shan di dalam akademi. Namun, tangannya tertahan oleh genggaman Ning Shuang.
"Baiklah, aku akan menjelaskannya. Kak Yuan memang bertujuan mencari Xiao, tapi karena Kerajaan Han tidak mungkin bisa diajak negosiasi, sehingga ide perluasan wilayah pun muncul. Kak Yuan akan menghilangkan daerah Kerajaan Han dan akan mengambilnya sebagai wilayah di bawah naungan kekuasaannya." Jelas Ning dengan lugas.
"Jadi yang sebenarnya dia lakukan adalah berperang merebut wilayah Kerajaan Han?" Qing 'Er agak sakit kepala mendengar penjelasan Ning Shuang. Namun, semuanya sudah terjadi ia juga tidak bisa lagi menahan suaminya. Mungkin memang itulah keputusan terbaik Kaisar Yuan Shi.
Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, Yun Shan pun keluar dari akademi dan menemui Qing 'Er serta Ning yang masih berbincang. Tanpa pikir panjang, Qing 'Er menanyakan kebenaran yang telah disampaikan Ning sebelumnya pada Yun Shan.
"Penasihat, kamu tidak pernah menyebutkan soal perluasan wilayah yang sedang dilakukan Kaisar? Apa kamu sedang menutupinya dariku?" Qing 'Er mengerutkan alisnya dan menunggu jawaban Yun Shan yang ia harapkan memuaskan egonya.
"Maafkan hamba atas hal ini, Yang Mulia. Kaisar sendiri yang meminta hamba menyembunyikannya darimu sehingga hamba tidak berani mengatakan hal ini walau sepatah pun." Yun Shan menunduk dan meminta permohonan maaf dari Qing 'Er.
__ADS_1
"Kalau begitu, bisakah aku menyusulnya pergi? Aku yakin, bisa membantunya!" seru Qing 'Er dengan kukuh.